Picture : Joy
*****
"Loe orang tergila yang pernah gue kenal," ucap Chaerin dengan nada kesal tingkat dewa.
"Udah gak usah banyak ngomong, cepet makan baksonya," ucap Zico menginstruksikan Chaerin untuk segera menyantap semangkuk bakso yang sudah sedari tadi nangkring di atas meja.
Chaerin : Gue gak bisa makan. No! Lebih tepatnya ga bisa telen nih bakso!
Zico : Baksonya enak. Seriusss....
Chaerin : T-tapi...
Zico : Udah di traktir, malah gak di makan.
"Tapi ini di depan kuburan, Zicoooo," Chaerin menunjuk-nunjuk kuburan yang ada di seberang jalan sana, "enak sih di traktir makan bakso, tapi pemandangannya begini. Mana bisa gue telen baksonya!"
Heran tapi nyata. Ya begitulah cara Zico mentraktir Chaerin atas kekalahannya adu tulis tercepat. Tentu siapapun tidak akan mengira bahwa Zico akan membawanya makan tepat di depan area pemakaman. Apa boleh buat, bukan Zico namanya jika kelakuannya mainstream.
"Loe itu gue ajak makan bakso ter-enak yang pernah ada. Udah diem aja, makan cepet," Zico menyuapkan paksa bakso tersebut kepada Chaerin, melupakan fakta bahwa Chaerin sedang kesal.
Dengan terpaksa-tidak terpaksa Chaerin memakan bakso tersebut dengan harapan bakso ini se-enak yang ia bayangkan. Zico memiringkan kepalanya memperhatikan Chaerin mengunyah bakso tersebut hingga selesai, "Gimana? Enak? Ya kan enak?" tanyanya dengan semangat penuh.
Chaerin : UMM!!
Zico : Kenapa? Kenapa?
Chaerin : UMMMM!!!!
Zico : Kenapa loe? Kepanasan? Kepedesan? Keasinan?
Chaerin : UMMMMMM!!!
Zico : Woy napa?!
Chaerin : UMMMMMM
Zico : Hah?
Chaerin : Ummmm yumm
Zico : Yum?
Chaerin : Enak hehehe
Zico : Gue kira kenapa. Kan bener kata gue, enak!
Chaerin : Iya, enak hehehe
Zico tersenyum menahan geli melihat Chaerin yang dengan lahapnya memakan bakso dan melupakan fakta bahwa ia sedang berada di seberang kuburan. Dan tidak lupa juga Chaerin masih disuap oleh Zico.
Zico : Apel tua!
Chaerin : Apa?
Zico : Loe pindah tempat duduk, gih!
Chaerin : What?
Zico : Iya, pindah tempat duduk!
Chaerin : Kenapa?
Zico : Risih gue lihat Aaron duduk sebelahan sama loe!
Chaerin : Yang ada juga dia yang risih sama loe!
Zico : Dia itu menggangu!
Chaerin : Loe yang ganggu dia!
Zico : Kok loe belain Aaron sih?
Chaerin : Emang kenyataannya loe yang ganggu dia. Gue orangnya jujur, berbicara sesuai fakta.
Zico : Gue juga jujur, berbicara sesuai fakta. Dia itu ganggu gue! Ganggu banget! Pokoknya loe pindah tempat duduk! Titik.
Chaerin : Gak mau!
Zico : Pindah! Ini demi kenyamanan juga ketentraman hati dan jiwa gue, loe, dan anak-anak sekelas. Demi kita bersama!
KAMU SEDANG MEMBACA
Anti Mainstream
Teen FictionSosoknya, wajahnya, Chaerin sudah lupa. Hanya pin bergambar sendal yang ia punya. Pin yang menghubungkannya dengan sang pujaan hati. Berhasilkah Chaerin menemukannya hanya dengan sebuah pin? Bagaimana jika ada pihak yang berusaha menghalanginya? Da...
