Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sorot mata itu begitu menenangkan saat dipandang-Darren Reivando
_____
Icha menunggu jemputan Abangnya di halte sekolah. Sesekali pandangannya menyapu ke jalan raya. Tangannya menggenggam ponsel, dia sedang menunggu pesan balasan dari Abangnya.
Sebenarnya, dia sangat membenci menunggu terlalu lama, tapi apa boleh buat? Dia harus selalu ekstra sabar dalam menunggu jemputan.
Rintik-rintik hujan mulai turun membasahi bumi. Icha bangkit dari duduknya, lalu melangkah ke tepi halte. Dia menengadahkan telapak tangan, membiarkannya untuk merasakan air hujan. Lama kelamaan rintik-rintik hujan tersebut turun semakin deras.
"Aishh, nasib gue begini amat." Icha merasa amat menyedihkan, berdiri di tepi halte sekolah seorang diri, dengan menatap kendaraan yang berlalu lalang di hadapannya. Dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan. Jarum pendek sudah menunjuk ke angka 5. Padahal sekolah bubar jam 3:30 PM, itu artinya dia sudah menunggu hampir 1,5 jam.
Icha merasakan hawa dingin mulai menusuk kulit tubuhnya, apalagi dia tidak mengenakan jaket ataupun sweater. Berulang kali dia mengusap-usap lengan kanan nya. Sekedar untuk menghangatkan.
Icha kembali duduk sambil memainkan ponsel untuk menghilangkan rasa bosan. Hasratnya ingin segera sampai di rumah. Dia ingin mandi, makan camilan, setelah itu berbaring di kasur seraya menonton youtube. Surga dunia pokoknya.
Ponsel Icha berbunyi, menandakan ada sebuah notifikasi masuk. Dengan gesit jari jemarinya langsung mengecek notifikasi tersebut. Senyumnya mengembang ketika notifikasi itu ternyata dari Abangnya.
Bang Gino Sori, Ca. Gue nggak bisa jemput lo,mendadak mobil gue mogok.
Perlahan senyum Icha memudar setelah membaca pesan dari Abangnya. Sama sekali dia tidak berniat membalas pesan tersebut.
Icha mengulum bibir bawahnya. "Hujan nya kok nggak reda-reda ya," ujarnya kepada diri sendiri. "Terus gue pulang sama siapa?" Icha mengusap wajahnya menggunakan telapak tangan. Rasa lelah dan kesal bercampur menjadi satu. Lelah menunggu dan kesal terhadap Abangnya. Kenapa mobil Bang Gino harus mogok sekarang?
"Nih lo pake," ujar seorang pemuda seraya mengulurkan sebuah hoodie merah maroon miliknyakepada Icha.
Kepala Icha menoleh ke samping kanan, sekilas dia menatap hoodie tersebut, kemudian beralih ke pemilik hoodie. Manik matanya bertubrukan langsung dengan manik mata sang pemuda. Namun hanya sekejap, karena dia memutuskan untuk mengalihkan pandangan.