7. Dia? Menetap?

290 34 1
                                        

Sehabis mengantar Hanin pulang, Keanno pergi mengendarai mobilnya menuju ke rumah Zaki di kawasan Jakarta Selatan.

Tidak butuh waktu lama, Keanno sudah sampai di depan pagar besi rumah Zaki dan meminta satpam rumah itu untuk membukakan pintu pagar untuknya.

"Pak, Zaki ada di dalam kan ya? " tanya Keanno kepada satpam.

"Ada mas" jawab singkat si satpam sambil membuka pagar.

Setelah mendapat jawaban dari pak Satpam tadi, Keanno langsung memasukkan mobilnya ke halaman dan berjalan ke arah pintu rumah.

Keanno langsung masuk tanpa mengetuk pintu sama sekali. Sudah menjadi kebiasaan Keanno dan teman-temannya kalau masuk ke rumah Zaki tanpa mengetuk pintu. Kalau kata Zaki "anggap aja tumah sendiri" seperti itulah kira-kira.

"ENIBADIHOM!!! KEANNO GANTENG DATANG!!! " teriak Keanno sambil melihat ke sekeliling rumah.

"KEANNN!!! SUARA KAMU!!! " teriak bu Dian, mamanya Zaki dari arah dapur.

"MANGAP TANTE!!! " teriak Kean dari ruang tamu sambil berjalan ke arah tangga.

"Berisik lu kampret" ucap Akbar sambil keluar dari kamar Zaki.

"Bah? Sejak kapan lo disini nyuk? " tanya Keanno di depan tangga dengan heran.

"Sejak pulang sekolah lah" jawab Akbar sambil menuruni tangga.

"Terus sekarang lo mau kemana? " tanya Keanno lagi.

"Udah kayak emak emak komplek lo ya nanya mulu. Gue disuruh Zaki ambil makanan. Uda sono lu" balas Akbar sambil mendorong bahu Keanno di depan tangga.

"Bawa yang banyak yee!!! " seru Keanno sambil menaiki tangga.

Dilain tempat, Hanin terus saja mengutuk dirinya atas kejadian Zirca tadi, hanya demi pdkt ke seorang laki-laki yang dia sukai, dia menyakiti temannya sendiri.

"Nin, makan dulu nak!! " teriak ibu Hanin dari bawah.

"Hanin uda makan diluar bareng temen mah" jawab Hanin masih di dalam kamarnya. Dia mengambil handphone nya lalu membuka aplikasi instagram dan membuat insta story dengan caption "GWS DEAR" lalu dia menandai Zirca di insta story tersebut.

****

"Stop pak" instrupsi seorang lelaki yang duduk dikursi penumpang sambil memberikan ongkos taksi. Dia turun sambil menggeret koper di tangan kirinya.

"Welcome back my past memory" gumamnya sambil tersenyum samar.

Arasg melangkahkan kaki memasuki halaman rumah bernuansa monokrom dengan hamparan taman yang luas di samping rumah tersebut. Dia mendapati satpam yang berjaga di rumahnya sedang tertidur pulas di pos satpam.

Dia membuka pintu sambil mengucapkan salam.

"Assalamualaikum mah..." ucapnya sambil melangkahkan kaki kearah dapur. "Kok gak ada orang ya? " gumamnya heran tidak melihat ibunya di dapur.

Dia memutuskan untuk pergi kekamarnya untuk membenahi barang bawaannya. Setelah memasukkan baju-baju nya ke lemari, dia langsung membuka laci nakas dan memasukkan beberapa barang pecah belah yang dia bawa.

THE END( On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang