Chapter 8

2.3K 215 14
                                        

Guys gue kembali lagi di FF ini

Gue lagi sakit gigi, lg malas cuap-cuap 😭😭

Gue mending sakit hati dah, liat cowo cakep langsung enakan. Tapi sakit gigi?

God please 😖

Happy reading ajalah

Gue kayaknya mau fokus tamatin ff ini

Jaga gigi lulupada bae-bae yaaa. Sakit booook

.

-----JAEJOONG POV-----

Suara alarm disebelah ranjang membangunkan ku. Aku duduk dan mengusap kedua mata perlahan. Rasanya perih dan sakit, pasti mataku bengkak

Semalaman aku menangis dan tidak bisa tidur. Mungkin aku tertidur beberapa jam setelah berhasil menenangkan diri

Aku beranjak ke kamar mandi dan berhenti sejenak, didepan kaca wastafel aku melihat penampilan ku yang berantakan

Astaga. Kedua mata ku benar-benar kacau

Mata ku merah dan bengkak dibagian bawah. Membuatnya terlihat seperti kantung mata kakek-kakek yang sudah uzur

Akan sangat sulit untuk menyamarkannya

.

Yihan tidak mengkomentari apa-apa mengenai wajahku yang sembab dan kedua mata ku yang seram. Sepanjang perjalanan menuju stasiun kereta, pria itu hanya mendiamkan ku. Yihan menyuruhku untuk duduk. Ia ijin pamit ingin ke toko roti sebentar

"Ini makanlah, kau pasti belum sarapan" Yihan kembali dengan membawa sebungkus roti melon. Ia kemudian menyerahkan segelas teh hangat, "Minum teh pagi-pagi bisa menjaga metabolisme tubuh. Kau membutuhkannya"

"Thank you" Aku memakan roti sesekali menyesap teh ku. Ku dengar dia terkikik lucu disamping, "Ada yang lucu?" tanyaku penasaran

Yihan tersenyum dan mencubit pipi ku, "Kau yang lucu"

"Eunghh?" aku bingung dan tidak mengerti ucapannya. Aku tidak merasa lucu. Memangnya ada yang salah denganku?

Aku terus mengemil sarapan hingga Yihan menarik tanganku untuk berdiri didepan garis kuning. Menunggu kereta yang sebentar lagi akan datang. Yihan menyuruhku untuk cepat menghabiskan roti. Kami akan berperang mengambil tempat duduk

.

.

.

.

.

-----AUTHOR POV-----

Jaejoong merasa jika ia bermasalah dengan pengelihatannya. Ia tidak bisa melihat dengan jelas karena pengaruh mata bengkaknya. Ia memutuskan untuk mengunjungi Junsu. Mungkin dokter itu punya obat untuknya

"Junsu sensei"

Junsu sudah tahu siapa yang memanggilnya

"Masuklah" Junsu menutup catatan medis dan menyuruh Jaejoong untuk mengunci pintu

Pasti masalah tentang Yunho lagi

"Astaga mata mu kenapa? Di kencingi kecoa?" Junsu memperhatikan wajah Jaejoong yang mengenaskan

Kecantikannya sedikit pudar karena kedua doe eyesnya kini menyipit sakit. Belum lagi dengan warna merah di iris matanya

"Hiksss.....semua orang menanyakannya. Aku tidak sakit. Aku menangis semalaman, dan itu melelahkan" Jaejoong langsung duduk diatas ranjang dan menumpu kedua tangannya dipaha

My Bad Student (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang