Ch 4 - Sia-sia

6K 684 75
                                        

Seprai di kamar hotel itu sudah tidak berbentuk karena jimin meremas-remasnya dari tadi.

"Nngghhh... Taehhhh.."

Taehyung menciumi jimin dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Dia bahkan tidak merasa jijik untuk mengulum jempol kaki jimin saat ini.

"Jangan lakukan itu, aku jijik."

Kata jimin sambil mengatur nafasnya saat bunyi 'plop' terdengar karena taehyung melepaskan kulumannya.

"Jijik tapi kau mendesah."

Kata taehyung.

'Dia ini cantik-cantik tidak jujur. Satu-satunya yang jujur hanya tubuhnya saja.'

Batin taehyung.

"Beri tanda disini saja."

Tunjuk jimin ke lehernya.

"Yakin disitu?"

"Iya."

"Tidak mau disini?"

Tanya taehyung, menunjuk dada jimin.

"Tidak mau, aku geli. Tadi saja rasanya seperti.."

"Seperti?"

"Seperti... Menyusui bayi besar.."

Kata jimin, menjawab asal pertanyaan taehyung. Karena sebenarnya dia terlalu sensitif jika dimainkan bagian itu. Nanti yang ada dikeluar cepat. Sekarang ini kan mereka sedang berlomba untuk menahan ejakulasi dini(?).

Kalau dia kalah, dia harus melakukan 'blow job' seminggu penuh pada taehyung kapanpun dan dimanapun pria itu menginginkannya. Tapi kalau dia menang, taehyung akan menolak semua ajakan jisoo selama sebulan penuh dan akan pergi bermain dengan jimin. Taehyung juga harus mentraktir jimin makanan apapun dan sebanyak apapun yang dia inginkan.

"Sayangnya, ini lima menit giliranku untuk berusaha. Jadi kau, tidak berhak mengaturku, chimmy sayang."

Kata taehyung, memegangi kedua tangan kecil jimin kuat-kuat dan mendekatkan wajahnya ke puting sebelah kanan jimin. Baru menyentuh ujungnya saja, tiba-tiba ponsel taehyung berdering.

'Aishhh... Siapa yang mengganggu kesenanganku.'

Batin taehyung, melepaskan jimin dari cengkramannya lalu mengambil ponselnya dari atas meja dekat kasur mereka.

Bukan apa-apa sebenarnya. Dia hanya takut kalau itu dari ibunya, Kim yoongi. Bisa panjang urusannya kalau dia lama-lama mengangkat telepon.

"Eoh? Jisoo-ah.."

Taehyung mengangkat telepon tanpa melihat siapa yang menghubunginya terlebih dahulu. Tapi yasudahlah, bagi taehyung itu hal yang biasa. Hanya saja, tidak bagi jimin. Mendengar nama jisoo keluar dari mulut taehyung, benar-benar merusak seluruh mood yang dia miliki.

Terbukti dengan kini jimin yang memakai kembali pakaiannya dengan cepat. Lalu mengambil handphone-nya sebelum kemudian membanting pintu kamar hotel itu dengan keras.

"Astaga! Kenapa dia harus membanting pintu seperti itu?"

Kata taehyung, kaget. Dia masih menempelkan ponsel ditelinga kanannya. Dia yakin, jisoo juga pasti terkejut karena mendengar debuman pintu barusan.

Padahal kan jisoo hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan mereka berdua.

Merasa aneh?

Jangan aneh.

Dulu, jisoo memang sempat menjadi anak pancing untuk keluarga kim.

Ya...

Walaupun yoongi dan hoseok menikah lebih dulu daripada namjoon dan seokjin, tetap saja mereka sulit mendapatkan anak.

[End] Teman HidupCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang