Note: Italic flashback
Dan semoga menikmati bagian keenam ini readers-nim.Enjoy~
#
"Tae-- hyun .."
Mengernyit samar, Taehyun menatap heran pada pintu masuk rumah nya yang terdengar baru saja diketuk dari luar, ditambah dengan nada suara yang terdengar ragu baru saja terlontar--memanggil nama nya, jelas saja membuat Taehyun merasa semakin heran, siapa yang datang kerumah nya dipagi ini? Mino tak mungkin melakukan itu.
"Siapa ?"
Beberapa detik Taehyun diam, menunggu jawaban dari seseorang yang ia yakini masih berada diluar, namun hingga satu menit menunggu, tak ada jawaban yang ia dengar, pagi kembali terdengar hening jika saja seseorang tadi tidak kembali membuka suara kemudian menjawab,
"Keluar, Taehyun-ah."
Suara nya familiar, nada rendah nya yang terdengar tetap sama membuat Taehyun termangu, namun kemudian beberapa ketukan kembali terdengar, sukses membuat Taehyun menuju pintu dengan langkah ragu, tangan nya berkeringat, entah dengan alasan apa ia merasa takut sendiri.
Saat pintu rumah nya dibuka Taehyun mendadak terhenyak, seorang namja cantik berdiri didepan mata nya dengan senyum sendu, nafas nya tertahan, refleks menggenggam erat gagang pintu rumah nya sendiri, kaki nya beringsut mundur satu langkah, menggeleng tak percaya dengan tatapan mata yang nampak begitu terluka.
"Bagaimana bisa kau bersembunyi sejauh ini."
Namja tadi, Kim Seokjin, bersuara dengan nada gemetar yang begitu kentara, saat Taehyun mematung ia melangkah maju kemudian memeluk erat, air mata nya tumpah seketika, terisak pelan dibahu Taehyun yang masih bergeming tak membuka suara, benar-benar nampak tak menggubris dengan semua yang ia katakan disela tangis nya,
"Aku mencari mu .."
"Mencari kau dan Taehyung."
"Kenapa kau lari, nak ? Kenapa kau tak tinggal ditempat yang ku katakan."
Ia semakin menangis, bahkan benar-benar terisak saat tatapan Taehyun nampak kosong, ia menggeleng resah, menangkup wajah Taehyun dengan kedua tangan nya,
"Bagaimana bisa kau bersembunyi sejauh ini dari Ibu mu sendiri."
Seokjin kembali berucap, namun kali ini dengan nada berbisik disela tangis nya, terdengar begitu perih dan putus asa, sukses membuat Taehyun mengerjap pelan kemudian berucap,
"Pergilah, tolong."
Ia menunduk, menatap sendu pot tanaman yang berantakan karna tersandung Taehyung dikala pagi tadi, teringat senyum adik nya itu seketika membuat nya merasa terluka,
"Jangan mengganggu .."
"Aku dan Taehyung sudah melupakan mu."
"Taehyung tak mungkin melupakan ku, Taehyun-ah."
Taehyun memejamkan mata nya erat saat Seokjin kembali bersuara, ia mengerjap cepat mencoba menahan tangis, genggaman nya pada gagang pintu semakin mengerat, ia masih menunduk, bahkan saat Seokjin mengguncang bahu nya gusar ia tetap bergeming, enggan menengok untuk sekedar menatap mata nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Broken
Random"Hyung, itu Papa!" "Apa yang pernah ku katakan tentang tidak bicara dengan orang asing, Taehyung?!" "Hyung! Itu bukan orang asing, itu Papa!" Tentang Nam Taehyun, yang berusaha keras menjalani hidup bersama adik kembarnya, Nam Taehyung. Jika akhirny...