Hari yang Jaebum tunggu pun tiba. Hari ini Jaebum memutuskan untuk bertemu teman nya itu. Jaebum harus bertemu dengannya, hari ini.
Jaebum pun mencari kontak yang ia tuju untuk ia hubungi,
"Kau dimana?" Ucap Jaebum ketika sambungan terhubung.
"..."
"Aku kesana sekarang." Tidak butuh basa basi apapun Jaebum memutuskan panggilan dan mengendarai mobilnya menuju suatu tempat.
Sesaimpainya Jaebum pun langsung menghampiri seseorang yang sedang duduk membelakanginya, dan langsung duduk dihadapanya begitu tau orang itu sudah menunggunya terlebih dahulu.
"Ada apa?" Tanya teman Jaebum sembari menatap Jaebum malas,
"Aku..." Jaebum merasakan keraguan pada dirinya kali ini. Ayolah!
"Ingin mengundurkan diri lagi?"
Jaebum mendongakkan kepalanya pada teman 'nya itu. Sepertinya temanya itu mampu membaca tujuan Jaebum datang kesini,
"Terlambat Jaebum. Tadinya aku berpikir bahwa aku bisa mebebaskanmu begitu saja karena sekarang kita berada diposisi yang sama, tapi aku mengurungkan niatku karena hal ini."
Jaebum menerima sebuah artikel dari ponsel teman 'nya itu, dan mampu membuat matanya berubah menjadi melotot.
"Kau bercanda bukan?"
"Seperti inikah wajahku jika sedang bercanda?"
Jaebum menatap kembali artikel dan wajah temannya itu berulang kali, tapi yang didapat adalah hal yang sama. Temannya itu tidak bercanda.
"Yang kita butuhkan saat ini bukan debatan, tapi sebuah rencana. Besok malam datang ke apartemenku, aku tidak begitu yakin menjelaskanya disini. Aku yakin tembok tembok restoran ini pasti mempunyai telinga."
Jaebum mengacak rambutnya dan mengusap wajahnya,
"Aku duluan."
**
Drrt drrt
Jackson meraba raba nakas sampingnya ketika merasakan bunyi getaran dari ponselnya,
Yugyeom calling...
Mata Jackson menyipit untuk melihat jelas siapa yang menelponya sepagi ini, padahal jam sudah menunjukkan pukul 7.
"Ya, hallo."
"Apa kau sibuk Jack? Mari bertemu ditempat biasa jika kau senggang."
Dengan suara suara seraknya Jackson pun menyetujui ajakan Yugyeom untuk bertemu sore nanti ditempat biasa seperti yang Yugyeom katakan.
***
Sehabis bertemu dengan teman 'nya Jaebum memutuskan untuk menemui Jinyoung, ia merasa disetiap harinya ia selalu merindukan pria tuna netra ini. Ia pun berjalan melewati beberapa lorong rumah sakit untuk menemui Jinyoung yang berada dikamar rawat putrinya, tak lupa juga ia membawa beberapa makanan dan balon untuk sang putri tercinta.
"Selamat siang~~"
"Sstttt...."
Jaebum terdiam begitu mendengar Jinyoung seperti berbisik, ternyata putrinya tengah tertidur dalam dekapan Jinyoung. Astaga, Jaebum baru saja datang untung menjenguk putrinya tapi yang didapat putrinya malah tertidur nyenyak.
Jaebum hanya tertawa kecil melihat hal itu, ia sudah terbiasa melihat pemandangan hal seperti ini. Ia pun meletakan balon yang ia bawa pada nakas samping tempat tidur putrinya dan segera mengajak Jinyoung keluar dari kamar putrinya menuju kantin rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Deficiency
Fanfiction"Bukan tentang siapa yang memuja kelebihanmu, tapi tentang siapa yang memelukmu setelah tahu kekuranganmu" - Jaebum&Jinyoung
