2. Paviliun Terlarang

2.6K 225 53
                                        


..
..
..

Kini mahasiswa fakultas seni sedang melakukan kunjungan belajar di Gyeongbokgung palace. Mereka akan mempelajari benda peninggalan dari dinasti terakhir, yaitu dinasti Joseon. Semua berpencar sesuai kelompok mereka masing-masing.

"Hei Chanyeol! Kau mau kemana?"
Tanya Kyungsoo.

Kini Kai, Chanyeol, Chen, Baekhyun dan Kyungsoo berada di depan istana yang besar, namun tidak sebesar istana utama dan di halamannya terdapat taman yang indah.

Chanyeol yang ditanya Kyungsoo hanya menunjuk paviliun di depannya dengan dagunya.

"Aishh pabo! Apa kau tidak melihat peringatan itu? Lihat papan itu! No Enter!"
Tukas Kyungsoo sambil menunjuk papan kecil di teras sebuah paviliun dengan jari telunjuknya.

Semua mengikuti arah pandang Kyungsoo dan mengernyit.

"Kenapa ada larangan untuk masuk? Padahal kulihat ini adalah bangunan terindah dari bangunan lainnya"
Tanya Kai bingung.

"Tunggu dulu!"
Interupsi Chen, kemudian dengan cepat Chen membuka sebuah peta yang mereka dapatkan saat memasuki pintu istana ini.

Semua mulai mengerubungi Chen.

"Lihat ini! Kita berada di titik ini, sebentar..."

Semua memperhatikan apa yang dilakukan Chen.

"Omo! Ternyata ini adalah daerah di istana Gwanghwamun, dan lebih tepatnya kita berada di paviliun terlarang yakni paviliun milik sang putri pada masa dinasti Joseon"
Pekik Chen.

"Paviliun terlarang? Oh! Jadi benar cerita yang di bacakan Kyungie kemarin?"
Tanya Baekhyun.

Kyungsoo mengangguk, sedangkan Chanyeol dan Chen termangu.

Lain halnya dengan Jongin, dia memutar bola matanya bosan.
Ck, mereka mulai mengkhayal lagi..
Batin Jongin.

"Ya sudah, daripada kita akan mendapatkan masalah jika kita berada di sini, lebih baik kita ke tempat lain saja"
Ajak Kyungsoo dan di angguki oleh anggota kelompoknya.

Chanyeol menggandeng Baekhyun mulai memimpin langkah mereka diikuti Chen dan Kyungsoo.

Kai mendengus pada Chen yang tersenyum padanya dan dia yang berada di paling belakang.

"Aaarrrhggghhh...! Hiks.. hiks..."

Kai yang baru akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba terhenti. Dia menoleh dan memandang aneh paviliun terlarang itu.

Apa aku salah dengar? Aku seperti mendengar teriakan juga tangisan... astaga! Apa paviliun itu angker?.. hiiii...
Batin Kai bergidik.

Jujur dia takut. Tapi entah kenapa dia merasa ada sesuatu di paviliun terlarang itu.

..
..
..

Di lain tempat, seorang putri dengan peluh dan keringat di seluruh tubuhnya kini tergolek tidak berdaya. Nafasnya terengah dan matanya terpejam. Dahinya berkerut karena menahan sakit dan lelah yang teramat.

Putri itu adalah putri Oh Sehun. Entah berada di mana dia, yang jelas dia di kelilingi oleh kegelapan dan hanya sendirian. Sudah sekitar 100 tahun lamanya dia menderita, terkurung, dan tersiksa.

Free and ProtectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang