🎄🌌🌌🎄
Aku tersenyum pelan melihatnya tertawa dengan kencang dari jarak yang terbilang jauh.
Melihatnya tertawa membuat hatiku senang.
Bibirnya yang tebal dan berwarna merah membuatku sangat ingin mengecupnya.
Aku terkekeh melihatnya saat mengunyah kue tart dengan lahap.
Aku bangkit dari dudukku menyudahi acaraku melihatnya dari jauh.
Aku tersenyum dan melangkahkan kakiku pergi.
Aku harap aku bisa melihatnya dari jarak dekat.
Kali ini, aku melihatnya dari jarak jauh lagi.
Kenapa aku selalu melihatnya dari jarak jauh?
Kalian ingin tahu alasanku?
Karena.. Entahlah, aku tidak bisa menjelaskannya.
Aku mengeluarkan sebuah kotak susu lalu meminumnya sambil mengamati gerak-geriknya dari jauh.
Dia benar-benar menawan.
Aku harus berterima kasih pada Tuhan karena telah menciptakan makhluk yang sangat sempurna ini.
Surai rambutnya yang hitam sedikit bergerak karena angin menerpa rambutnya.
Aku tersenyum tidak henti-hentinya melihat lelaki yang sangat kucintai itu.
Dan tidak lama dari itu, ia bangkit dari duduknya dan melesat pergi.
Ah, sayang sekali. Ia sudah pergi dan aku harus terpaksa menyudahi acara kebiasaanku.
Tapi tidak apa-apa, besok aku bisa melihatnya kembali.
Seperti biasanya, aku melihatnya kembali dari jarak jauh.
Rasanya aku ingin sekali berada disampingnya.
Menggenggam tangannya, memberikan senyuman hangat dan membisikkan sebuah alunan cinta kepadanya.
Aku menarik kedua sudut bibirku melihatnya mengotak-atik ponselnya dengan wajah yang terbilang menawan itu.
Sedang apa ia dengan ponselnya itu? Dia sedang melihat apa?
Entahlah.
Ketahuilah bahwa dia benar-benar membuatku tidak bisa bernafas seakan aku tidak bisa menghirup oksigen.
Dia benar-benar sempurna.
Tapi..
Siapa wanita yang tiba-tiba datang dan duduk disebelahnya?
Mereka tampak terlihat akrab.
Mereka berbincang-bincang seperti sepasang....
Kekasih?
Wah.. Mereka benar-benar tampak seperti sepasang kekasih yang sangat serasi.
Mungkin aku telat.
Telat untuk menyadari jika ia sudah mempunyai kekasih yang sangat cantik itu.
Aku tersenyum melihat mereka dan pergi menjauh dari tempatku berada.
Tanggal 25 Desember.
Hari yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua orang.
Malam ini,
malam natal yang sungguh indah.
Ditemani dengan secangkir coklat hangat dan juga kue jahe yang baru keluar dari oven.
Aroma manis.
Aromanya membuatku tenang.
Menyesap pelan coklat hangat dan menatap keluar jendela melihat ramainya orang berlalu-lalang di malam natal.
Enak sekali mereka merayakan natal dengan orang yang mereka sayang.
Sedangkan aku? Orangtuaku berada diluar negeri.
Dan,
Pasti mereka sedang meminum eggnog.
Aku menghela nafasku dan menatap
coklat panasku.
Andai... Aku mengucapkan perasaanku terlebih dahulu.
Andai sajㅡ
"Kau Yoon Jeonghan, 'kan?"
Suara ini..
Dengan cepat aku mengarahkan kepalaku melihat wajahnya yang sedang tersenyum.
Apa aku sedang bermimpi?
Dan.. Ia tahu namaku?
Bagaimana bisa..
KAMU SEDANG MEMBACA
My Thoughts ✅
FanfictionIt's all about JEONGCHEOL SHORT FICTIONS. Next work: ⚫SELENE 6.23 ⚫House Of The Beast [The Man With Mask] ⚫Thank You × Jeongcheol. [TY - ver1] ⚫Always In My Heart × Jeongcheol. [TY- ver2] ⚫I Can't × Jeongcheol. [TY- ver3] ⚫HYDRANGEA - Abo...
