'Antara wanita dan pria tidak mungkin terjalin hubungan persahabatan. Yang ada hanya nafsu, benci, saling memuja, dan cinta yang bukan untuk persahabatan.' -Oscar Wilde.
Pendapat yang pernah dikemukakan oleh seorang penyair asal Irlandia itu membuat Neysha—yang kala itu masih duduk di bangku SMA—mengangguk-anggukkan kepalanya setuju.
Sebuah film terkenal berjudul 'When Harry Met Sally' yang tayang pada tahun 1989 pun juga pernah mengungkapkan:
'Men and women can't be friends because the sex part always gets in the way.'
Neysha menautkan alisnya tak mengerti, tangannya beralih untuk menggapai Kamus; Inggris-Indonesianya yang ia kaparkan di lantai ruang klub basketnya.
Jemarinya dengan gesit membolak-balikkan halaman kamus kecil dan tebal itu sebelum melempar benda itu ke sembarang arah.
"Males, ah! Pokoknya, yang gue tau cowok sama cewek itu nggak bisa cuma jadi sahabat."
Neysha menyelesaikan semua pertanyaan yang muncul di kepalanya dengan membenarkan tanggapannya sendiri sembari menyomot cokelat batangannya yang telah meleleh kemana-mana.
"Ngapain lo, Nyet!"
Neysha menampar refleks wajah Zhikan yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Anjir! Gue salah apa sampai lo tabok kek gini?"
Zhikan menatap Neysha syok sembari mengusap-usap pipinya yang memerah dan terasa panas.
"Salah sendiri! Siapa suruh ngagetin gue!"
Zhikan hanya bisa mendengus sebal karena tahu ia akan tetap kalah jika terus berdebat dengan gadis keras kepala itu. Akhirnya, Zhikan memilih untuk mengaparkan tubuhnya yang masih dipenuhi keringat di karpet dan menyalakan televisi.
"Nyet, bagi cokelat lo, dong!"
Zhikan mengangkat tangannya tanpa menoleh pada Neysha yang masih guling tengkurap di sofa. Neysha melirik pria itu sejenak, sebelum tertawa misterius karena memikirkan sebuah ide jahil yang tiba-tiba muncul di kepalanya.
"Emut, nih!"
Zhikan tergelak ludahnya sendiri dan sontak terduduk dari gulingnya ketika jempol kaki Neysha hampir saja masuk ke dalam mulutnya. Neysha tertawa terbahak-bahak ketika mendapati raut wajah kaget Zhikan yang menurutnya sangat lucu dan langka itu.
Suara yang datang dari pintu, membuat keduanya pun refleks menoleh dan mengurungkan niat Zhikan yang sebenarnya kala itu sudah ingin mengajak Neysha untuk bergulat.
"Lo makan cokelat lagi, Ndut? Katanya mau diet?"
Alka menatap kedua sahabatnya yang tampak sedang bersantai ria tanpa kehadirannya. Pria itu berjalan mendekati Neysha yang tiba-tiba mengubah posisinya dari tengkurap menjadi duduk.
"N-nggak, kok! Ini punya Zhikan, gue cuma nyicip dikit, kok ...."
Neysha menggapai tangan Zhikan dan memberikan cokelat setengah batang itu untuk Zhikan yang kini hanya bisa menatap gadis itu dengan mulut ternganga.
Alka terkekeh pelan dan menggulingkan tubuhnya di sofa, menjadikan paha Neysha sebagai bantalannya. Tangannya terulur untuk menghapus sisa-sisa cokelat yang mengotori bibir gadis itu.
Neysha menelan ludahnya gugup dan menghempaskan tangan Alka dari wajahnya yang mulai memerah.
"Gue bisa sendiri."
Alka menganggukkan kepalanya mengiyakan sembari terkekeh geli ketika melihat Neysha yang mulai mengelap bibirnya dengan gerakkan kasar. Zhikan berdehem kikuk ketika melihat apa yang tengah terjadi di antara kedua sahabatnya itu dan memutuskan untuk guling membelakangi kedua manusia laknat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wildest Marriage
ChickLitNeysha tidak menyangka akan berakhir menjadi istri dari Alka-sahabatnya sendiri. Tetapi, rahasia yang disimpan Alka membuat Neysha bertanya, sampai kapan hal ini akan bertahan? *** Putus dari pacarnya setelah dua tahun menjalin hubungan, Neysha tida...
Wattpad Original
Ada 4 bab gratis lagi
