*Perpanjangan ijin menulis Fanfic ini sudah didapatkan (Kazuha Yamato)
Mempunyai murid badung seperti Jung Yunho siapa yang tahan?
Selain mesum, ternyata pria itu juga usil dan manja. Karena nilai-nilainya yang buruk dan jarang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jaejoong sedikit kecewa ketika kini perhatian Yunho semakin terbagi akibat perjanjian yang mereka sepakati dipantai dulu. Ada perasaan tersaingi ketika Yunho lebih serius memperhatikan buku-buku pelajaran yang menumpuk dihadapannya ketimbang memperhatikan dirinya
Ia juga melirik sebal saat Yunho lebih memilih bertanya kepada Yihan daripada harus bertanya padanya dalam mengerjakan soal. Padahal ia yakin jika Yihan belum tentu lebih pintar dari gurunya sendiri. Memangnya siapa yang lebih dulu ditugaskan kepala sekolah untuk membantu Yunho dalam belajar huh?
'Bukan kau Yihan, tetapi aku Kim Jaejoong' Batinnya dengan semangat yang mengebu-gebu
Kini Jaejoong merasa telah bersaing dengan Yihan dan juga buku-buku yang ada dihadapan Yunho. Mereka semua mengambil perhatian Yunho darinya. Dan hell, tidak akan Jaejoong biarkan Yunho lebih memilih untuk membawa buku-buku itu pulang ketimbang dirinya
"Yihan, kau memberi rumus yang salah pada Yunho untuk soal ini. Seharusnya kau tidak menggunakan rumus eliminasi" bohong, padahal Jaejoong tidak menyimak bagian mana yang Yunho keluhkan padanya tadi
"Benarkah? Tetapi kurasa dia benar, Jae. Lihat hasilnya sama seperti kunci jawaban" dan Yihan mengucapkan syukur saat Yunho membela kehormatannya sebagai siswa terpandai di Khirin. Entah mengapa ia merasa yakin jika Yunho mungkin adalah saudaranya yang terpisah(?)
"Iya benar saenim, tidak mungkin aku memberikan rumus yang salah. Inikan rumus yang kau ajarkan pada kami di kelas" Yihan membenarkan letak kacamatanya karena gugup jika Jaejoong meragukan kepintarannya
"Aku tidak salah, Yihan-ah. Memang rumus yang kau ajarkan pada Yunho itu salah"
"Tapi Jae...." Sebelum Yunho menyela, Jaejoong sudah lebih dulu menyeletuknya bagaikan kereta
"Diam kau" dan Yunho dibuatnya tutup mulut saat Jaejoong kini berubah menjadi gajah yang mengamuk
Ada-ada saja perubahan moodnya. Apa mungkin Jaejoong sedang lapar, ya? Tanya Yunho pada dirinya sendiri
"Hei Yihan, kurasa kita tidak perlu mengajaknya lagi dalam sesi belajar berikutnya" ucap Yunho sepelan mungkin agar hanya terdengar oleh si cupu ini saja. Dan hal itu langsung ditanggapi positif oleh Yihan. Mereka berdua saling bertatapan mengirimkan sandi morse yang hanya dipahami keduanya
Yunho merasa heran dengan perubahan sikap Jaejoong yang tidak seperti biasanya. Bila dulu ia malas belajar maka Jaejoong akan memarahinya, dan kini ia berusaha keras dalam mengejar ketertinggalannya, Jaejoong malah terlihat seperti ingin mencekiknya. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran seorang uke. Mungkin Jaejoong belum melunasi tunggakkan sewa kamarnya bulan ini. Siapa yang tahu?
.
Baru sebentar saja Jaejoong meninggalkan bocah manja itu ke kamar mandi, dirinya sudah mendapati bangku Yunho kosong diperpustakaan. Ia hanya melihat Yihan yang tersenyum kearahnya sambil mengembalikan buku-buku pelajaran kedalam raknya masing-masing