" Eommaa, apa aku boleh ke sekolah besok? " Tanyaku, " Kau akan ke sekolah saat kau lebih baik " Jawab eomma sambil memegang dahiku. " Ku mohon? " Aku memohon kepada Eomma agar membiarkanku ke sekolah besok. Eomma hanya tersenyum lalu menjawab " Bawalah obatmu jika kau ingin ke sekolah besok "
Keesokan harinya aku pergi ke sekolah seperti biasa, ketika sampai di sekolah, aku melihat gerbang masih ditutup. Oh, jam 06.00, betapa gilanya aku.
" Lihatlah, belum ada orang, apa kau akan menunggu sendirian disini? " Tanya Jaehyun, " Aku akan tunggu disana " Jawabku. " Jaga dirimu, kalau ada apa-apa, telpon aku saja " Ucap Jaehyun.
Akupun berdiri sambil menunggu gerbang dibuka. Terlihat seseorang sedang duduk di halte depan sekolah. " Hey kau!" Ucap orang itu. Oh, itu Jaemin. Aku diam dan berpura-pura tidak tahu.
Beberapa saat kemudian gerbangpun dibuka, lalu Herin datang menghampiriku " Kau sudah menunggu lama? Kenapa tidak bilang padaku kalau kau akan ke sekolah hari ini ?" Ucapnya, akupun menjawab " Ee...maaf, aku tidak mau merepotkanmu. ". Setelah itu, aku dan Herin pun masuk ke sekolah.
" Oh ya, besok sampai hari Sabtu aku tidak masuk ke sekolah " Ucap Herin, " Kenapa? Kalau kau tidak masuk, aku berteman dengan siapa? " Jawabku. " Ma..maaf, tapi aku sudah bilang ke ibuku kalau aku akan ikut menuju rumah nenekku " Jawabnya. Aku sudah membayangkan 3 hari tanpa Herin, pasti membosankan, aku juga tidak terlalu akrab dengan orang-orang disini.
#SKIP 😅
KRINGGG
Jam pulangpun berbunyi.
Aku segera keluar kelas dan menuju kelas Herin. Sekarang baru jam 13.05 . Ya, guru-guru rapat, jadi kami dipulangkan.3 Hari berlalu..dan sekarang hari Minggu, setelah ke gereja dengan keluargaku, aku masuk ke kamarku dan membuka ig. Tiba-tiba hpku berdering
[ LINE ]
Mark Lee : (y/n), kau ada waktu?
(Y/n) : Untuk apa?
Mark Lee : Tidak, aku mau mengajakmu jalan-jalan ke taman kota.
(Y/n) Itu bagus.
Mark Lee : Baiklah, aku akan menjemputmu." Eomma, bisakah aku pergi jalan dengan temanku ke taman ? " Tanyaku. " Dengan siapa? " Eomma bingung. " Mark " Jawabku. Eomma sudah kenal betul dengan Mark, jadi dia tidak pernah khawatir jika aku pergi dengan Mark.
Ting
TongBel rumahku berbunyi, aku pikir itu Mark. Setelah itu, Eomma pun membuka pintunya.
