Song For The Ninth Chapter:
*Reflection - Fifth Harmony
*Lust For Life - Lana Del Rey ft.The Weeknd
*Miss Movin' On - Fifth HarmonyAku dan Luke turun ke bawah bersamaan. Luke yang hanya shirtless dan aku hanya mengenakan sweater lamaku, sedari tadi Luke menggenggam tangan ku dan itu membuat jantungku berdetak dua kali lipat.
Saat di dapur, aku mulai membuka kulkas besar milik Luke dan segera mencari bahan masakan. Aku sudah memutuskan akan memasak omelete, aku tidak tahu apakah Luke menyukainya atau tidak, lagipula aku yang memasak jadi aku yang memilih.
"Apa yang kau akan buat?" Tanya Luke yang melihatku mencari bahan di kulkas.
"Em. . .aku akan membuat omelete." Jawabku yang sudah berpindah tempat ke dekat cabinet.
"Omelete? Sounds good." Tanggapnya lalu duduk di kursi meja makan.
Aku sudah mendapatkan benda-benda yang ku butuhkan jadi aku mulai memasaknya dari mulai memasukkan telur sampai memberi bumbu-bumbu. Setelah selesai dengan itu semua, aku memberikan masakan ku pada Luke dan kami pun makan bersama. Tidak ada suara apapun selain suara dentingan alat makan.
Tiba-tiba dari belakang tubuh Luke, aku melihat Valerine berjalan ke arah kami dan dia langsung memeluk leher Luke, What a bitch, mengganggu waktu orang lain.
"Lucas?" Sahut Valerine di dekat telinga nya.
Luke meneguk minuman yang telah di sediakan barulah dia pipi kanan Valerine. Apakah mereka sudah baikan? Valerine membisikkan sesuatu di telinga Luke yang tiba-tiba saja membuatnya berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan sambil merangkul Valerine.
Sakit.
Itulah yang kurasakan sekarang. Baru setengah jam yang lalu kami bercinta, Well, mungkin lebih tepatnya hubungan seks bebas, dan dia sudah pergi dengan gadis lain. Aku mendengar suara gelak tawa dari arah tangga dan lama-kelamaan suara itu menghilang ketika ku dengar suara pintu di tutup.
Kenapa aku merasa sakit seperti ini? Aku kan bukan siapa-siapa nya Luke, tapi kenapa rasanya seperti ada anak panah yang menusuk dari dalam? Aku mungkin harus mencari teman untuk berbicara, dan aku sudah tahu aku akan bilang ke siapa.
Aku menelpon Jennifer melalui telepon rumah Luke dan sialnya, ponsel Jennifer sedang tidak aktif. dengan perasaan kesal aku naik ke kamar atas, tapi sebelum aku sampai ke kamar atas aku mendengar suara desahan Valerine dari suatu pintu.
"Ah! Luke. . ."
Aku segera lari ke kamarku dan mengambil tasku dengan segera. Aku malas melewati pintu tadi, jadi aku lewat pintu belakang. Aku izin pada Mrs.Bethilda bahwa aku akan pergi ke cafè untuk minum cappuccino.
***
Sebenarnya aku bukan pergi ke cafè, sejujurnya aku pergi ke Trinity---jangan berpikiran negatif dulu, aku kesana untuk bertemu dengan Natalie. Aku ingin menceritakan padanya segala yang ku alami akhir-akhir ini, dari mulai bibi Teresa sampai bekerja pada Luke.
Aku naik bus kesana dan benar saja saat aku turun, aku melihat Natalie yang sedang membuka kunci pintu Trinity.
"Nat!" Panggil ku.
Dia berbalik. "Elle? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya nya.
Aku menghampirinya. "Aku ingin bicara denganmu,"
Dia membulatkan bibirnya membentuk 'O' seraya menganguk.
"Mari kita bicarakan di dalam," ujarnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy's Secret Issues // L.H
Romance[WARNING!!! 18+ = MATURE CONTENT + HARSH WORDS + SEXUAL SCENES, please ba a wise reader] "Kau harus memanggilku 'Daddy' ketika bermain di ranjang," - l.h "lalu kau akan memanggilku apa?" - e.f "akan ku panggil kau 'Babygirl' atau 'Kitten'," - l.h ...