Yunho menghembuskan napas. Ia berjalan masuk kedalam kamar dan mengambil handuk dalam lemari. Jaejoong masih menatapnya gugup
"Bagaimana caramu masuk kesini?" Yunho masuk ke kamar mandi dan keluar dengan membawa bath robe. Ia menawarkannya kepada Jaejoong, "Kau mau pakai bath robe atau bajuku?" dagu Yunho mengarah ke lemarinya
"Yunho kau tidak menjawab pertanyaanku tadi. Apa kau mau-"
"Kau yang memasak semua itu?" Yunho memotong perkataannya. Ia bertanya tentang makanan dan minuman yang tersaji diatas meja makan
"Eunghh" Jaejoong mengangguk. Ia mengambil selimut dan menutupi tubuh bagian bawahnya "Aku bilang pada satpam dibawah kalau aku sepupu mu. Awalnya aku cuma ingin menunggu di lobby, tapi paman itu sangat percaya padaku. Ia mengantarku dan memberikan kunci cadangan"
Jaejoong mengambil kunci dari dalam tasnya. Ia turun dan memberikannya pada Yunho "Aku minta maaf. Aku sangat lancang padamu"
Yunho mengambil kunci cadangan itu dan menawarkan kamar mandi untuk Jaejoong. Ia bertanya apakah Jaejoong ingin mandi sebelum makan malam. Dan Jaejoong bilang ia sudah mandi
"Baiklah, kau tunggu aku dibawah. Aku akan bergabung dengan mu setelah mandi" Yunho pergi ke kamar mandi dan menyisakan Jaejoong yang masih bingung diatas ranjang
Bukankah tadi ia mengajak Yunho untuk bercinta?
Jadi Yunho menolaknya?
.
.
.
.
.
Setelah mereka makan malam bersama dengan suasana canggung, Yunho mengantar Jaejoong kembali ke kontrakannya. Yunho sama sekali tidak membahas apa pun mengenai tawaran yang diajukan Jaejoong. Pria itu mendiamkannya selama perjalanan
.
"Yunho" Jaejoong membalikan badan dan memanggil Yunho yang hendak turun kebawah
Mereka sampai ke kontrakan Jaejoong dengan cepat. Tidak terasa karena mereka berdua saling mendiamkan
"Ya?"
"Mengenai hal tadi. Apa kau sama sekali tidak tertarik?" Jaejoong berinisiatif untuk memulai. Ia harus bisa bersikap agresif. Hidup mereka berdua taruhannya, "Kau tahu, setelah meniduriku kita berdua bisa seperti dulu lagi. Anggap semua tidak pernah terjadi. Setahun lagi kau akan lulus dan aku tetap melanjutkan pekerjaan ku"
Penuturan sepihak dari Jaejoong ini membuat Yunho bereaksi. Ia mundur dan berjalan mendekati Jaejoong didepan pintu kamarnya. Sebelah tangannya mencengkram pundak Jaejoong
"Dengar Jaejoong. Aku sudah tidak menginginkan perjanjian itu. Aku minta maaf kalau sebelumnya tidak pernah jujur padamu. Sekarang apa yang mau kau tanya dari ku? Kau penasaran dengan keluarga ku? Pekerjaan mereka? Kemana aku selama bolos sekolah?"
Kini kedua tangan Yunho menggoyangkan bahu Jaejoong. Ia berjanji akan menjawab semua pertanyaannya. Tidak ada lagi rahasia diantara mereka
"Aku hanya ingin hidup normal" bentak Jaejoong. Tangannya menghempaskan tangan Yunho yang mengguncang tubuhnya
"Hidup dengan ku tidak normal?" suara Yunho meninggi. Ini yang ia takutkan. Yunho takut akan membentak Jaejoong
"Aku gurumu. Dan kau murid ku. Kau sadar ada berapa banyak kasus didunia ini tentang pelecehan guru terhadap muridnya, huh Yunho?"
"Kau tidak melecehkanku Jaejoong" sanggah Yunho
"Tetapi dunia akan melihatku begitu" Jaejoong tersulut emosinya karena berargumen dengan Yunho. Ia tidak mengerti mengapa sulit sekali berkomunikasi dengan bocah ini
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bad Student (Completed)
Fanfiction*Perpanjangan ijin menulis Fanfic ini sudah didapatkan (Kazuha Yamato) Mempunyai murid badung seperti Jung Yunho siapa yang tahan? Selain mesum, ternyata pria itu juga usil dan manja. Karena nilai-nilainya yang buruk dan jarang...
