Chapter 1

6.2K 341 10
                                        

Jaejoong memperhatikan laki-laki yang ada di hadapannya dengan perasaan was-was. Ada rasa khawatir yang terus ia rasakan semenjak tatapan musang Yunho yang tenang itu terlihat mawas diri setelah orang ketiga yang ia undang datang menghampiri meja mereka di perpustakaan

"Apa yang dia lakukan disini bersama kita, Jae?" Yunho memang sudah setuju untuk belajar tambahan dengan Jaejoong, tetapi ia setuju jika hanya dengan Jaejoong

Jaejoong seorang saja. Tidak dengan makhluk astral ini

"Jae saenim yang memintaku untuk ikut membantu mu belajar" Yihan menjawab. Padahal tidak ada yang bertanya padanya

Yunho terlihat cuek seolah tidak mendengar perkataan Yihan

'Membantuku kepalamu. Baru sekarang kau bersikap baik padaku' batin Yunho

Jaejoong terlihat jengah dengan sikap Yunho yang seolah menyepelekan Yihan. Seharusnya beruang ini bersyukur masih ada yang mau duduk satu meja dengannya

Well selain Jaejoong dan Yihan, tentu semuanya mau duduk satu meja dengan Yunho, bukan? Jaejoong saja yang terlalu berpikiran negatif tentangnya

"Ayo cepat buka buku pelajaranmu" omel Jaejoong

"Tidak mau" Yunho mulai nakal

'Jadi kau benar-benar ingin melihat perubahan wujudku ya, beruang busuk?!' Batin Jaejoong

"Buka buku pelajaranmu, Jung Yunho" perintah Jaejoong masih dengan wajah kesal. Jaejoong memaksakan diri untuk tersenyum kearah Yunho yang duduk didepannya. Ia tidak ingin Yihan melihat kekuatan super saiyan level 99 miliknya

"Aku tidak mau, Kim Jaejoong" weeek, Yunho tidak mau menurutinya

"Cepat buka buku pelajaran mu, bocah tengil" ulangnya sekali lagi. Jaejoong memelankan suaranya pada kalimat akhir lalu tersenyum kecil ke arah Yihan yang seolah ingin bertanya 'Apa tadi yang kau katakan, saenim?'

"Aku bilang tidak mau. Dasar centil" hei atas dasar apa Yunho menghakimi Jaejoong sebagai pribadi yang genit?

Yihan yang duduk disebelah Jaejoong hanya manggut-manggut. Tidak mengerti dengan ketegangan apa yang terjadi dengan kedua laki-laki ini

"Aku tidak centil, kau saja yang mesum" memangnya Jaejoong duluan yang mencium Yunho di ruangan UKS?

"Iya kau tidak centil, tapi menikmatinya sampai menutup mata. Tubuhmu saja bergetar. Apa itu kalau tidak centil namanya? Keenakkan?" Yunho terlihat semangat menggodanya

"Yahh, aku tidak menikmatinya!" amarah Jaejoong sudah mencapai ubun-ubun. Alih-alih terlihat marah, ia tampak seperti tomat merah

Sangat merah, pikir Yihan. Tetapi Yunho lebih suka menyebutnya malu-malu strawberry

"Rasanya tadi aku jijik sekali sampai ingin muntah saja. Aku mual layaknya orang hamil dipagi hari, kau tahu? Sangat menyiksa dan tidak enak. Pokoknya begitu!" kukuh Jaejoong. Ia marah-marah tidak jelas

'Okay, kau bisa bilang tidak menyukai ciumanku begitu sajakan?! Kenapa sampai ingin muntah seperti orang hamil segala?' Sesal Yunho membatin

"Heh, aku berterima kasih padamu karena bertahan selama lima menit dengan ciumanku yang menjijikkan itu" perkataan Yunho ini menyulut emosi Jaejoong

Bibir merah strawberry kesayangan Yunho itu tampak bergetar. Wajahnya merah menahan tangis. Yunho benci jika warna merah pada Jaejoong adalah amarah yang disebabkannya. Ia benci mengakui bahwa ialah yang menjadi biang keroknya

"Jae saenim" panggil Yihan

"Diam kau" belum lagi Yihan hendak meredakan emosinya, Jaejoong langsung berlari keluar dengan amarah yang membuncah

My Bad Student (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang