Dream Sugar : 13

8K 571 31
                                        

A/N : Sumpah makasih banget yang masih mau baca cerita gue. Makasih untuk vomments. Sorry kalau gue lama ngepost nya gara-gara faktor ngestuck ga ada ide. Mungkin part ini mengecewakan. Gue usahain untuk part selanjutnya bisa lebih menghibur dan gak mengecewakan. YEAY!

Itu aja dari gue. Happy reading~

*

Author POV

Flashback On

Zendaya memutar botol aqua dengan kencang menimbulkan kecemasan pada dahi Dirga. Putaran botol semakin pelan. Dan pada akhirnya, putaran botol berhenti tertuju pada Dirga. Dirga menepuk dahi nya pelan. Sementara Zendaya tersenyum jail.

"Truth or Dare?"tanya Zendaya dengan wajah yang patut di curigai.

Dirga menempelkan jari telunjuk di dagunya dan berpikir sejenak.

"Dare aja deh!"jawab Dirga pasrah.

Toh, dia malas memilih truth. Dia takut privasi nya akan terkuak oleh Zendaya si mulut ember. Lebih baik memilih dare yang hanya membutuhkan nyali.

"Hmmm...,"Zendaya bergumam lama.

Ia memejam matanya memikirkan dare untuk Dirga. Seakan tak kunjung datang dare untuk Dirga, dia menyisir pandangan ke koridor. Matanya menangkap sosok orang yang dia kenal di sebrang koridor dan saat itulah ide dare untuk Dirga muncul.

"Lo tembak Sugar."

Flashback Off

*

Sugar POV

Aku mengerjapkan mata beberapa kali. Otak terasa sulit berputar saat mendengar kenyataan yang terjadi.

Dirga nembak karena dare.

HAHAHAHA. Gue bego emang.

Aku memaksakan diri untuk tersenyum walaupun rasanya nyeri.

"Sorry ya Sug. Tadi cuman dare,"kata Zendaya di selipi kekehan kecil. 

Dirga hanya tersenyum tipis.

Aku menganggukkan kepala pelan lalu menunduk. Beruntung aku menggerai rambutku karena wajah kesedihanku dapat tertutup dengan rambutku. Aku menangis dan tertawa dalam waktu bersamaan.

"Sug,"panggil Dirga pelan. 

Ia hendak memegang puncak kepala ku tapi aku lebih dulu menghindar.

"Gue mau ke Voila dulu ya,"pamitku dengan gugup.

"Sug."

Entah dari mana munculnya, Voila sudah ada di sampingku. Memandangku dengan tatapan-ugh tatapan yang sangat tidak kusukai. Tatapan iba. Aku benci itu.

Dia melempar pandangan ke Zendaya dan Dirga secara bergantian. Tatapannya seakan mengartikan sesuatu.

"Ayo sug," Voila menarikku menjauh dari mereka. 

Aku berusaha untuk mengimbangi langkahnya. Aku hanya menundukkan kepala di sepanjang perjalan. Tak mau menunjukkan wajah kesedihan di depan Voila. Bahkan air mata ku menyembul di sudut mata. Aku buru-buru mengelapnya sebelum Voila melihat.

"Gue liat semuanya,"kata Voila ambigu. 

Volume suaranya kecil, cukup aku dan dia yang dapat mendengar.

"Liat apa?"tanyaku mencoba untuk menatapnya.

Voila menghentikan langkahnya lalu menoleh padaku dengan tatapan tak terbaca. Nafasnya tak karuan.

{1} Sugar : Dream SugarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang