Chapter 9: He is Crazy!

28 4 0
                                        

Felicia Pov

"Permisi. Miss Felicia Anastasia ?"

"I-iya"

"Anda sudah ditunggu di dalam. Silahkan masuk miss"

"I-iya terimakasih"

"Auntie, tidak ikut masuk ?"

"Enggak sayang, auntie gak boleh masuk. Kamu jangan khawatir, auntie akan nungguin kamu sampai selesai kok"

"Ehm... baiklah auntie"

●○●○●

Tok tok tok

"Masuk," jawab seseorang dari balik pintu.

Aku menghembuskan nafasku kasar lalu membuka pintu bercat putih itu dengan perlahan.

"Pe-permisi"

"Ah miss Fel. Masuklah"

"E-eh i-iya"

Aku berjalan perlahan ke arah meja psikolog itu. Mataku tampak sedang mengamati ruangan psikolog ini dengan tatapan penuh selidik.

"Ini ruangan psikolog ? Kok rasanya kayak ruang bermain anak anak ya ? Gimana enggak ? Ada banyak boneka di tempat ini. Masak iya aku salah masuk ruangan ?"

"Miss Fel ?"

"Eh i-iya ?"

"Ada apa ? Kau merasa tidak nyaman ?"

"Eh ? Eng-enggak kok ehm dok. Sa-saya cuma ehm..."

"Hahaha. Tidak papa miss Fel, kalau kau mau mengatakan sesuatu katakan saja. Ehm begini saja. Kau jangan menganggapku sebagai doktermu. Anggap aku sebagai temanmu ok ?"

"Eh ? Ah i-iya"

"Oh iya, ayo silahkan duduk"

"Tri-trimakasih"

"Tidak perlu gugup begitu, santai saja"

"Haha... ehm apa aku gugup ya ?"

"Haha kau ini aneh, kenapa bertanya padaku ?"

"Ha...ha iya juga," jawabku kikuk.

"Oh baiklah, mari kita mulai dengan perkenalan"

"A-apa maksud..."

Dokter itu tiba tiba mengulurkan tangannya ke arah Fel, "halo, namaku Jeremmy Hanson. Usiaku... rahasia, hobi bermain game, makanan kesukaan... ehmm kurasa pizza, jenis kelamin laki laki. Salam kenal ya"

"Eh ? Ehe... iya salam kenal," ucapku sambil menjabat tangannya.

"Pft... jenis kelamin laki laki ? Haha memang dia pikir aku tidak bisa liat apa kalau dia itu laki laki ? Dia benar benar lucu," batinku sambil berusaha menahan tawaku.

Under The StarsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang