Chapter 2

4.7K 302 19
                                        

"Jae biarkan aku masuk, aku belum memakai celana ku. Hei!" Yunho kelabakan saat Jaejoong menyeretnya keluar dari kamarnya pagi-pagi sekali

Jaejoong memungut semua pakaian Yunho yang berserakkan dilantai dan langsung melemparnya keluar. Tepat mengenai wajah Yunho yang masih shock karena tiba-tiba dipaksa bangun dan langsung dipermalukan seperti ini didepan umum

Sekarang mereka berdua terlihat seperti pasangan suami istri yang tengah bertengkar. Si istri mendapati suaminya selingkuh dan langsung mengusirnya keluar dari rumah tanpa sempat mendengarkan pengakuan dari sang suami

"Pergi, aku tidak mau melihatmu ada disini lagi" teriak Jaejoong bak ibu tiri

'Hei, semalam bukannya kita masih baik-baik saja?' Batin Yunho keheranan

Yunho sambil memungut celana panjang serta kemeja sekolahnya yang tadi dilempar Jaejoong kewajahnya. Ia sendiri hanya memakai boxer pendek saja berwarna hitam gelap dan bertopless ria

Ia tersenyum kikuk saat penghuni lainnya berhamburan keluar dari kamar mereka dan ada juga yang mengintip dari balik pintu. Ada sepasang suami istri yang bahkan berdiri didepan pintu kamar mereka sambil tersenyum kecil. Mencoba memberi pengertian bahwa merajut asmara itu tidak semudah membalikkan telapan tangan

"Cayo! Berjuanglah anak muda. Sebentar lagi dia akan sadar dan meminta maaf padamu" si istri menasehati sambil tersenyum ramah kepadanya. Kepalan tangannya menggambarkan bentuk semangat untuk Yunho

"Uke dan wanita itu memang gengsian sifatnya" pffft, dan Yunho tidak bisa menolak kebenaran yang satu ini

"Terima kasih semua atas pengertiannya" memangnya apa yang mereka mengerti Yunho?

Ia membalas senyuman dan semangat mereka dengan menunduk sambil memakai celana panjangnya. Rasa malunya sudah ia buang jauh-jauh saat melihat lirikan serta siulan kecil yang diterima untuknya.

Lebih tepatnya mereka mengagumi otot bokong serta benda pusaka Jung yang hanya berbalutkan boxer pendek. Hancur sudah impian Yunho menjadi image pemuda baik, sopan, dan rajin menabung. Setelah ini mereka pasti bergosip ria sambil menyebarkan rumor tidak sedap mengenai dirinya. Tetapi mendengar pujian mereka akan bentuk tubuhnya bukanlah hal buruk, iya kan?

"Paman kenapa kau tidak memakai baju didalam?" tanya seorang anak laki-laki yang menggemaskan dengan ingus yang meleleh keluar dari hidungnya

Adik kecil ini memakai seragam TK dengan topi dan tas ranselnya yang bermotif pelaut cilik. Dilehernya tergantung botol air minum berbentuk superman "Apakah paman pria cabul yang suka menculik anak kecil itu?" ia ingat bahwa ibunya selalu memperingatinya untuk berhati-hati terhadap pria telanjang yang gemar menculik anak-anak

"Hush pergi sana tuyul, kau bukan tipeku. Terlalu cepat sepuluh tahun bagimu untuk ku cabuli" usir Yunho sambil turun dari lantai dua menuju halaman depan rusun dimana ia memarkirkan mobilnya semalam

Sesuai ekspetasi, penghuni disini sangat ramah-ramah (re:norak) hingga Yunho merasa ingin menghilang saja dari sini

"Cepat turun" perintah Yunho sambil menatap Jaejoong yang sedang berdiri dilantai dua

Yunho buru-buru mengenakan kemeja, dasi, dan sepatu sekolahnya didalam mobil. Sial, tidak bisakah ia lebih malu lagi hari ini?

.

.

.

.

.

"Janji kalau kita akan langsung kesekolah?" Jaejoong tidak bisa menolak ajakan pergi bersama ke sekolah dari Yunho, karena memang sudah tidak memungkinkan lagi baginya untuk naik kereta

My Bad Student (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang