-Jeon Jungkook-
Aku terbangun.
Kulihat sekitarku, ada banyak darah? Ada apa ini?
Hanya mimpi.
Ku raih ponselku. Ku lihat ada pesan masuk.
'Line'
Jeon Soo Hyun :
Pagi oppa, bisa ketemu jam 12 siang nanti?
Jungkook97:
Iya pagi, bisa. Kenapa ya?
Jeon Soo Hyun :
Nonton yuk? Supaya kita lebih akrab 😊
Jungkook97:
Iya, boleh deh.
Kamu yang bayarin ya?
Read
Jungkook97:
Soo Hyun?
Jeon Soo Hyun :
Iya maaf. Tadi aku mules,
Aku jemput jam 11.45 ya?
Jungkook97:
Kok mules?
Kalo sakit gak usah aja
Jeon Soo Hyun :
Yakin? Iron man loh?
Aku pengen jalan oppa😄
Jungkook97:
Iyadeh demi anak kita😁
Read
Jeon Soo Hyun :
Oppa! Aku di depan rumah. Open the door please😊
Jungkook97:
Yaampun dikacangi tadi eh. Jangan marah ya? Maafkan Oppamu yang receh
Eh, aku baru bangun😂
Masih di kamar. Masuk aja pintu gak di kunci Appa kok, lagian ini rumah kamu juga
Jeon Soo Hyun :
Mau aku mandiin?😬
Jungkook97:
Mau banget😱
Read
Hmm.. hidup harus dinikmati.
Oke, aku bergegas mandi dan merapikan diri. Menyusun penampilan dan khususnya menata rambut. 'Kapan punya pacar? Pengen juga di perhatiin pacar' ucapku dalam hati.
Cukup 5 menit aku sudah siap.
"Tok.. tok.. tok..'
'Wah sapatu ngetuk pintu kamarku?
Appakan masih di kantor, dan Ibu ada di rumah Soo Hyun' pikirku.
"Jeon? Kau didalam? Ini aku Soo Hyun, aku bosan di ruang tamu. Jadi cepatlah" rengek seorang gadis dari balik pintu. "Siapa? Soo Hyun?" Tanyaku. "Iya Jeon, aku adikmu" jawabnya.
Ku hampiri pintuku, lalu kuputar kanopi pintu kamarku, 'cklek' pintupun terbuka.
Sumpahdah!
Aku tau dia adikku, but bukan adik kandung. Tapi dia cantik banget, pengen dah bilang sama Appa 'Appa, Soo Hyun buat aku ya..', tapi gila. Tidak mungkin itu terjadi.
"Oppa? Sedang apa? Yuk udah jam 12 nih.." ucap Soo Hyun. "Iya sweatheart.." jawabku lembut dan menatap matanya. "Ish! Oppa, kau Oppaku. Kau tak boleh suka padaku.. araseo!" Jelas Soo Hyun, lalu ia memakaikan kacamata berbingkai bulat, memasangkannya padaku.
"Ugh.. tampan! Seperti artis-artis korea" jeritnya.
Sabar Jungkook, segalanya butuh proses. Lagian cewe kan bukan cuma adik tirimu, di kelas masih ada banyak.. terutama 5princees. Bugh! Harus bisa deket sama mereka.
"Jeon.. ayok udah siang" rengek seseorang, memecahkan angan-anganku. "Hah?" Tanyaku bingun. "Ayok! Gausah tutup-tutup atau kunci-kunci pintu. Eommaku disini" pinta Soo Hyun. "Eh, iyadah" jawabku enteng.
Kamipun pergi meninggalkan rumah. Namun sebelumnya aku berpamitan dengan Ibu, "Ibu aku jalan dengan Soo Hyun.." ucapku. "Hati-hati nak" jawabnya.
Oke no beban again.
Perjalanan kami tempuh menaiki Bis, cukup padat, aku dan adikku sampai harus berdiri.
Jarak rumahku ke mall tak terlalu jauh. Hanya 15Km. Itupun aku tak terlalu sering keluar rumah dengan Bis.
Aku mengeluarkan ponselku, kulihat jadwal pemutaran film di website.
"Hari ini ada Iron man!" Teriakku.
"Sssssttt...."
Oke aku ribut.
"Soo Hyun, kita nonton Iron Man kan?" Tanyaku. "Iyalah, emang mau nonton apalagi?" Tanyanya. "Jeon suka Park Ji Hye ya?" Tanya Soo Hyun. "Eum, engga gitu sih cuman.. ya teman lah dari kecil. Lagian Jimin itu temen deketku" jelasku.
Aku tak pernah mengatakan pada siapapun. Tapi Soo Hyun bisa sadar? Bahkan Jimin yang notabenenya Sahabarku tidak mengetahuinya.
Ciiitttt...
Bis berhenti,
Kami sampai,
-Jeon Soo Hyun-
Akhirnya sampai. Oppa bergegas turun. Lalu aku menyambungnya.
Kulihat ia memperhatikan sesuatu di sebrang sana. Melambaikan tangannya kepada seseorang di sana.
Aku cemburu,
Dia hanya milikku! Hanya Oppaku! Bukan milik Park Ji Hye ataupun menjadi sahabatnya Park Jimin. Aku tak sudi bila ia berteman dengannya.
"Soo Hyun? Kau kenapa?" Tanya Jeon. "Hanya sedikit pusing" jawabku. "Hadeuh, kayaknya New baby sakit?" Tanya Jeon.
Ugh! Dia sangat perhatian padaku. Rasanya aku ingin terbang, terbang setinggi-tingginya. Terbang karena rayuanya.
"New baby itu kamu Soo Hyun, kau kan adik baruku. Jangan Ge-er deh" jelasnya. "Aku hanya ingin dekat bersama mu sebagai adikku. Bukan yang lain.." tambahnya.
Rasanya aku jatuh, jatuh, jatuh. Setelah dibuat terbang. Bagai pesawat yang tengah mengangkasa namun di tabrak petir, 'DUARRR' meledak dan sakit.
"Baiklah ayo masuk, nanti tiket filmnya keburu habis" ucapku. "Oke New Baby, kamu yang traktirkan?" Ucap Jeon memastikan. "Yes You Are my Brother.."
Sejak saat itulah aku membuang rasaku untuk Oppaku, aku tak ingin membuatnya menderita. Alangkah indah jika kau bisa melihatnya bahagia? Walau tak bersamanya dan memilikinya. Lagipula dia Oppaku.
Hidup tak akan berakhir hanya dengan kegagalan. Namun kegagalan adalah awal dari segalanya. Jangan sampai kau merusak lagi. Cukup satukali, jangan untuk yang keduakalinya. Karena kesempatan hanya datang sekali.
Pikirkan baik-baik. Banyangkan saja dulu jika pilihanmu A atau B atau C. Prediksi mana yang lebih menguntungkanmu dan tak menyakitu orang lain.
.
.
.
.
.
#
FLAST_ScienceTwo
#MariBerkarya
Thaks yang udah read😊. No vote no problem😂😂😂. No comment no problem 😁😁😁. No read you problem😋😋😋.
-"Oiya, ini kan udah sampe Jungkook. Author mau nanya, mau lanjut apa udahan? Author tentukan dengan syarat 5 komentar aja 😄(maksa).
Jadi kalau 5 orang aja minta lanjut, author lanjutin.
Maaf soalnya author sering writer block 😂😂😂. Blocknya bukan ide cerita, tapi alurnya. Kadang kek aneh gitu.."-
Gimana? Kalo ada yang kurang srek bisa komen kok, ane juga masih belajar😊. Mudahan kalian menikmati ceritanya..
^maaf telat 😂 padahal udah janji di chapter sebelumnya😢😢^
KAMU SEDANG MEMBACA
[BTS] just a little sister
FanfictionPeringatan! (Ganti Cover :) Isinya itu daily activity member bangtan bareng keluarganya, faktor utamanya sih bareng adiknya. Yahgitu, Sekisar recehan-recehan author.. Sekisar remahan-remahan author.. Sekisar khayalan-khayalan author.. Ya Semerdeka a...
![[BTS] just a little sister](https://img.wattpad.com/cover/113222652-64-k33591.jpg)