11. Aneh

190 16 2
                                        

Pagi ini, Zirca memutuskan untuk pergi kesekolah walaupun Maureen dan Zafran melarangnya.

Tampak parkiran SMA Asia National High School di penuhi oleh banyak kendaraan para siswa dan para guru. Zirca terus berjalan kearah koridor sekolah. Dari kejauhan tampak seorang lelaki berlari mengejarnya dengan tas yang dia sandang sebelah tangan.

"ZIRCA TUNGGU" teriak Diffatan dari jauh sambil melambaikan tanganya. Merasa ada yang memanggil Zirca pun berbalik badan dan menemukan Fattan dengan nafas ngos ngosan.

"Lo kok cepet banget sih jalannya? " tanya Fattan menyamakan langkah mereka.

"Lo nya aja yang lelet"

"Najis. Oiya, gimana kabar lo? Masih sakit gak? Sorry ya gue gabisa jenguk elo " tanya Fattan khawatir sambil merangkulkan tangannya di pundak Zirca.

"Udah kok. Maag gue cuman kambuh, gak yang parah parah banget kok. Sans aelah" jawab Zirca sambil berjalan ke arah tangga masi dengan tangan Fattan yang nerangkuk bahunya.

"Oooo ok sip"

Di bawah tangga, tampak segerombol lelaki most wanted sedang bersandar di dinding tangga sambil asik bercerita.

"Gila aja, si Mila pantat nya di cium sama si miko anjer pukkk" ucap Akbar sambil menepuk tangan.

"Serius lo? Gila ini harus di laporin ke polisi, kan udah pelecehan seksual itu" balas Zaki ikut ikutan.

"Iya setuju gue apalagi nyiumnya di depan lu Bar, berarti lo harus jadi saksi " balas Agam mengompori.

"Iyayak, tapi gapapa lah demi kebenaran babang Akbar asoy rela jadi saksi" jawab Akbar mendramatis keaadaan.

"Aelah, wajarlah si Miko nyium pantat si Mila, kan kucing sering begitu. Kalo ketemu nyium pantat kok gak cipokan" sahut Keanno sambil membuka bungkus kuaci.

"Itu kan namanya juga pelecehan seksual Anno" balas Akbar sambil mencomot kuaci di tangan Keanno

"Iya itu pelecehan" seru Zaki sambil menaikkan celananya yang melorot.

"Ngikut aelah gue" ucap Agam sambil duduk di anak tangga dengan segenggam kuaci di tangannya.

Akbar yang sedang membuka kulit kuaci dengan giginya pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru arah. Di arah jam 9 Akbar melihat Zirca dan Fattan berjalan bersama masih dengan posisi Fattan merangkul Zirca.

"Eh eh, itu si Fattan ada cewe baru ya" ucap Akbar sambil menunjuk ke arah Zirca dan Fattan.

Keanno, Zaki dan Agam pun mengarahkan kepala mereka ke arah yang ditunjuk oleh Akbar. Keanno yang sedang memakan kuaci pun tersedak dibuatnya. Biar ku jelaskan, Fattan dan Akbar adalah tetangga bersebelahan. Maka dari itu, Akbar mengenal Fattan dan Fattan mengenal Akbar.

"Eh iya ya, cantik njir doi nye" celetuk Agam sambil membuka kuaci.

"Itu kan Zirca" ucap Keanno yang dapat di dengar para teman-temannya.

"Lu kenal bor?" tanya Zaki.

"Iya, dia temennya gebetan gue. Si Hanin" jawab Keanno sambil terus memandang kearah dua insan tersebut yang sedang mendekat ke arah mereka.

"Hoy Fattan, sini lu anjer!!! " teriak Akbar sambil melambaikan tanganya.

"Hoy, bentar Bar!" balas Fattan. " Ca, kesana yuk" ajak Fattan sambil mengamit tangan Zirca.

"Ha? Hem" Zirca yang kaget pun hanya bisa mengucapkan itu saja. Mereka berjalan cepat kearah ZAKATENG ( Zaki, Akbar, Keanno, Agam Ganteng)

"Wessss, gandeng cewek lo ye" goda Akbar dengan seyuman jahilnya sambil menyenggol lengan Fattan.

THE END( On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang