Hari Bahagia

30 3 0
                                    

Sambil dengar lagunya...


"MAS REZA. " berlari-lari ke dapur menghampiri Reza yang lagi sarapan "Fix aku terkena serangan jantung." dengan serius

"hah? " cuma bengong mendengar perkataan adiknya

"Benaran mas, semalam aku kena serangan jantung." memegang jantungnya

Tiba-tiba berdiri langsung memegang jidat Dinda  "Masih aman terkendali." kembali duduk

"Haduh, mas apa-apan sih,  aku nggak demam tapi kena serangan jantung dadakan, ayo ke dokter. " mengguncang-guncang badan Reza

"Stop, jangan ganggu saya, wahai roh yang ada di dalam keluar, cepat keluar! Kalau tidak akan ku sembur engkau dengan kopi hitam." memegang kepala Dinda dan memukul belakangnya

"Sakit mas. " melepaskan diri dari Reza "Apa-apan sih, emangnya aku kesurupan, mau di sembur dengan kopi segala."

"Kirain. " sambil memakan roti

Serentak mba Lisa dan Aris tertawa berbarengan "Hahahaha."

"Kamu juga sih Din, ada-ada aja, serangan jantung dadakan, suka ngaco kalau ngomong."  merapikan piring

"Tapi benaran kog, semalam jantungku berdetak cepat sekali hampir nggak bisa napas, terus bangun-bangun udah siang. " meyakinkan ceritanya

"Paling juga abis nonton drama-drama nggak jelas gitu." melirik Dinda

"Nggak mas, sumpah terkewer-kewer." menaikkan dua jari ke atas

Langsung Aris mengikuti gerakan dan perkataan Dinda "Umpan awel-awel." terus berlari ke ruang tengah

"Aris nggak boleh niru onti, itu kan Din jangan suka yang aneh-aneh. "

Tiba-tiba saja terdengar bell berbunyi dari arah depan. Aku langsung ke sana melihat siapa yang datang pagi-pagi begini.

"Assalamualaikum." dari balik pintu

"Walaikumsalam, iya sebentar. " sambil membuka pintu, dan kaget
"Arya?"

"Hai, calon pacar."

"Hah? Kamu ngapain ke sini? " terkejut

"Mau ketemu tulang rusukku." berdiri depan pintu

"Tulang rusuk?  Di sini bukan warung daging. " bingung

Terdengar suara dari dalam "Siapa Din?"

"Teman aku Mas."

"Kakak kamu iya? " masih tetap di depan pintu "Aku nggak di suruh masuk ini?" protes

"Oh iya, maaf ayo masuk, silahkan duduk. "

"Gitu kek dari tadi pegel berdiri mulu." sambil duduk

"Kamu tau dari mana alamat rumahku?" bingung

"Tadi sebelum ke sini, aku ketemu sama malaikat jodoh, terus bilang ke aku kalau Dinda Maharani itu sudah di catat jodohnya sama Arya perdana. Makanya di kasih deh catatan tentang hidup kamu. "

"Hais, kamu ini gombal bangat, masih pagi." cemberut "Mau minum apa?"

"Apa aja yang penting dari kamu. "

"Oh, racun tikus mau."  menaikkan kedua alisnya

"Buset, sadis amat. " kaget

"Hahaha, habis katanya sembarang, ya udah tunggu aku buatin minum." berlalu pergi ke dapur

Beberapa menit datang mas Reza ke ruang tamu penasaran dengan siapa yang bertamu.

"Oh, ada tamu. "

Smile LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang