Rasa Sakit

52 2 0
                                    

"Apa maksud dan tujuan anda mengundang saya ke sini?" berdiri di samping meja sambil menatap dingin ke arah orang di depannya

"Duduk lah dulu Clau, nggak enak berbicara sambil berdiri. " lalu berdiri menarik kursi dan mempersilahkan duduk

"Saya nggak ada waktu untuk ini shawn." sambil merapikan blazer

"Saya cuma minta waktu 5 menit, tidak lebih. " masih mempersilahkan duduk

"Waktu saya sangat berharga, kau ingat itu." menatap dengan dingin sambil melipat tangan

"Saya tau Clau, untuk kali ini, plaese.... "

Melangkah pergi sambil perkata "Kau membuang waktuku dengan percuma." berlalu makin jauh

"Kau melakukannya lagi Clau, semakin sakit rasanya hati ini. " menatap sedih ke arah Clau yang sudah melangkah jauh

Clau memacu mobilnya begitu cepat rasa kesal yang kini di rasakan, bagaimana tidak waktu bagi dia sangat berharga dengan setumpuk pekerjaan yang menunggunya. Kenapa dia mesti menerima undangan shawn tadi.

Sesampainya di kantor Clau langsung berkutat dengan kertas-kertas berharganya, tiba-tiba seseorang mengetok pintu.

Mengetok dengan pelan  "Permisi bu." lalu masuk ke dalam ruangan

"Iya, ada apa Rin?" tetap fokus sama pekerjaannya

Meletakkan map di atas meja dengan pelan  "Ini bu, mapnya." sedikit gugup

"Hm." tenpa melirik sama sekali

Hendak melangkah pergi, tiba-tiba saja Rini mengingat sesuatu dan langsung ke posisi semula "Oh iya, tadi Mami ibu telpon, katanya ibu di suruh menghubunginya."

"Mm. "

Sekarang Rini benar-benar keluar meninggalkan Clau yang sibuk dengan kerjaannya.

Hujan turun hari ini membasahi bumi begitu pula hati Clau. Masih terlihat jelas banyangan mantan kekasihnya itu, sesosok malaikat pelindung yang selalu ada buatnya kini sekarang menjadi butiran tetesan hujan.

"Lepaskan Clau. " tiba-tiba datang di balik pintu dan menghampiri Clau yang masih melamun memandangi hujan di balik kaca-kaca kantornya

"Nggak semudah itu Ver." masih menatap arah luar dengan meneteskan air mata

"Enough, ini hampir 3 tahun, dan loe masih seperti mayat hidup." sambil berdiri di samping Clau

"Terlalu indah untuk di lupakan, seandainya takdir bisa di ubah. " terdiam dan menundukkan kepala

"Oh my god.... Clau sampai kapan sih, loe nyiksa diri kaya gini? Hidup itu terus berjalan."

Langsung memotong pembicaraan "Ada apa loe ke sini?" pergi menuju kursi

"Kebiasaan selalu saja, menghindar. Gue ke sini mau ngasih ini. " menyerahkan sebuah map

"Ok thanks." mengambil map

"Oh iya, buat apa sih loe beli tempat ini? Tumben bangat. " penasaran

Menatap tajam ke arah Vera sang pengacara "Masih ada yang di bicarakan?"

"Ok, gue ngerti. " membalikan badan hendak pergi "Sebelum itu, gue cuma mau ngasih tau loe, ini mungkin udah berjuta-juta kalinya. Jangan pernah nyalahin diri loe sendiri apalagi takdir, semua ini udah kehendak sang pecipta, ikhlaskan Daniel biar dia tenang di sana Clau, udah cukup loe nyiksa diri. Ingat loe itu cuma manusia bukan malaikat atau dewa. " benar-benar pergi meninggalkan Clau

Claudya cuma bisa termenung, betapa sakitnya yang dia rasakan. Kekasih yang di sayang pergi meninggalkannya tanpa pesan, seandainya waktu bisa di putar, mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi. Daniel dan Clau bisa hidup bahagia sekarang mempunyai anak yang lucu tapi itu cuma sebatas impian kenangan masa lalu.

Apa sesakit ini mencintai seseorang? Menahan berjuta kerinduan, yang tak akan pernah usai. Air mata Clau pun jatuh tak terbendung lagi mengingat semua tentang Daniel yang selalu menjadi penyemangat hidupnya.

*****

Memori, 2013

"Sayang, lihat deh di luar. " menunjuk arah luar

"Emang ada apa." sambil menoleh

"Hujannya turun, indah iya." tersenyum kecil

"Indah dari mana sih, sayang. Kamu itu suka aneh deh. " bingung

Memegang pipi sang kekasih "Kamu tau nggak, tiap tetesan hujan adalah malaikat pelindung bagi orang-orang yang mempercayainya." lalu mengecup kening kekasihnya

"Oh gitu, terus." masih menunggu cerita selanjutnya

"Aku janji akan menjadi malaikat pelindungmu kapan pun dan dimana pun itu. " tersenyum

"Kamu so sweet bangat, sini sini kiss dulu." lalu mencium pipi sambil tersenyum

"Jadi kamu nggak usah takut basah kalau hujan. "

"Bukannya takut basah, tapi kan nanti sakit kalau kena hujan."

"Hujan itu bukan virus yang mematikan, melainkan anugerah terindah coba liat deh butiran tetesannya bening." membelai kepala Claudya

"Kamu itu ya, ada aja jawabannya heran deh. " sambil tersenyum ke arah Daniel

Mereka pun melangkah pergi meninggalkan warung tempat berteduh.

Beberapa jam kemudian mereka sampai di sebuah rumah mewah, di kalah itu hujan sangat deras. Sebenarnya Clau menahan Daniel pulang tapi tidak di hiraukan perkataannya. Daniel tetap pulang dengan alasan masih ada hal yang mesti di urus.

"Sayang ini masih deras loh, nanti aja pulangnya. " dengan cemas

"Kan aku udah bilang, hujan itu akan ngelindungin aku. Tenang aja." meyakinkan Clau

"Tapi tetap aja, aku khawatir nanti kamu kenapa-napa lagi. "

"Hehehe, kamu ini selalu aja kaya gini. Aku janji kalau udah nyampe langsung hubungin kamu." memakai jaket dan helm hendak mau pergi

"Iya deh... Tapi janji ya, langsung kabarin aku. " menggenggam tangan sang kekasih.

"Siap nyonya Gabriel Daniel." sambil tertawa

"Hahaha...  Dasar, hati-hati bawa motornya jangan ngebut ini lagi hujan. " tersenyum manis

Daniel pun pergi meninggalkan rumah Clau untuk selama-lamanya tak pernah kembali. Kecelakaan motor yang di alaminya sangat parah, hingga nyawanya tidak bisa di selamatkan lagi. Senyum manis itu lah kenangan terindah yang di miliki Clau bersama sang kekasih.

Kesedihan teramat dalam yang di rasakan Clau itu sangat beralasan, pasalnya dua bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Betapa terburuknya di kalah itu dia harus menerima kenyataan kehilangan sesosok malaikat pelindung yang selalu ada untuknya.

Bukan cuma itu Clau juga harus menelan rasa sakitnya lagi. Sahabat terbaiknya tega menghianatinya, menghancurkan semua usaha yang sudah dia bangun.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 09, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Smile LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang