박지연
Kerja kelompok kedua tidak separah yang pertama. Kami melakukannya di rumah Sungjong. Kedua orang tua Sungjong pergi bekerja sehingga hanya ada satu pembantu rumah tangga selain kami berenam. Ya, berenam karena Hwayoung tidak bisa ikut. Dia punya jadwal syuting iklan yang tidak bisa dibantah hari ini.
Aku menjadi orang pertama yang sampai di rumahnya. Sungjong menyuruhku duduk di kursi ruang tamunya yang luas dan tertata. Beberapa hiasan yang unik terletak di atas meja panjang yang merapat ke dinding, menambah kesan mewah rumah ini.
Sungjong kembali ke ruang tamu membawa nampan berisi gelas-gelas minuman segar. Aku cukup terkesan karena dia melakukannya sendiri sementara dia bilang ada pembantunya di rumah. "Ternyata kau masih suka datang paling awal..," kata Sungjong meletakkan nampan di atas meja.
Aku tersenyum, "Sebenarnya hanya mencoba tepat waktu."
"Minumlah dulu." Laki-laki berkulit putih itu ikut duduk di sofa. Untuk beberapa saat hanya memperhatikanku sebelum akhirnya berbicara, "Ngomong-ngomong.. apa kau memang tidak bisa memaafkan Myungsoo?" Pertanyaannya membuatku hampir tersedak karena sedang minum.
Untuk apa dia membahas tentang Kim Myungsoo?
Kutaruh kembali gelas kaca itu lalu berdeham melegakan tenggorokannku yang rasanya tercekat. "Hm, untuk apa kau membicarakan dia sekarang?"
"Kapan aku bisa membicarakannya?" tanya Sungjong langsung. Aku terdiam dibuatnya. Dia mengerti bahwa aku memang selalu menghindar. "Apakah kau tidak merasa masalah ini terlalu berlarut-larut?" Sungjong memandangku, "Myungsoo sungguh-sungguh minta maaf padamu.."
Aku memandang ke depan masih terdiam.
"Annyeong! Aku datang~"
Tidak mengerti kenapa Chorong datang dengan semangat ke kerja kelompok ini, tapi aku tidak bisa bilang aku tidak senang saat dia tiba-tiba muncul. Mau tidak mau percakapan ini berhenti.
"Hai," balasku. Mungkin sebagai pengalih perhatian. Chorong melihatku sedikit heran.
"Ayo duduk," Sungjong mempersilahkan Chorong untuk duduk. Gadis berambut panjang tergerai itu pun duduk di sebelah Sungjong. Namun Sungjong malah berdiri dan menoleh padaku.
"Dia menyesal, Jiyeon," katanya. "Kau bisa memaafkannya kan? Atau.. setidaknya mencoba?"
Chorong memperhatikan kami bingung. Aku mengalihkan pandanganku ke tempat lain. Aku tidak bisa menjawab pertanyaan semacam itu untuknya dan Hwayoung. Entah kenapa lebih mudah mengatakan pada Myungsoo bahwa aku memang tidak bisa memaafkannya. Kurasa hanya ada dua jawaban. Satu, karena aku tahu betul bahwa Myungsoo hanya pura-pura menyesal. Dua, kalau memang dia menyesal karena sekarang aku sudah berubah, aku semakin tidak ingin memaafkannya. Aku akan membuatnya semakin menyesal agar dia tahu bagaimana akibat dari perbuatannya padaku.
"Aku akan mengambil makanan dulu," ucap Sungjong pergi ke dapur lagi.
Lima belas menit kemudian Sunggyu sampai. Dan lima menit setelahnya Eunji dan Myungsoo datang. Aku bersyukur Eunji masih mau datang hari ini. Itu berarti, gelar sekretaris OSIS-nya sedikit banyak dibuktikan, bahwa dia masih mau bekerja untuk apa yang menjadi tugasnya.
"Kemarin Hwayoung memprotes kami yang tidak datang, tapi kenapa sekarang dia boleh absen seenaknya?" tanya Eunji merasa diperlakukan tidak adil oleh anggota kelompok lain, selain Chorong tentu saja. Ya ampun, aku langsung menyesal sudah sedikit memujinya dalam hati.
"Kesepakatan kita adalah hari pertama dan beberapa hari setelah ini. Kau absen seenaknya kemarin sedangkan Hwayoung sudah mengatakan pada kami sejak jauh-jauh hari," kata Sunggyu membaca buku referensi yang sangat tebal seperti kamus. Lalu dia melirik pada Eunji dan Chorong, "Lagipula, kami tahu dia tidak menggunakan alasan yang sepele."
KAMU SEDANG MEMBACA
I'll Show You 2
FanfictionTerkubur dalam-dalam oleh kebencian, rasa itu telah hilang sepenuhnya. Semua terhapus oleh besarnya luka yang kau beri. Aku tidak ingin mengenalmu. Aku sangat membencimu. . . . . . Aku ti...
