Chapter 10: I Want to Cure Her

18 2 0
                                        

Jeremmy Pov

Tok tok tok

"Masuk," ucapku mempersilahkan si pengetok untuk masuk.

"Pe-permisi"

Aku melihat ke arah wanita yang saat ini dengan ragu ragu masuk ke ruanganku.

"Oh! Inikah yang bernama Felicia Anastasia itu ?"

"Ah miss Fel. Masuklah," ucapku mempersilahkannya masuk.

"E-eh i-iya," ucapnya gugup.

Aku memperhatikan gerak geriknya. Kurasa dia merasa aneh dengan ruangan ini dan... emm dia merasa tidak nyaman ?

Aku terus memperhatikan gerak geriknya dan kurasa dia mulai  sibuk dengan pikirannya sendiri saat ini.

"Miss Fel ?" panggilku untuk menyedarkan Felicia dari lamunannya.

"Eh i-iya ?"

"Ada apa ?Kau merasa tidak nyaman ?" Hardikku.

"Eh eng-enggak kok. Ehm dok. Sq-saya cuma ehm..."

"Hahaha. Tidak papa miss Fel, kalau kau mau mengatakan sesuatu katakan saja. Ehm begini saja. Kau jangan menganggapku sebagai doktermu. Anggap aku sebagai temanmu ok ?"

"Eh ? Ah i-iya," jawabnya dengan gugup. Bisa kulihat ada tatapan tidak percaya padaku di matanya. Matanya menunjukkan kalau dia tidak bisa mempercayai siapapun lagi. Di matanya terpancar kesedihan dan luka yang sangat dalam. Tapi aku juga bisa lihat, di matanya ada sebuah keinginan untuk bangkit. Hanya saja... dia sudah tidak percaya lagi dengan apapun.

"Oh iya, ayo silahkan duduk"

"Tri-trimakasih," ucapnya sambil tersenyum kikuk.

"Tidak perlu gugup begitu,santai saja"

"Haha...ehm apa aku gugup ya ?" Tanyanya dengan wajahnya yang sangat gugup.

"Haha, kau ini aneh. Kenapa bertanya padaku ?"

"Dia sungguh sangat lucu. Aku harus menahan tawaku agar tidak pecah"

"Ha...ha... iya juga"

Aku bisa melihat dia semakin tidak nyaman berada disini. Aku juga bisa melihat kalau dia masih menganggapku orang asing dan bukan temannya. Kalau begini terus jujur saja ini akan mempersulitku untuk dapat mengorek semua kesedihan yang ada dalam dirinya. Kalau sikapnya saja sudah seperti ini dari awal, maka adalah hal yang mustahil untuk menyembuhkannya. Aku harus bisa menyembuhkan wanita ini.

"Perkenalan ? Aha itu dia! Aku ada ide. Kuharap dengan begini dia bisa sedikit mengeluarkan unek uneknya yang ada di kepalanya saat ini"

Sebenarnya aku sudah tau kalau dari tadi dia banyak ngedumel tentang apa yang ada di sekitarnya. Ruangan ini lah, aku lah dan lain lain mungkin.

"Oh baiklah, mari kita mulai dengan perkenalan"

"A-apa maksud..."

Aku mengulurkan tanganku padanya untuk berjabat tangan,"halo, namaku Jeremmy Hanson. Usiaku... rahasia, hobi bermain game, makanan kesukaan... ehm kurasa pizza, jenis kelamin laki laki. Salam kenal ya"

"Eh ? Ehe iya salam kenal," ucapnya sambil menjabat tanganku.

"Bagus! Kurasa dia menahan tawanya tadi"

"Kalau mau tertawa,tertawa saja. Oh! Ayo kenalkan juga dirimu"

"Eh ? Tapi kan anda sudah tau"

"Tidak tuh, aku tidak tau. Dan satu lagi, jangan terlalu formal. Aku tidak suka !" Jawabku ketus.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 25, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Under The StarsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang