Malam ini Kalisha duduk sendiri di kursi belajarnya, sambil menampilkan senyumnya. Didepannya ada sebuah buku yang nampak sudah sedikit usang. Bagaimana tidak usang, buku itu sudah disimpan oleh seorang cowok selama kurang lebih empat tahun. Buku itu adalah buku pemberian Vero pada malam di rumah pohon itu. Dan saat ini, ia akan membaca satu lembaran lagi, lembaran terakhir. Jantungnya terasa berdetak dengan sangat kencang.
Tangannya mulai menggapai buku itu. Lalu ia mulai membuka lembaran buku itu. Disana tertulis:
Kalisha,
Entah mengapa, sekarang aku benar benar tak dapat lagi menahan rasaku. Aku benar-benar tak sanggup lagi.Aku sudah cukup tersiksa menahan rasa sakit aku selama ini, menahan cintaku.
Aku yakin, cinta ini sejati. Karena cinta ini sudah teruji oleh waktu. Lama aku mengagumimu, dan hanya berdiri dibelakangmu. Namun sudah cukup, aku ingin berdiri disampingmu.
Ketahuilah, aku ingin bersamamu, selamanya.
Dan aku berharap, saat kamu membaca buku ini, kamu sudah menjadi milikku. Tapi jika tidak, aku tak akan marah. Aku rela kamu bahagia dengan orang lain. Yang pasti, aku akan terus berdiri dibelakangmu dan berusha membahagiakanku, meski kamu bukan milikku.Tapi aku jelas mengharapkan kamu menjadi milikku. Dan aku tak berdiri lagi di belakangmu, melainkan disampingmu.
Vero Putra Javier
●●●●●
Setelah membaca itu, Kalisha menyandarkan tubuhnya ke kursi. Ia tersenyum sendiri, mengetahui bahwa benar Vero telah mencintinya sejak lama. Ia bersyukur, saat ia mulai nyaman dan jatuh cinta kepada Vero, Vero pun merasakan hal yang sama. Bahkan perasaan yang Vero rasakan sudah ada jauh sebelum Kalisha merasakan hal ini. Hal dimana jantung berdetak kencang bagai ingin putus. Dan, diri selalu ingin terus berada disampingnya, yang selalu membuat nyaman.
"Vero, aku nggak bakalan nyia-nyiain kamu," janji Kalisha didalam hatinya. Entah mengapa ia yakin, Vero adalah orang yang tepat. Sangat tepat bahkan.
Lama ia duduk tersenyum sendiri. Hingga ia membaringkan tubuhnya ke tempat tidurnya yang empuk. Ia membenamkan wajahnya ke bantal sambil terus tersenyum bahagia. Maklumlah, itu yang terjadi pada orang yang sedang kasmaran.
Ia benar-benar bahagia dan tak memperhatikan hal sekitarnya. Hanya wajah Vero yang diingatnya. Ia bahkan lupa menutup buku itu, hingga tanpa ia sadari, ibunya membaca lembaran terakhir yang Vero tulis itu.
Dengan langkah pelan, ibunya berusaha mendekati manjanya itu. Kalisha nampak tertawa kecil, bagaikan orang gila. Dan tak bisa dibayangkan, jika ibunya sampai mempermainkan Kalisha. Apalagi ibunya sangat kenal akan Vero, yang merupakan sahabat Kalisha sejak SMP. Vero pun selalu berkunjung kesini.
"Cieee...!!!"
Dan, dengan satu kata, tante Ami -Ibu Kalisha- berhasil membuat Kalisha terkejut dan langsung melompat duduk menghadap tepat didepan ibunya.
"Ehh... mama. Apaan, sih?" Kalisha berusaha bersikap seolah tak terjadi apa-apa.
"Kenapa kamu tertawa sendiri?"
"Anu, mah. Aku keingat sama lawakan Amanda tadi," mai tidak mau, Kalisha pun berbohong karena ia tak ingin dipermainkan oleh ibunya.
Namun ibunya tak langsung percaya padanya. Ibunya menatap Kalisha penuh selidik, dengan alis yang menyatu. Jantung Kalisha pun berdetak dengan sangat kencang, berharap ibunya percaya padanya.
Dan, ibunya pun tersenyum. Membuat Kalisha legah. Sepertinya ibunya percaya akan omongannya.
Namun...
"Yakin bukan karena buku itu?" Ibunha menoleh sebentar kearah buku, lalu kembali menatap Kalisha dengan tatapan yang seolah mengejek.
Kalisha pun terdiam sejenak, dengan matanya yang mulai membulat.
Sial baginya!!! Ia lupa mengunci pintu kamar, dan juga lupa menutup buku itu. Sekarang, ibunya tahu semuanya. Kalisha yakin ibunya tak akan marah jika ia menjalin hubungan dengan Vero, karena ibu sudah mengenal pribadi Vero dengan baik. Yang ia takutkan hanyalah jika ibunya akan mempermainkannya dan mengejeknya, membuatnya malu.
"Ihhh... mama!" Kalisha berteriak manja, lalu berjalan merangkak dan memeluk ibunya.
"Udah, jangan takut. Mama nggak bakalan ngejek kamu. Toh, Vero itu anak yang baik,"
"Janji, mah?"
"Janji" Kalisha pun menjadi sedikit legah.
Pendek ya? Sorry soalnya gue bikin part ini sebenarnya khusus buat lembaran terakhir diary Vero.
Lagian Vero pake nulis2 diary😂
Okedeh see you in next part.
Meski readernya dikit tp gue nggak bakalan berhenti buat lanjutin novel ini. Promise dehh😉See ya....

KAMU SEDANG MEMBACA
Kiss The Rain : From Heaven
Teen FictionCinta itu rumit. Cinta tak mudah melupakan. Meski mungkin banyak kenikmatan yg datang mendekat, namun percayalah cinta sejati sulit tuk terganti. Namun ada waktunya saat cinta itu akan terganti, jika cinta itu sudah lelah dengan keadaan. "Mencintai...