Jujur

510 98 15
                                        


"Oooh, sepupuan toh" raut seungcheol yang tadinya mengeras mulai kembali normal. Seungcheol manggut-manggut, akhirnya paham hubungan antara sowon dan mingyu.

Iya, akhirnya eunha memilih jujur. Eunha ingat janjinya kemarin yang ngga bakal bohong lagi.


Flashback

Di ruang tamu (yang jadi satu dengan ruang makan) kosan kunpas, Joshua lagi ngajarin Yuju mata kuliah yang dia asistenin, sedangkan Eunha juga lagi di sana tapi lagi nyalin catetan yang tadi dia foto di kelas. Yuju yang merasa haus pun beranjak dari kursinya hendak mengambil segelas air, tapi jari kelingking kakinya kepentok kaki meja.

"ANJIR!!!!" teriak yuju kesakitan sambil refleks memegang kakinya.

"Heh mulutnya ya, ngomong kasar mulu" tegur eunha.

"Ngomong anjir doang elah, lagian reflek juga"

"Mau ngomong 'penyu!' sekalipun kalo memang niatnya ngumpat mah ya ngumpat. Tobat woy"

"Apaan ngomong tobat lu sendirinya juga suka bohong!"

Malah berantem. Eunha memang kurang suka denger orang ngomong kasar, sedangkan yuju tak terima disuruh tobat oleh orang yang hobi mupuk dosa dengan berbohong.

"Sudah, sudah. Ga ada yang lebih baik antara kebiasaan kalian. Yuju, benar kata eunha. Ngga baik ngumpat, dengan kata-kata apapun. Jaga ucapan, karena mulut kita diciptakan bukan untuk ngomong kasar. Eunha juga, ngga boleh bohong lagi. Dan ingat, ngga ada bohong untuk kebaikan. Itu cuma tipuan dunia yang menghalalkan kita supaya merasa bohong itu ngga dosa. Coba mulai sekarang setelah kalian tau yang kalian lakuin itu ngga baik, berubahlah dan mulai kebiasaan yang baik" akhirnya bang Josh pun melerai pertengkaran mereka dan memberikan wejangan kepada mereka.

"Iya sih, bang. Ga baik ngomong kasar. Walaupun susah karena udah kebiasaan gue coba deh untuk berhenti" sesal yuju.

"Una juga usaha ngga bohong lagi deh"

Flashback kisah pertobatan yuju-eunha end.


"Jadi, sebenarnya adek sowon itu mingyu dan bukan kamu dek?" kini seungcheol memastikan lagi ke eunha.

"Iya bang, lagian una juga ngga nge-iyain pas abang nanya kemaren"

"Hmm iya juga. Tapi kita udah terlanjur dekat gini ya gara-gara abang ngirain kamu adeknya sowon HAHAHAHA" seungcheol tertawa, tapi eunha merasa bersalah.

"Maaf ya bang, padahal udah sering morotin abang juga"

"Selow ae dek. Yang penting kamu juga tetep bantuin abang kan ya" kata seungcheol menenangkan, kemudian melanjutkan acara makannya. Eunha pun lega.

Memang kalo jujur pun rezeki ngga bakal lari.


&&&


Meskipun terungkap bahwa eunha bukan adeknya sowon, hubungan seungcheol-eunha masih tetap akrab. Seperti kata seungcheol bahwa mereka udah terlanjur dekat, jadinya sekarang eunha dianggap adek sendiri sama seungcheol. Untung eunha bukan orang baperan, dijadiin adek kesayangannya seungcheol pun eunha tetep b aja.

Kaya sekarang, mereka janjian nonton film bareng. Sebenarnya mau ngajak jeonghan juga tapi katanya lagi ada deadline, jadinya nonton berdua doang. Mereja janjian nonton film action, genre favoritnya eunha. Seungcheol mah oke aja karena pemeran ceweknya juga cakep.

"Na, karaokean yuk bareng anak-anak lain" ajak donghyuk, ketua angkatan jurusannya eunha.

"Skip dulu ya, dong. Udah ada janji" tolak eunha. Eunha mengangkat teleponnya yang sedari tadi berbunyi.

"Udah di gerbang bang? Oiya itu una udah lihat. Oke una otw. Dadah gaess" pamit eunha kepada teman-temannya sambil menutup teleponnya.

"Si eunha ngga ikut?" tanya mingyu melihat eunha keluar dari rombongan anak mesin 15.

"Udah ada janji lain katanya" jawab donghyuk sembari menggidikkan bahunya.

"Hmm" gumam mingyu sambil melihat eunha yang kini naik ke motor yang menjemputnya. Orang yang menjemputnya ngga kelihatan karena ketutupan helm, tapi motornya kelihatan familiar.


#####


Rombongan anak mesin masih karaokean, mingyu izin keluar sebentar karena ada telepon. Karena di dalam lobby tempat karaokenya juga masih berisik, jadinya mingyu nerima telepon di depan pintu masuk lobby tempat karaokenya.

"Iya, ma. Ntar deh aku cek lagi. Iya iya, dadahh. Love you too mam" mingyu pun memutuskan sambungan teleponnya. Baru hendak kembali ke dalam tempat karaoke, mingyu menangkap seseorang yang dikenalnya di pandangannya.

"Hah itu si euna ngga sih? Jalan berduaan ama cowok, pantesan ga ikut" gumam mingyu. Matanya mengerinyit, mencoba mengenali sosok yang jalan bareng eunha.

"Lah bang seungcheol????? Pantesan tadi motornya familiar" mingyu tetap memperhatikan interaksi mereka. Mereka ketawa-ketawa doang dan kadang eunha malah nendangin betisnya seungcheol, ngga ada mesra-mesranya. Tapi reaksi seungcheol yang malah ngacak-ngacak rambut eunha membuat mingyu semakin bertanya-tanya.

"Bang seungcheol sama eunha pacaran?"



========================================

Akhirnya update >w<)/~

Terima kasih sudah setia menunggu sarden yang tiada kepastian ini :(

Maaf juga chapter ini isinya ngga terlalu banyak m(-..-)m

 Finally seungcheol-eunha terciduk oleh mingyu. Bagaimana kisah selanjutnya? Nantikan saja~

Oiya, sarden ada wacana nih nambah story baru. Tentang ITK juga tapi oneshot dan castnya lebih rame, para k-idols ngga cuma svtgf doang. Adakah yang sudi membaca??


KEEP VOMMENT YAAAKK!!

Institut Teknologi KoriyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang