"Ih, gue bingung deh sama yang ngirim surat ini, kesannya agak gimana gitu," gerutu Vonny sambil melipat surat yang baru ia baca.
"Surat itu datang lagi ke lo?"
Vonny mengangguk dan mengeluarkan lima buah amplop dari tasnya. "Udah lima. Lagian gue bingung deh, Ken, gue dari dulu nggak pernah punya penggemar rahasia, tiba-tiba aja nih."
Kenneth mengambil amplop-amplop merah milik Vonny dan melihatnya satu persatu. "Niat juga ya,"
Kenneth baru saja ingin membuka amplop tersebut, namun Vonny langsung menahannya dan mengambil kembali amplop itu.
"Ehhh, jangan. Gue nggak enak sama si penulis surat kalau suratnya dibaca sama orang selain gue."
Kenneth hanya tersenyum tipis, ia lalu berdiri dan mengelus kepala Vonny pelan.
"Oke, biar lo nggak terlalu suntuk sama laporan dan berhubung siang nanti lo nggak ada kelas, gue mau ajak lo jalan. Udah lama gue nggak jalan sama lo," Kenneth langsung meraih tangan Vonny dan berjalan di sampingnya.
Sementara Vonny, hanya bisa terdiam. Untuk pertama kalinya, seorang Kenneth seperti ini pada dirinya.
📩📩📩
KAMU SEDANG MEMBACA
Sugar Cube
Short StoryKupikir awalnya hanya orang iseng yang meletakkan amplop merah di dalam kotak posku. Namun herannya, amplop itu kutemukan lagi di dalam kotak posku, dikirimkan pada hari yang sama setiap minggunya, hari Senin. © 2018 by thymesya illustration from pi...