FF#3

9 1 0
                                        

"Aku tidak mau melihatmu lagi!" Seru Zulfi sambil melempar surat cerai. Raisa tergugu tak mampu berkata apa-apa, hatinya remuk- redam. Ternyata Zulfi lebih memilih wanita valakor bernama Fia yang memang sedari awal bermaksud menghancurkan rumah tangganya.
Raisa membalikkan wajahnya dan menyapu bulir air mata di pipinya. Ia menangis sesenggukan.

"Aku akan selalu mencintaimu," ucap raisa lirih dengan suara bergetar. Dadanya bergemuruh hebat, ia tak mampu lagi mengucapkan pembelaan untuk dirinya. Jika Tuhan saja tidak membelanya hari ini, ia pun merasa tidak perlu membela diri sekarang.

Raisa melangkah pergi dari hadapan Zulfi. Ia mengamit anak semata wayang mereka dan pergi membawa luka.

Kumpulan Flash fictionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang