Felicia Pov
Setelah mendengar cerita dari auntie, seakan semua harapan yang kukira telah terwujud hancur seketika. Harusnya aku tau kalau keajaiban tidak mungkin terjadi padaku.
"Hah jadi begitu ? Harusnya aku tau kalau keajaiban itu tidak ada. Tidak mungkin kan orang mati bisa hidup lagi ? Aku memang benar benar bodoh," kataku sambil tersenyum kecut.
"Fel kau salah sayang. Keajaiban masih ada dalam hidupmu. Buktinya saja kau masih hidup sampai sekarang meskipun sudah mengalami kecelakaan itu," kata auntie Marry sambil menggenggam tanganku.
"Iya Fel Tuhan masih memberikan keajaiban dalam hidupmu dan kau harus bersyukur atas semua itu," tambah bunda Diana.
"Tapi kenapa Tuhan juga mempermainkan aku ?" Tanyaku sambil menahan isak tangis
"Fel Tuhan tidak mempermainkanmu sayang. Dia justru malah sangat menyayangimu. Maka dari itu Tuhan memberikanmu kesempatan untuk menjalani kehidupanmu lagi. Auntie yakin akan hal itu"
"Kalau Tuhan tidak mempermainkan aku, lalu kenapa Ia sekarang membuatku teringat lagi akan semua kenangan masa laluku yang sangat ingin kulupakan ?" Bentakku sambil menepis tangan auntie yang sedari tadi menggenggam tanganku
"Ehm... maaf sebelumnya kalau aku membuatmu kesal. Tapi sungguh aku tidak mengenalmu dan orang yang bernama Jack itu. Jadi..."
"Kau tidak perlu minta maaf. Aku saja yang bodoh sudah mengira kalau kau itu Jack. Padahal sudah jelas jelas aku liat dengan mata kepalaku sendiri kalau Jack sudah meninggal. Dan siapa tadi namamu William ? Maaf, maaf karena aku sudah membuatmu bingung dengan semua yang sudah terjadi. Maaf karena aku tadi juga marah marah gak jelas dan mungkin saja sekarang kau menganggapku gila..."
"Tidak. Aku tidak menganggapmu gila justru..."
"Cukup! Kita tidak perlu membahas semua ini lagi. Aku berharap kita tidak bertemu lagi dan tolong... anggap saja semua ini tidak pernah terjadi. Auntie, bisakah kita pulang sekarang ?" Tanyaku dingin
"Baiklah sayang. Diana, William maafkan kami atas apa yang sudah terjadi. Maaf juga karena kami tidak bisa makan siang bersama kalian tapi mungkin lain kali ?"
"Kau tidak perlu minta maaf Marry, dan juga rumah ini akan selalu terbuka untuk kalian. Jadi jangan sungkan sungkan kalau ingin mampir lagi ok ?"
"Trimakasih Diana. Kalau begitu kami pulang dulu ya. Oh iya William, kamu juga jaga kesehatanmu ok ?"
"Iya bibi"
"Baiklah. Sampai jumpa Di"
●○●○●
Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamarku untuk menenangkan diri.
Sepanjang perjalanan ke rumah tadi, aku sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun. Dipikiranku saat ini hanya ada berbagai macam pertanyaan tentang kejadian yang tadi terjadi di panti asuhan. Bagaimana bisa ada orang yang mirip dengan Jack ? Apakah itu memang bukan Jack ? Apakah Jack masih hidup ? Dan banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang membuatku semakin pusing.
Aku duduk diatas tempat tidur milikku dan menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Tak lama kemudian terdengar suara ketokan pintu di depan kamarku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under The Stars
RomansaDisinilah aku hidup, disinilah aku merasa sakit, disinilah aku kehilangan semuanya, disinilah aku selalu menunggumu dan disinilah aku kehilanganmu Under the Stars ~Felicia Anastasia~ Disinilah aku hidup, disinilah aku mencintai, disinilah aku selalu...
