Chapter 8: Sorry Auntie...

16 6 0
                                        

Hi guys...
AB mau ngucapin trimakasih banget buat yang masih mau baca cerita abal abal ini. Trimakasih juga yang sudah vote and comment cerita AB.

AB juga minta maaf kalau mungkin AB belum bisa memberikan yang terbaik, tapi AB janji akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kalian semua ^^

AB juga mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang merayakan 😊

AB juga minta maaf kalau AB ada salah.

Happy Reading guys...

Love,
AB


●○●○●

Felicia Pov

"Auntie...berencana membawamu ke psikiater"

"Apa ?"

"Iya Fel. Auntie merasa dengan membawamu ke psikiater, kondisimu akan lebih baik"

"APA AUNTIE PIKIR AKU GILA ?!" Bentakku.

"Ti-tidak sayang, auntie hanya mau kau terbebas dari depresimu itu"

"Aun-auntie kau sungguh keterlaluan! Jadi kau mengira kalau aku depresi lalu lama lama akan menjadi tidak waras gitu ?!" Aku tidak bisa menahan amarah yang telah berkobar dalam diriku. Mendengar perkataan auntie yang berencana membawaku ke psikiater sungguh membuatku tidak bisa mengerem kata kataku.

"Siapa kau yang mau mengatur hidupku ?! Auntie kau bukan siapa siapa bagiku! Kau itu hanya bibiku bukan ibuku!"

Deg

Ya Tuhan a-apa yang telah aku katakan.

Aku benar benar terkejut dengan apa yang sudah kukatakan. Aku sungguh lepas kendali saat mengatakan hal itu. Aku tidak bermaksud menyakiti hati auntie, aku hanya sedang tersulut emosi tadi, jadi aku benar benar tidak sadar dengan yang barusan kukatakan.

"A-auntie aku..."

"Kau benar Fel. Tidak seharusnya aku mengatur hidupmu. Maafkan aku Fel. Baiklah, auntie janji tidak akan mengatur hidupmu lagi. Yasudah sekarang ayo kita kembali saja ke rumah," dengan wajah yang sangat kecewa, auntie bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan mendahuluiku ke arah mobilnya.

Ya Tuhan... dia sudah sangat baik padaku, kenapa aku bisa mengatakan kata kata terkutuk itu ? Harusnya aku tadi mengendalikan emosiku. Aku tau aku salah, aku ingin minta maaf pada auntie. Tapi apa dia mau memaafkan aku yang sudah dengan tega menyakiti hatinya ?

Aku terus merasa gelisah sepanjang perjalanan ke rumah. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan selanjutnya agar auntie mau memaafkanku. Walau bagaimanapun dia adalah orang yang ada untukku disaat aku terpuruk bahkan sampai sekarang. Aku harus berusaha meminta maaf padanya.

●○●○●

"A-auntie..." aku membuka pintu kamar auntie yang tidak terkunci. Kudengar suara seorang wanita yang sedang menangis saat ini, dan aku benar benar tau siapa pemilik suara tangisan ini.

Under The StarsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang