FF#2

9 1 0
                                        

Jia melihat lubang yang dalam dan gelap. Ia melompat ke dalamnya dan terseok-seok menyusuri lorong dan relung gua. Suara air menetes dari stalaktit di atap gua semakin keras terdengar. Gemericit kelelawar memekik menyambutnya.

Jia mulai menyalakan senternya. Tampak kotoran walet dan kelelawar bertebaran di lantai gua.

Jia mempercepat langkah kakinya. Ia bersandar di sebuah batu besar di dalam gua. Darah akibat tembusan timah panas itu mengucur dari kakinya, ia meringis kesakitan sambil mendekap pistol di dadanya.

Kumpulan Flash fictionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang