9. Rencana

199 6 5
                                        

"Cinta selalu membawa kesulitan, itu benar. Tetapi sisi baik darinya adalah, cinta itu memberi energi."
-Azza-

***

"Iya Bun, 2 minggu lagi Adam Ujian Nasional." Jawab Adam.

"Yasudah nak Bunda doakan semoga ujianmu lancar dan hasilnya juga memuaskan. Jangan lupa berdo'a sama Allah nak, minta pertolongan supaya diberi kemudahan saat mengerjakan soal-soal ujian nanti." Balas Bunda nya.

"Aamin. Na'am Bun, syukron."(Amin. Iya Bun, terimakasih) Adam membalas sambil memeluk Bunda nya.

Percakapan tadi membuat Bunda Adam senyum-senyum sendiri. Bagaimana tidak? Kalau Adam 2 minggu lagi sudah melaksanakan UNAS berarti pernikahan Adam dan Azza bisa dipercepat. Mungkin 3 minggu lagi atau 1 bulan lagi.

'Kan pas tuh setelah Adam selesai Ujian langsung menikah. Berarti minggu depan harus segera khitbah Azza.' Batin Bunda Adam.

***

Di sekolah

Sekarang Adam dan Azza menjadi agak canggung jika bertemu. Entah kenapa setelah keduanya mengetahui jika akan dijodohkan mereka menjadi malu jika sedang berpaprasan di sekolah. Padahal di dalam hati masing-masing menyimpan sejuta kebahagiaan.

Aih
Baper lagi author nye.

Hari Selasa. Dimana hari ini kelas Adam dan Azza sama-sama sedang ada pelajaran olahraga. Entah kebetulan atau apa kelas mereka jam pelajaran olahraganya sama pada pukul 08.30. Kini sudah memasuki jam tersebut, setelah semuanya berganti pakaian mereka langsung menuju ke lapangan.

Kelas Adam diajar oleh Pak Taufik, sedangkan kelas Azza diajar oleh Pak Agung. Memang di sekolah mereka ada 3 guru olahraga. Dan untung saja guru olahraga Adam dan Azza berbeda. Kalau tidak, pasti Adam dan azza merasa risih dan tidak tenang saat olahraga.

Adam dan teman-teman nya mulai melakukan pemanasan yang diperintahkan oleh Pak Taufik. Mereka disuruh mengelilingi lapangan basket sebanyak 3 kali putaran. Setelahnya itu mereka hanya disuruh latihan untuk passing atas bola voli. Adam sangat pandai dalam permainan ini. Gerakan tubuhnya begitu menguasai teknik-teknik yang sudah diajarkan Pak Taufik. Oleh karena itu, tak sedikit perempuan yang tertarik padanya.

Beda hal nya dengan Azza. Setelah ia melakukan pemanasan, kini ada penilaian teknik lempar bola basket. Dan ia sangat tidak pandai dalam hal ini. Ia hanya pasrah mendapatkan nilai berapa asalkan sudah berusaha batin nya.

Tetapi tanpa disangka ternyata Azza lah yang mendapat nilai tertinggi di akhir penilaian itu. Ia benar-benar tidak menduga akan hal ini. Yang semulanya tidak pandai dalam permainan basket, kenapa ia menjadi hebat begitu saja.

'Ahh alhamdulillah.' batin Azza.

Tak terasa pelajaran olahraga 3 jam sudah selesai. Kini masing-masing kelas Adam dan Azza kembali ke kelas untuk melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajarnya.

Ketika sudah sampai di kelas Azza.

"Habis ini pelajaran apa ya Za?"

"IPA sih kayaknya."

"Widih, Bu Aulia dong."

"Iya neng, kenapa kok langsung lemes gitu?"

"Gimana gak lemes, killer banget tuh guru. Baru magang aja udah sok-sok an banget. Mana kalau ngasih tugas banyak banget."

"Husst gak boleh gitu, dosa loh ntar."

"Hehe maaf deh. Abisnya gak ada rasa kasihan gitu sama muridnya."

HARAPAN DALAM DOACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang