Chapter 3

4.2K 271 9
                                        

Junsu geram dan jengkel setiap kali guru olahraga SMA Khirin ini tidak pernah absen untuk selalu mengganggu dan membuntutinya kemana saja. Setelah ia selesai istirahat makan di kantin, sekarang Yoochun masih getol mengikutinya sampai ke ruang kerja

Ia membuka pintu geser ruang UKS dan berdecak sebal saat Yoochun masih mencoba untuk menyentuh pantatnya, "Yoochun jangan sampai aku meracuni mu dengan ini" Junsu mengeluarkan botol kecil berisikan air warna kuning pekat dari kantung jubah dokternya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia membuka pintu geser ruang UKS dan berdecak sebal saat Yoochun masih mencoba untuk menyentuh pantatnya, "Yoochun jangan sampai aku meracuni mu dengan ini" Junsu mengeluarkan botol kecil berisikan air warna kuning pekat dari kantung jubah dokternya

"Aku kan hanya ingin dekat denganmu. Semenjak mengajar disini, kau selalu dingin padaku"

"Kau dekati saja yang lain" hush, Junsu mengusirnya sambil menatap Yoochun geram, "Kau kan popular dikalangan murid-murid perempuan. Sana cari mangsa baru" tambahnya lagi

"Tapi aku maunya dengan mu saja, Su. Aku tidak tertarik dengan yang lain" Yoochun membalasnya dengan sok akrab

Enak saja pria ini memanggilnya Su. Memangnya ia susu sapi?

"Go away ~ bukankah kau masih ada kelas setelah ini?"

"Ahh, Susu tahu jadwal mengajar harianku" Yoochun tersenyum lebar sambil melangkah keluar saat tubuhnya didorong paksa oleh Junsu

Sebelum ia benar-benar beranjak pergi, Yoochun berbalik dan langsung meremas kuat pantat Junsu dengan kedua tangannya

"YAK!" teriak Junsu kaget saat Yoochun sudah berhasil melecehkannya kembali "Awas kau Park Yoochun. Kembali kau!" belum lagi Junsu menangkap biang keladinya, Yoochun sudah lebih dulu melesat pergi menghindarinya. Sepanjang jalan Yoochun terus tertawa sambil berlarian di koridor menuju lapangan sekolah

Haha, saatnya membantai kelas lain

Junsu menghelas napas pelan sebelum ia menutup kembali pintu ruangannya dan meredakan emosinya dengan menghirup napas sedalam-dalamnya. Ia melangkah pelan mendekati ranjang yang tertutup tirai

"Senang mendengar apa yang terjadi?" sambil bersedekap didada, Junsu membuka tirai yang menutupi ranjang. Tempat dimana Jaejoong berbaring disana. Ia merasa pusing dan sakit kepala sehingga memutuskan untuk berbaring sebentar di UKS hingga jam mata pelajarannya dimulai

"Ng, aku baru bangun kok"

"Ya? Memangnya ada yang percaya pada maling yang tertangkap basah?" Junsu melangkah ke almari penyimpanan barang pribadinya dan mengeluarkan dua buah cangkir teh beserta tekonya

Ia mengambil dua bungkus teh serbuk dan menyeduhnya dengan air panas. Ia mendekati Jaejoong yang sudah duduk bersila diatas ranjang lengkap dengan sepatu kerjanya. Junsu iritasi melihatnya

"Tidak boleh ada sepatu diatas ranjang kecuali pasien dan pakaiannya" tegurnya

Jaejoong dengan malas membuka paksa sepatunya menggunakan kaki-kakinya

"Jadi apa yang kau lakukan disini?" Junsu menarik kursi dari meja kerjanya dan meletakkannya disamping ranjang. Sebelum ia duduk, tidak lupa satu cangkir teh yang lain ia berikan kepada Jaejoong

My Bad Student (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang