Part 8 - Decision

2.2K 90 7
                                        

Hallooo, i'm back. Huwehehehehe.
Siapa yang kangen William sama Adriana angkat tangan 😁
Nih ku kasih updateannya, jangan lupa vote dulu seblum baca yaak.
Kecup sayang ,muach
Happy reading guys.

-----------------------------------------------------------

Well, mungkin Adriana adalah pengecualian.

William menghentikan langkahnya saat Adriana tiba-tiba saja berhenti melangkah. "Ada apa?" Tanya pria itu.
"..."

Merasa tidak mendapat jawaban, pria itu menoleh dan mendapati Adriana terdiam dengan binar kagum di matanya dan mulutnya yang terbuka lebar.

"This is wonderfull!!!" Pekik gadis itu kagum.

William menolehkan kepalanya kembali kearah villanya, kemudian menyeringai lebar.

"Welcome to our kingdom, my queen."

-----------------------------------------------------------

Mata Adriana membelalak, ia menatap William dan villa dihadapannya secara bergantian dengan mulut menganga lebar.

Mendapati reaksi Adriana yang terpukau seperti itu membuat William senang bukan main. Pria itu dengan segenap tenaga berusaha untuk menekan wajahnya sendiri agar tidak tersenyun, dan malah menghasilkan sebuah seringai menyebalkan-menurut Adriana.

"Ayo masuk," ajaknya kemudian.

Pria itu meletakkan tangannya di belakang punggung Adriana, dan menuntunnya untuk masuk ke dalam villa tersebut.

Sesaat Adriana menginjakkan kakinya di dalam villa tersebut, gadis itu kembali berdecak kagum. Villa yang dari luar memang terlihat menakjubkan itu membuatnya semakin menyukainya.

Tanpa mempedulikan William, Adriana berjalan sendiri tanpa di komando. Ia menyusuri setiap sudut rumah itu dengan William yang tetap setia mengikutinya dari belakang tanpa banyak bicara.

"Dari mana kau tau ada villa seperti ini?" Tanya Adriana, membuka percakapan.

"Ini milikku," jawab William singkat.

Adriana mendengus, sebenarnya ia ingin membantah lagi, tapi ia mengurungkan niatnya itu mengingat kalau hal itu bukan urusannya sama sekali.

"Apa semua wanitamu kau bawa kesini?" Tanya gadis itu lagi.

"Tidak."

Tidak perlu seketus itu juga kali! Pria menyebalkan!

"Akan kutunjukkan kamar kita, ayo."

Tanpa menunggu reaksi Adriana, William berjalan menjauh dengan tubuh tegang. Adriana melengos melihat hal tersebut. "Apa-apaan sih pria itu? Aneh sekali!"

Walaupun sambil menggerutu, Adriana tetap mengikuti William dari belakang pria itu.

Baru beberapa detik ia berjalan, ia kemudian berhenti mendadak dan melotot. "Tunggu dulu! Apa yang kau maksud dengan kamar kita?! Kau gila ya? Ingin mati?!"

William terus berjalan naik ke lantai dua tanpa mempedulikan Adriana yang berteriak-teriak di belakangnya. Dalam hati ia tertawa karena reaksi gadis itu sangatlah lambat.

Dasar bodoh, William membatin.

"Cepatlah!" William berseru agak keras saat ia merasa Adriana masih belum mengikutinya kembali.

"Brengsek!"

Sumpah serapah yang keluar dari mulut Adriana entah kenapa malah membuat William bergairah. Pria itu mendengus, mencoba mengabaikan tubuhnya yang memanas secara mendadak. Terlebih saat ini gadis yang merupakan penyebab gairahnya tersulut itu sedang berjalan di sampingnya.

My Protective Mr. ArogantStories to obsess over. Discover now