Friendzone

35 1 0
                                    

Karena putus. Aku berusaha belajar untuk beradaptasi tanpa kedatangan Raka kembali. Aku berpikir ini adalah keputusan yang baik bagiku, namun juga tidak mudah untuk dijalani.

Raka selalu mengirimku pesan dan meneleponku berkali kali. Aku ingin menjawabnya, tapi ini tak mungkin. Luka yang diperbuat oleh Raka sangatlah dangkal.

Ah sudahlah! Aku merindukan Raka.
Aku menyegerakan menjawab pesan darinya.

"Apaan sih Rakaa"

"Maafin aku ya sayang"

"Itu adalah sebuah omong kosong yang kamu lontarkan padaku kesekian kali."

"Enggaaaaa. Seriuss aku minta maaf banget"

"Maaf Raka. Hatiku belum bisa menerimamu."

"Gapapa, cuma maafin aku dulu. Aku janji tak lama hatimu bakal pulih"

"Aku nggaperlu janji. Yang aku minta hanyalah bukti."

"Aku ingin kita sama sama walaupun kita masi belum sempat untuk bersatu."

"Basi."

"Jahat banget sii, nanti tamba jelek loh"

"Apaan sih. Receh banget"

"Bagaimanapun kamu ke aku. Aku tetap menyayangimu."

Tak kujawab pesan dari Raka. Yang ada hanya membuatku menangis.
Aku berpikir, mengapa Raka tega menarik ulur perasaanku.

-----

Senin dipagi hari, kegiatan yang paling menyenangkan adalah upacara.
Aku melihat Raka, dia seperti memandangku, melihat bagaimana keadaanku dalam kejauhan. Bodo amat bagiku.

"Panas nih, maju woy" kataku

Barisan depan sedikit maju agar aku jauh dari panasnya matahari. Udah hati panas, masa iya ditambah panas lagi?

Setelah upacara, Raka seperti memandangku lalu menghampiriku.
Aku berjalan cepat agar terhindar dari Raka.

Tiba tiba, Raka berlari dan menggenggam tanganku. Sehingga perjalananku terhenti.

" ke kantin dulu yuk, ini kan istirahat"

Aku tetap terdiam. Batinku hanya berkata "mana ada sekolah abis upacara langsung istirahat?"
Iya, itu hanya karangan Raka saja. Bego emang.

Sesampainya di kantin, Raka membawakanku minuman dan dia mulai menatapku.

" aku tau kamu masi belum bisa menerimaku kembali, tapi ya jangan memutuskan tali silaturahmi"

"Ya jangan tanya kenapa aku belum menerimamu. Jangan salahin aku dong"

"Lucunyaa kalo ngambeeek" lalu Raka mencubit pipiku.

Terasa biasa saja, tak ada spesial spesialnya.

----

Jadi, kegiatan hari ini adalah, pensi. Setelah pensi, beberapa hari selanjutnya adalah rapotan. Setelah rapotan, ada LIBURAN.

Ngomong ngomong soal Raka, ia kali ini mengikutiku kesana dan kemari semenjak tragedi kemarin. Sebenernya risih, tapi juga senang.

Dia, 2014kuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang