Ugh.. Ugh.. Ugh
Suara seorang gadis yang terbaring lemah di rumah sakit yang sedang dirawat karena penyakitnya kambuh. Namanya Ananta Keira Swan, Putri dari Kartika Swan dan Michelle Swan. "Bunda" panggilan Ananta untuk ibunya. Dan "Ayah" panggilan Ananta untuk Ayahnya. Ayah dari Ananta adalah seorang mualaf, karena keluarga ibu dari Ananta sangat kuat dengan Islam. Jadi, ayahnya Ananta masuk Islam.Ayahnya Ananta adalah warga negara Jerman, sedangkan ibunya Ananta adalah warga asli Aceh, Indonesia. Ananta mengidap penyakit kelainan jantung. Sekitar 2 tahunan ia mengidap penyakit ini. Dia memiliki 2 orang sahabat yang bernama, Amora Zakiallie, dan Astrid Fressia.
Ananta adalah seorang gadis berhijab, karena memang di ajarkan dari keluarga ibunya. Kedua teman Ananta pun menggunakan hijab, karena Ananta selalu memaksa jika kedua temannya itu pergi dengannya harus memakai hijab. Akibatnya, kedua sahabatnya itu terbiasa memakai hijab jika pergi keluar ataupun didalam rumah.
Ananta adalah gadis yang berprestasi, Ia duduk di kelas XI, tepatnya XI - 2, dia sekelas dengan Astrid. Sedangkan Amora tidak sekelas dengan Ananta, Ia duduk di kelas XI - 3. Mereka bersekolah di salah satu sekolah elite dikawasan Jakarta Timur. Dan merupakan sekolah islam.
"Ananta.." Amora dan Astrid berteriak bersamaan.
"Astaghfirullah.."Ananta terkejut dan mengelus dadanya.
"Kalian mau ngapain?" Tanya Ananta.
"Gue bingung pr yang dikasih sama Bu Diah, jadi... gue mau nyontek deh.." Jelas Astrid sambil cengar cengir.
"Hmm" Ananta mengendus.
"Abis itu kita jalan-jalan deh." Ajak Amora."Ya udah nanti, kalo udah selesai ngerjain prnya kita jalan-jalan, tapi kalian bilang sama bunda yh" Jelas Ananta.
"Siap.." Ucap Astrid dan Amora hanya mengangguk.Beberapa jam kemudian.. Ananta bersiap untuk pergi berjalan-jalan sama Astrid dan Amora. Juga Amora sudah bilang sama bunda, dan bunda mengizinkan mereka untuk pergi. Setelah bersiap, Ananta bergegas menuju ruang tamu. Dan mereka pun siap untuk pergi. Mereka menaiki mobil Ananta, dan yang mengendarai adalah Astrid.
"Kita mau kemana?" Tanya Ananta.
"Ke taman aja, mau gak?" Astrid memberi usul.
"Ya udah, kita ke taman aja."Amora menyetujui.
Ananta mengangguk, dan akhirnya mereka pergi menuju taman yang di tuju. Ketika sampai, mereka berlari bagaikan anak kucing yang baru diizinkan pemilik nya untuk keluar dari kandangnya.Mereka bermain perosotan, ayunan, dan segala macam permainan yang ada di taman itu. Ketika lelah mereka beristiharat dengan candaan ala mereka.
"Guys, liat deh ibu-ibu itu." Ucap Astrid membuka pembicaraan.
"Iya, emang ada apa?" Tanya Amora penasaran.
"Ibu ibu itu pakai baju transparan, sampe dalemannya keliatan." Ucap Astrid.
"Mana?" Ananta penasaran
Astrid menunjuk ibu ibu itu.
"Ha ha ha" Mereka tertawa lepas.
"Udah yuk, kita beli es krim." Ajak Ananta.
"Ayo." Amora dan Astrid bersamaan.Mereka berjalan menyusuri jalanan taman itu, dan pada akhirnya mereka berhenti ditukang es krim.
"Bang, rasa coklat satu sama vanila dua yah." Pinta Astrid.
"Siipp, neng." Kata penjual itu.Penjual itu pun memberi es krim sesuai yang diminta pelanggannya. Dan Astrid memberi uang sesuai harga es krim itu.
"Makasih ya, bang." Ucap Ananta
"Iya, sama sama neng." Jawab penjual ituMereka bermain perosotan, ayunan, dan segala macam permainan yang ada di taman itu. Ketika lelah mereka beristiharat dengan candaan ala mereka.
"Guys, liat deh ibu-ibu itu." Ucap Astrid membuka pembicaraan.
"Iya, emang ada apa?" Tanya Amora penasaran.
"Ibu ibu itu pakai baju transparan, sampe dalemannya keliatan." Ucap Astrid.
"Mana?" Ananta penasaran
Astrid menunjuk ibu ibu itu.
"Ha ha ha" Mereka tertawa lepas.
"Udah yuk, kita beli es krim." Ajak Ananta.
"Ayo." Amora dan Astrid bersamaan.Mereka berjalan menyusuri jalanan taman itu, dan pada akhirnya mereka berhenti ditukang es krim.
"Bang, rasa coklat satu sama vanila dua yah." Pinta Astrid.
"Siipp, neng." Kata penjual itu.Penjual itu pun memberi es krim sesuai yang diminta pelanggannya. Dan Astrid memberi uang sesuai harga es krim itu.
"Makasih ya, bang." Ucap Ananta
"Iya, sama sama neng." Jawab penjual ituMereka berjalan mencari bangku taman terdekat. Ketika mereka telah menemukan bangku taman, dan ternyata bangku taman itu ada kecoanya. Terlintas di pikiran Astrid dan Amora untuk mengerjai Ananta, karena Ananta sangat takut dengan serangga itu. Sesekali mereka saling bertatapan mata. Astrid mengambil kecoa itu dengan kedua tangannya.
"Ananta!!" Teriak Astrid melempar kecoa itu ke arah Ananta.
Otomatis Ananta menengok ke arah Astrid dan terkejut ketika mendapati kecoa sedang menempel di tubuhnya. Ananta lompat lompat agar kecoa itu pergi dari tubuhnya, bahkan dia sampai berlari lari dengan wajah tak biasa. Astrid dan Amora tertawa terbahak bahak melihat tingkah Ananta. Ananta terus berlari agar kecoanya pergi dari tubuhnya.BRUKK...

KAMU SEDANG MEMBACA
ANANTA
Teen FictionTerdapat seorang wanita muslimah yang mengidap suatu penyakit. Yang bertemu dengan seorang lelaki yang cool tetapi perhatian.