86 reunited

719 120 33
                                        


Hari ini kelompok 86 foto studio bareng. Anak-anak kelompok 86 memang deket-deket semua. Grup chat mereka juga masih aktif dan masih penuh bacotan. Jadilah mereka berkumpul di studio pukul 7 malam, agar mereka yang kuliah sampai jam 6 ngga terlalu buru-buru dan masih sempat pulang. Mereka kompak menggunakan kaos hijau tua, kaos angkatan 2015, sedangkan kakak-kakak mentor kompak menggunakan kaos mentor yang berwarna kuning.

"Kok warna kaos kakak lebih terang sekarang sih kak? Perasaan pas orientasi kemaren warnanya kuning-kuning kumuh gitu" celetuk bambam kepada mentor sebangsanya, Ten.

"Iyalah, kan kemaren-kemaren ngga sempat dicuci nih baju. Makanya dekil" jawab Ten enteng.

"Buset pantesan kemaren waktu aku duduk dekat kakak ada bau-bau ewh" Yuju memandang hina Ten, diikuti yang lain. Ten memang hina.

"Pantes warna baju kamu beda sendiri, Ten! Makanya cuci kering dong kaya aku sama jeongyeon" Yerin geleng-geleng kepala. Walaupun sebenarnya anak geologi jarang mandi tuh sudah biasa.

"Dah ah, udah lewat! Sekarang hubungin si Mingyu tuh tinggal dia yang belum dateng, biar kita cepet fotonya" Ten mengalihkan fokus pembicaraan. Yang lain sibuk menghubungi Mingyu yang dari sejak Korea merdeka sampe sekarang jawabnya otw mulu.

Tidak sampai 10 menit, Mingyu sampai ke studio, disambut dengan caci maki dari anak kelompok 86 lainnya yang berkarat nungguin Mingyu nyampe ke studio. Mingyu hanya bisa cengengesan. Memang salahnya sendiri udah tau studionya jauh tapi masih ngotot jalan kaki dari kosan. Mingyu memang maniak jalan kaki. Hidup sehat katanya.

Setelah mereka berfoto ria di studio, mereka memutuskan untuk makan bareng. Semua setuju, meskipun ada yang ngga makan malam tapi tetep ikut ngeramein doang. Mereka masih berdiri di luar studio berdiskusi tentang mau makan apa. Perdebatan mereka untuk menentukan tempat makan lebih panas daripada sidang paripurna dpr.

((sarden sisipin anak produce101 ya jadi anggota kelompok 86 hihiy))

"Burger king ajalah lagi promo" cetus Sewoon.

"Ga mau junk food gue mah. Pizza hut aja yuk" Yuju menyanggah idenya Sewoon.

"Elah katanya gamau junk food ujung-ujungnya pizza. Gue maunya sushi tei" kata Bambam tenang.

"Kalo elo yang bayarin ya. Lo ga ngira-ngira apa disono mahal woy. Tidak mahasiswawi" cibir Mingyu. Iyalah, meskipun ini tanggal 1 yang notabenenya masih tanggal muda, nyatanya ia belum dapat kiriman karena ditunda emaknya sampe lusa.

"Dah ah makan tteokbokki aja lah kuy" ajak Ten.

"Jangan jajan doang dong, Ten. Aku maunya makan berat" ujar Yerin tidak setuju.

"Setuju. Dimana dong ini makannya?"

Semua sibuk berdebat mau makan dimana kecuali satu anak yang daritadi mau nimbrung ngasih ide tapi gajadi karena yang lain pada nyolot semua. Jeongyeon ngenotis anak itu. Berhubung jeongyeon juga udah gedeg lihat perdebatan tanpa ujung ini, akhirnya dia buka suara.

"STOP KALIAN SEMUA!! Daritadi nentuin mau makan dimana aja lama bener kaya orang pacaran. Karena kalian daritadi udah pada bacot dan ga ada hasil, gue saranin biar si Hyubin yang ga ngomong daritadi aja yang nentuin. Ada yang keberatan?" putus Jeongyeon sambil melotot. Jelas tidak ada yang berani menyanggah dan terpaksa menyetujui saran Jeongyeon.

Hyunbin yang mendadak ditunjuk sebagai penentu ragu. Tadi dia memang kepikiran pengen makan dimana tapi ragu ngomongnya karena pasti disanggah yang lain. Tapi karena dia udah punya hak mutlak, yasudah dia suarakan saja.

Institut Teknologi KoriyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang