Sudah masuk bagian kelima, dan kuharap kalian menyukai cerita ini readers-nim, terimakasih sudah menyempatkan waktu membaca karya ku 😊💕
#
Jungkook termangu beberapa saat setelah mendengar apa yang Taehyung ucapkan,
Iya.
Dia heran tapi yah.. Bagaimana? Anak sekolah dengan wajah seperti Taehyung itu memang mungkin saja tidak bisa mengikat tali sepatu-- dengan alasan karna dia pasti sangat dimanja, tapi itu menurut Jungkook, sih.
Jungkook tertawa samar saat memperhatikan wajah nya, raut wajah Taehyung yang nampak gelisah hanya karna tali sepatu nya terlepas itu sungguh lucu, parah nya, bahkan ia menolak untuk berdiri karna takut jatuh, padahal kan Jungkook bisa saja memegang nya atau Taehyung saja yang berpegangan pada Jungkook jika ingin-- hmm, iya tidak?
"Kamu tidak bisa mengikat tali sepatu sendiri? Serius?"
Taehyung mengerjap ragu menanggapi apa yang Jungkook tanyakan, sebenarnya ingin saja menjawab 'iya', kan faktanya Taehyung memang tak bisa melakukan itu. Tapi .. Jika itu Taehyung katakan, bagaimana kalau Jungkook malah mengejek nya? Lalu memanggil teman-teman nya untuk mengganggu Taehyung lagi seperti kemarin, hingga kemudian berujung meninggalkan Taehyung sendirian didepan gerbang sekolah ini?
"Taehyung ! Jangan melamun, hei .."
"Um?"
"Iya, Jungkook?"
Jungkook tertawa, merasa lucu sendiri dengan hoobae manis nya yang satu ini, setelah ditegur ia malah mengerjap kemudian mengatakan 'iya, Jungkook?' dengan tampang polos, mengabaikan apa yang baru saja Jungkook tanyakan.
"Tali sepatu mu, bisa mengikat nya atau tidak?"
Awalnya, Taehyung hanya diam menunduk, sebenarnya merasa takut jika Jungkook akan mengganggu nya kalau Taehyung mengatakan fakta bahwa ia memang tidak bisa mengikat tali sepatu, tapi yah.. Bagaimana jika Jungkook malah ingin membantu nya? Itu kan bisa saja.
"Heh, lihat aku, dong."
Itu murni--tidak ada unsur International Playboy didalam nya--Jungkook bicara dengan nada lembut dan senyum hangat, bahkan sudah bisa menyentuh dagu Taehyung untuk kedua kalinya agar hoobae manis nya itu menengok,
"Bisa apa tidak, Taehyung-ah?"
Taehyung menggigit kuat bibir bawah nya sebelum akhir nya menggeleng lemah kemudian kembali menunduk, memejamkan mata nya bersiap untuk mendengarkan jika Jungkook akan segera menertawakan tentang dirinya.
"Ku ikatkan saja, ya?"
Kekehan ringan dan satu usapan Taehyung rasakan dipuncak kepala nya, singkat memang tapi duh .. Kenapa berdebar seperti ini? Bukan nya menengok Taehyung justru menunduk semakin dalam, takut-takut jika debaran nya itu bisa didengar oleh Jungkook, harus bagaimana nanti?
"Jika menunduk begitu, rasa nya aku jadi tidak ingin membantu Taehyung, deh."
"Ngh!"
Taehyung tersentak mendengarnya, ia menengok seketika kemudian menggeleng kuat, sukses membuat Jungkook tertawa puas, merasa sangat lucu jika menggoda Taehyung dengan cara seperti itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Broken
Random"Hyung, itu Papa!" "Apa yang pernah ku katakan tentang tidak bicara dengan orang asing, Taehyung?!" "Hyung! Itu bukan orang asing, itu Papa!" Tentang Nam Taehyun, yang berusaha keras menjalani hidup bersama adik kembarnya, Nam Taehyung. Jika akhirny...