Suasana pagi yang cerah, Clyxa bangun dengan semangat pagi yang cerah. Ia mengambil handuk dan seragam sekolahnya dan beranjak ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi paginya.
15 menit kemudian. Clyxa keluar dari kamar mandi dan mengemas barang-barang yang akan ia bawa ke sekolah serta membersihkan kamarnya. Tidak lupa ia menyiram tanaman Bunga Aster miliknya, ia tidak ingin kejadian lama terulang lagi. Merasa semua sudah beres, ia menggendong tas sekolahnya dan membuka pintu kamar serta langsung beranjak turun ke lantai bawah melewati beberapa anak tangga.
"Pagi Bu!" Clyxa menyapa Ibunya yang sedang mengoleskan roti dengan selai nanas. Ia pun duduk di hadapan Ibunya dan mengambil roti serta selai stawberry untuk memulai harinya.
"Ehh, gadis Ibu satu-satunya. Ini Ibu udah bikinin kamu teh hangat, biar perut dan tenggorokan mu hangat." Ucap Ibu Clyxa serambi menyodorkan teh tersebut ke hadapan Clyxa.
Clyxa melebarkan senyum manisnya kepada Ibunya. "Makasi Bu." Ucap Clyxa lalu meminum teh yang di berikan Ibunya.
10 menit kemudian. Clyxa memakai sepatu sekolahnya di teras rumah. Ibunya datang menghampirinya. Clyxa bangkit berdiri setelah selesai memasang sepasang sepatunya di kedua kakinya.
"Bu. Aku pergi dulu yah" Pamit Clyxa lalu mencium tangan Ibunya tercinta.
"Iya, baik-baik ya di sekolah. Belajar yang rajin" Pesan Ibunya. Clyxa hanya mengangguk dan memberi senyuman terakhir pada pagi harinya untuk Ibunya. Clyxa pergi ke garasi dan mengambil sepeda miliknya dan mengendarainya pergi ke sekolah.
🍀
"Hoyy, diam kek!"
"Entah bising banget!"
"Apasih, terserah dong"
"Lalala...!"
Ya, tampaknya suasana sebuah kelas yang ribut. Ini adalah kelas Clyxa. Clyxa tak mempedulikan kehebohan dan keributan teman-teman sekelasnya, ia hanya mencoret-coret buku kosong yang hanya di khususkan untuk dirinya menggambar saat bosan.
"Hoy, diam!" Suara debrakan pintu sekaligus suara seruan dari salah seorang perempuan di kelas mereka.
"Apa sih, Lasha" Tanya seorang dari mereka yang membuat kelas ini tadinya bising.
"Ini, Clyxa kamu di panggil Pak Kepsek segera." Ucap Lasha di ambang pintu kelas.
Clyxa yang mendengar ucapan Lasha segera bangkit berdiri dan menghentikan aktifitas menggambarnya. "Emang ada apa?" Ujar Clyxa.
"Gatau nih, langsung aja coba ke sana. Aku juga bener-bener gatau" Jawab Lasha seraya memberikan ekspresi tidak tau.
Clyxa menghembus nafas lalu berjalan menuju keluar kelas. Clyxa berjalan sesuai suruhan Lasha, di panggil Pak Kepsek itu berarti dia harus ke ruang Kepsek. Apa yang membuatnya harus di panggil?
Saat mulai mendekati ruang Kepsek, sebuah perasaan tak enak atau bahkan buruk menimpa Clyxa. Clyxa merasa akan ada sesuatu yang mungkin buruk terjadi padanya. Apa mungkin sebab kejadian kemarin? Clyxa memperhatikan kedua tanganya, berharap agar sihir tersebut tidak menguasainya saat ini. Ia takut jika ia secara tiba-tiba menyihir Pak Kepsek serta staff lainnya.
Inilah saatnya, Clyxa harus memasuki ruangan Kepsek. Clyxa mengetuk pintunya pelan.
Tokk... Tokk...
"Masuk." Suara Pak Kepsek mempersilahkannya masuk terdengar oleh Clyxa yang berada di luar ruangan.
Clyxa menghela nafas lalu membuangnya. Ia memegang kenop pintu tersebut dan membukanya perlahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Maguxal
Fantasy[Fantasy - Romance] Clyxa Violet Carolline, gadis yang tinggal di Bumi. Gadis yang sangat menyukai alam tumbuhan di penuhi bunga-bunga indah. Sampai akhirnya sesuatu terungkapkan, ia harus pindah sekolah. Selama di sekolah barunya ia mempunyai teman...
