Pagi hari, saat itu aku lagi patah hati karna seseorang yang kucintai. Bukan Raka, namun Lutfi. Iya dia adalah Lelaki sebelum singgahnya Raka di benakku.
Aku pergi ke sekolah dengan hati yang murung. Bus sudah parkir di lapangan, sebelumnya Raka mengirimku SMS
" Cantik, duduk dibusnya sama aku po'o."
"Hmm gimana ya, aku gamau Lutfi marah."
"Yauda deh gapapa kok"
Aku sudah masuk di bus, dan duduk bersama Ningrum. Aku masih memikirkan SMS Raka kemarin, akhirnya aku memutuskan untuk menjawab SMS Raka.
"Bang, aku mau deh duduk sebelahan."
Agak jijik sih manggilnya 'abang' sama 'cantik'. Karna dulu pada zamannya adalah zaman zaman lebay. Malu? Iya. Disgusting? Banget.
Karna keadaanku sama Lutfi hari ini masih cekcok, waktu buka facebook ternyata aku melihat foto si lutfi duduknya sama cewe lain. Makanya aku berubah pikiran buat duduk sama Raka.
Waktu duduk sama Raka, serius rasanya tuh deg degan dan gatau tiba tiba suasana jadi hening masing masing.
---------
Tujuan selanjutnya adalah Bakpao telo, Malang. Raka menghampiriku,
" ambilo jajan, tak bayarin."
Ya karna aku orangnya simple dan gamau berat berat. Ambil seadanya aja deh. Gatau kenapa, kayak Raka tuh beberapa hari ini beda aja ke aku.
-------
Aku duduk kembali didalam bus bersama Raka, aku tak mempedulikan Lutfi. Hanya Raka saat itu yang aku ingin.
Banyak yang lelah dengan kegiatan hari ini, sampai pada akhirnya aku tak sadar tertidur dipundak Raka. Saat aku tertidur, Amalia menatap Raka. Dia menuding diriku dan tersenyum seperti ingin mengatakan"Lihatlah, dia tertidur dipundakmu. Istirahat dalam dekapmu"
Lalu Raka hanya tersenyum, dan menyuruh Amalia diam. Membiarkan diriku melampiaskan kelelahanku.
-------
Dalam istirahatku, aku terbangun. Bus berhenti dan semuanya bingung. Mengatakan bahwa bus dalam keadaan mogok, dengan terpaksa harus pindah dengan bus yang lain.
Saat pindah bus, tak sengaja bus yang kumasuki adalah bus dari kelasnya Lutfi. Teman teman Lutfi menatapku,"Duduk sini! Sama Lutfi."
" i.. iyaa hehe"
Aku menjawabnya penuh dengan keraguan dan aku merasa tidak enak karna dalam satu bus itu, juga ada Raka.
Aku hanya duduk diam. Tidak ada mood untuk memperhatikan Lutfi. Aku hanya mengkhawatirkan Raka.
Setelah sampai tujuan, Surabaya. Aku telah dijemput oleh ayah. Sekilas aku mencari Raka lalu tersenyum kepadanya dan melambaikan tangan.
Sampainya di rumah, ada SMS dari Lutfi.
"Putus ajadeh, aku ganyaman."
"Iyaudah."
Singkat padat dan jelas.
***
Keesokan harinya, ntah kenapa aku semangat buat ke sekolah. Iya, bertemu Raka.
Memasuki kelas aku melihat Raka, aku tersenyum malu karna dia menatapku.
Disaat adanya jamkos, aku dan teman temanku bermain truth or dare.
Saat giliranku tiba, Nabil berkata" ayo pilih truth or dare."
"Dare aja dahh."
Mereka berunding, lalu
" darenya, megang tangan Raka 10 detik!!"
Raka tersenyum, dan menghampiriku sambil menjulurkan tangannya.
Akupun tersipu malu, lalu dia mulai menggenggam dan aku sengaja tidak menggenggam tangannya karna masi malu kesekian kali.
Ahh hari hari ini terasa senang!-------
Sampai dirumah, rasanya lelah tapi juga bahagia. Ada SMS masuk dihpku
"Haloo cantiik"
"Ngapaiin?"
"Aku pengen ngomong sesuatu, tapi malu. Bisanya disini"
"Kenapa emangnya?"
"Aku pengen kamu jadi milikku"
"Yahh, kenapa ga langsung aja?"
"Aku takut ngga kamu terima, maaf ya"
"Iya nggapapa, aku mau kamu juga jadi milikku"
Sejak hari itu,
20 Februari 2014
Adalah hari memulainya statusku dengan Raka.***
Mungkin banyak dari kalian yang bilang ini lebay, yakarna ini masi awal awal jadian.
Tapi lamban laun semakin lama menjalin sebuah hubungan dengan Raka, menurutku semakin menarik. Karna dimana cinta itu diuji dan disisi lain ada kebahagiaan yang terselubung dari sebuah kesederhanaan.
Ya baca terus ajadeh pokonya!

KAMU SEDANG MEMBACA
Dia, 2014ku
Teen FictionMemang benar aku tlah jatuh hati kepada kesederhanaan dilan dan keromantisan nathan. Walaupun kamu berbeda dari mereka berdua, ntah kenapa kamu punya cara sendiri yg membuatku jatuh cinta. Memang cinta itu tak ada habisnya. Iya, tak ada habisnya un...