Bab 11. PENDEKATAN

41 10 3
                                    

"Salsa lo mau bareng?" Tanya Dara saat berada di dalem mobil yang terbuka kacanya.

"Engga lo duluan aja!! Supir gue dikit lagi sampe ko tenang aja." Jawabnya dengan santai.

"Ohh ya udah gue duluan yaa. Dahh..." ujarnya dengan tangan yang melambai di udara.

"Dahh. Hati hati yaa" balas Salsa.

Beberapa menit kemudian supirnya tak kunjung datang Salsa sering kali melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangan untuk mengecek waktu.

"Duhh lama bangat si." ujarnya dengan wajah yang menoleh ke kanan dan kekiri.

Dengan hati gusar Salsa mendengar gerungan motor besar dari belakang. Salsa pun menoleh dan terdapat seorang pria yang di balut jaket hitam dan tas di punggungnya dengan menggunakan helm Salsa pun mengerutkan dahinya karna tak mengetahui sosok yang berada di hadapannya.

Pria itu mendekatkan motornya kepada Salsa dan membuka helmnya sontak Salsa membulatkan matanya melihat seorang malaikat berwujud manusia tengah menatapnya.

"Lo belom di jemput?" tanyanya dengan suara dalam yang lembut.

"be,,belom." jawab Salsa gugup karna terlena melihat ketampananya.

"Ayoo bareng!! Lagi pula kan kita satu tujuan. Tetanggaan lagi." balasnya dengan senyuman.

"Terimakasi Jos tapi sebentar lagi Supir gue sampai ko." ujarnya dengan penyesalan karna telah menolaknya.

"Lo ngerti kata Mubajir ga??" tanyanya yang membuat Salsa kebingungan.

"Apa hubungannya?" jawab Salsa bertanya tanya.

"Yaa adalah Tuhan menciptakan Motor lewat manusia. biar kita sesama manusia bisa saling menolong. Jadi mubajir kalo ada dua tempat duduk tapi ga di pake buat nolongin orang." Jelasnya panjang lebar selebar Dunia hingga Salsa sulit untuk menjabarkannya.

"Kebanyakan penjelasan lo Jos. Yaa udah gue nebeng yaa?" jawabnya pasrah, dan hati yang sedikit senang.

"Nah gitu dong,, ayo naik!" ujarnya dengan cengiran yang terlihat di bibir.

Saat di perjalanan hanya ada keheningan yang menyelimuti karna mereka belum begitu dekat hingga ragu untuk menyapa satu sama lain. Mereka mulai memasuki komplek dengan rumah yang beragam jenis ada yang bertema klasic modern hingga adat budaya akan tetapi rumah rumah itu berkesan mewah megah dan indah walaupun berbeda jenis dalam satu komplek.

Mereka pun berhenti di depan rumah yang bertingkat dua dengan pilar pilar yang kokoh dan beberapa pepohonan untuk menambah kesan asri pada lingkungannya.

"Terimakasi yaa Jos buat tumpangannya." ujarnya dengan memberikan helm kepada Josua.

"Bukan apa apa ko. Oya kapan kapan gue boleh kali maen kerumah lo." gumamnya

"Yaa boleh lah Jos kan rumah kita tetanggaan." balasnya dengan senyuman.

"Ya udah gue masuk dulu yaa Jos." lanjutnya.

"Iya hati hati Sal."

Salsa pun berbalik dan berjalan menuju gerbang saat hendak sampai gerbang entah apa yang Salsa pikirkan ia pun tersandung dan terjatuh.

"Aaww" decitnya saat Salsa ambruk.

Josua yang hendak memutar motor untuk pulang kerumahnya mendengar suara decitan ia pun menoleh dan melihat wanita cantik yang tengah duduk di depan gerbang dengan tangan yang memegangi kaki kirinya. Sontak Josua pun mematikan motornya dan menuju Salsa.

"Lo ga papa Sal." tanyanya dengan menjajarkan tubuhnya kepada Salsa.

Saat melihat Salsa memegangi kaki Josua pun ikut memeganginya dan Salsa meringis kesakitan"Aww Aww jangan di pegang."

"Ko lo bisa jatuh gini si Sal, lo lagi mikirin apa si??sampe ga konsen gitu." tanyanya dengan mengelus ngelus kaki Salsa dan  sedikit meluruskannya tanpa aba aba dari Salsa, Josua langsung menarik dan sedikit menekannya lalu di putar putar dengan tangannya sontak Salsa kaget dan rasa sakit mulai ia rasakan.

"Aaww sakit Joss, lo mau matiiinn gue Joss." ringisnya saat Josua menekannya.

"Emng gue psikofat yang suka matiin orang!!. Tenang sebentar lagi sembuh ko tadi cuma sedikit kepelintir aja." Jelasnya membuat Salsa lega karna tidak di bunuh Josua saat ia memegang kakinya. Pikiran Salsa sudah kacau balau karna telah di sentuh Josua walaupun hanya kaki.

Saat beberapa saat Salsa mulai merasa membaik di kakinya, bisa di gerakan tanpa ngilu sedikit pun.

"Kayanya udah membaik ini Jos." Ujarnya dengan kaki yang di gerakan ke kanan dan ke kiri.

"Kayanya ada yang lecet,, sebentar.." katanya saat melihat cairan merah seperti darah tengah menggupal di kaki Salsa. Dengan cepat tangannya di masukan ke kantong celananya dan terdapat sapu tangan lalu di bungkusnya kaki Salsa dengan sapu tangannya.

"Udah Jos ga usah repot repot lukanya cuma sedikit ko."

"Mau luka sekecil apapun kita harus obati Sal." Jelasnya tak mau kalah dan membuat Salsa tersenyum.

"Ohh ya udah makasi yaa Jos lo udah banyak nolongin gue." gumamnya dengan mata membinar.

"Iyah ga papa ko, oya hp lo mana?" Ujarnya membuat Salsa kebingungan lalu ia menyerahkan ponselnya ke Josua.

Josua pun mengambilnya dan mengetik sesuatu yang membuat Salsa terdiam."Ini udah gue save nomor hp gue ke hp lo biar nanti jika lo kesandung, apa ga bisa matiin sower, apa sulit buat makan pake sendok gue siap ko ngebantu lo Sal." Jelasnya membuat Salsa tertawa geli melihat Josua dengan modus murahannya yang mampu membuat Salsa baper.

"Bilang aja lo modus kan Joss." ledeknya yang membuat Josua tersenyum malu dan menoleh kesamping menyembunyikannya.

Salsa pun memegangi dagu Josua dan mereka bertatapan dengan kekehan yang masi menghiasi wajah cantik Salsa dan ia pun berujar. "Pijitan lo enak Jos, pasti lebih asik jika lo yang pijit gue dari pada jasa pijit spa." katanya yang membuat Josua membulatkan matanya dengan sadar ia telah di samakan oleh jasa pijit spa. Seringai telah terukir di bibirnya tanda balasan yang akan berujung menyenangkan akan dimulai. Di latar depan gerbang yang menjadi lantar akan canda gurauan dua insan yang sama sama tengah mengalami interaksi hati saat mereka bersama.

 Di latar depan gerbang yang menjadi lantar akan canda gurauan dua insan yang sama sama tengah mengalami interaksi hati saat mereka bersama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

<<<<<<>>>>>>>

Aaaaa Josuaa bikin author gigit jari 😂

Tekan bintang yaa jangan lupa FOLLOW akunku yaa dan satu lagi comment dan kerritik kalian akan menjadi pondasi buat cerita ini

#author banyak maunya*plakk😂😍
Salam kenal Linda apriani😆

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 28, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dear JosuaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang