~Play The Multimedia~
Author POV
08.00 malam di rumah Han Ah-reum . . .
Ah-reum sedang membaca buku sambal berbaring di kasur empuknya ketika Kim Junmyeon mengetuk pintu dan masuk. Ah-reum hanya menatapnya sebentar lalu kembali membaca bukunya. Ah-reum masih kesal dengan kejadian malam itu dan masih tidak ingin berbicara dengan Jun-Myeon.
"Mwohae?" Tanya Junmyeon sambal duduk di atas Kasur, disamping Ah-reum.
Ah-reum menutupi pandangan pada Junmyeon dengan buku, "tidak bisakah kau melihatnya?"
"Kau masih marah ya?"
Ah-reum hanya diam dan terus membaca.
"Yoksi, aku tahu kalau akan seperti ini. Tapi aku harap kau tidak akan menolak ini." kata Junmyeon sambil meletakkan sebuah Tupperware ungu berbentuk hati di samping Ah-reum.
Ah-reum mengangka sedikit bukunya lalu kembali menutup pandangannya dengan buku"Apa ini?" Tanya Ah-reum.
"Bukalah!"
Malas-malasan Ah-reum bukunya dan membuka Tupperware itu
Ah-reum POV
Malas-malasan aku membuka Tupperware ungu itu. VANILLA BLUE PUDDING. Mataku membulat seketika melihat makanan favoriteku ada di hadapanku.
"Andwae! Aku kan sedang marah. Aku tidak boleh lemah hanya karna VANILLA BLUE PUDDING ini." Ujarku dalam hati.
"Kau bisa memakannya, aku sedang tidak lapar" kataku sambil berusaha untuk tidak tergoda.
"Hm, ok." kata Junmyeon, meraih Tupperware itu dari hadapanku yang membuat mataku mengikuti arah Tupperware itu pergi.
Sambil menyendoki pudding itu, Junmyeon berkata "kebetulan aku sedang lapar, jadi aku makan saja skalian."
"owh, owh, andwae puddingku..." karena tidak tahan, aku pun menyambar tangannya dan merebut pudding itu.
"Yaah! bagaimana bisa kau memakan punya orang. kau kan sudah memberikannya padaku." kataku lalu memakan pudding itu dengan lahap.
"mmmm.... masitda" gumamku yang hamper meleleh karna pudding buatan Junmyeon itu sangat lezat.
Di depanku, Junmyeon tersenyum penuh kemenangan.
"Aku tahu kalau kau tidak akan pernah menolak pudding ini."
"bodoh! aku tidak peduli jika sekarang aku terlihat bodoh dihadapannya karna rasa vanilla pada pudding ini sudah cukup menghapus kekesalanku padanya"
Junmyeon nampak asyik menatapku yang tengah asyik bergerilya dengan pudding itu.
"Apa sih lihat-lihat?" tegurku
"Ani, kau hanya terlihat sangat menggemaskan saat sedang makan." katanya, tersenyum.
"Apaan sih." kataku lalu meludeskan potongan pudding yang terakhir. "Hmm...enyaaak"
"kau sudah selesai?" Tanya Junmyeon lalu menarik tanganku, pergi keluar dari kamar.
"Kita mau kemana sih?"
Junmyeon tidak menjawab dan terus menarik tanganku. Sekarang kami berdiri di depan bagasi mobilnya.
"Kita ngapain sih disini?" Tanyaku semakin penasaran.
Junmyeon lalu membuka bagasi mobilnya lalu nampaklah boneka Nemo berukuran raksasa disana.
"Nemo? omo, kau tahu darimana aku sedang menginginkan Nemo?" seruku lalu mengambil boneka yang besarnya dua kali lipat melebihi diriku. kupeluk erat-erat Nemo itu.
"Apa sekarang kau masih marah padaku?" Tanya Junmyeon.
Aku menggeleng cepat .
"XOXO juseyo?"
Aku lalu melepas sebentar Nemoku, lalu meloncat memeluk Junmyeonku dengan erat lalu mengecup cepat pipinyaa.
"makasih Junmyeon Oppa." kataku lalu kembali memeluknya.
***
Kim Junmyeon POV
Sore itu sepulang dari kantor aku pergi ke sebuah toko boneka dan membeli sebuah boneka Nemo berukuran raksasa. Aku hendak membelikan itu untuk Ah-reum. Semenjak malam kejadian bersama Hong Nana, hubunganku dengan Ah-reum sedikit dingin dan aku tidak tahan dengan itu, Jadi kuputuskan untuk membeli boneka Nemo dan membuatkannya Vanilla Blue Pudding kesukaannya dengan harapan hubungan kami akan membaik.
Sesampainya di rumah, aku tidak melihat Ah-reum. Mungkin dia sedang di kamarnya. Syukurlah, aku jadi punya waktu untuk mempersiapkan pudding itu tanpa ketahuan.
Setelah pudding sudah jadi dan tertata apik di dalam Tupperware ungu berbentuk hati, aku berjalan menuju kamar Ah-reum. Sebelum masuk aku mengetuk pintu. Terlihat Ah-reum sedang asyik membaca buku dan hanya menatapku sebentar lalu kembali ke bukunya.
"rupanya dia masih marah." Gumamku dalam hati.
Aku lalu mencoba untuk memulai pembicaraan
"Mwohae?" Tanyaku sambil duduk di atas Kasur, disamping Ah-reum.
Dia menutupi pandangannya dariku dengan buku "tidak bisakah kau melihatnya?"
"sepertinya ini akan sulit" gumamku lagi.
"Kau masih marah ya?" tanyaku
Ah-reum hanya diam dan terus membaca.
"Yoksi, aku tahu kalau akan seperti ini. Tapi aku harap kau tidak akan menolak ini." kataku sambil meletakkan sebuah Tupperware ungu berbentuk hati di samping Ah-reum.
Kulihat dia mengangkat sedikit bukunya dan melirik Tupperware ungu yang ada di sampingnya lalu kembali menutupi pandangannya dengan buku "Apa ini?" Tanya Ah-reum
"Bukalah!"
Ah-reum meletakkan bukunya dan malas-malasan membuka Tupperware itu. Setelah dia membukanya, bisa kulihat matanya seketika membulat. Saat itu juga aku tahu bahwa dia tidak marah lagi padaku.
"Kau bisa memakannya, aku sedang tidak lapar" kata gadis menggemaskan ini.
Dia nampak berusaha keras untuk menahannya dan kalian tahu itu sangat menggemaskan sampai-sampai aku ingin memeluknya. Kemudian terlintas ide jail di kepalaku.
"Hm, ok." kataku, meraih Tupperware itu dari hadapan Ah-reum.
Sambil menyendoki pudding itu aku berkata "kebetulan aku sedang lapar, jadi aku makan saja skalian."
Sebelum pudding itu berhasil masuk ke mulutku, Ah-reum sudah merebutnya lalu memakannya. Melihatnya begitu lahap memakan pudding itu, aku tahu bahwa aku telah menang. Dia selalu nampak menggemaskan ketika makan. Pipinya nampak menggembung ketika dia makan dengan lahap, seolah-olah di dunia ini hanya ada dia dan makanannya. Aku tidak pernah bisa menahan senyumku ketika melihat dia makan.
Setelah pudding itu ludes, aku mengajaknya untuk pergi ke mobil untuk memberi kejutan bagian kedua.
"Kita ngapain sih disini?" Tanyanya penasaran.
Sesaat setelah aku membuka bagasi mobil, reaksi yang kuharapkan muncul dari gadis menggemaskan ini.
"Nemo? omo, kau tahu darimana aku sedang menginginkan Nemo?" serunya bahagia lalu mengambil boneka yang besarnya dua kali lipat melebihi dirinya. Dia memeluk erat-erat Nemo itu.
Dan aku merasa sangat puas dan bahagia ketika gadis menggemaskan ini memelukku dengan erat, mencium pipiku, dan menyebutku oppa. Akupun berkata pada diriku bahwa membuat gadis ini tersenyum adalah hal yang paling aku suka.
***
Demi apapun juga yang ada di universe ini, Aku baper sendiri membaca part ini dan sekejab berharap berada di posisi Han Ah-Reum. Hahahahah
TBC
Please leave a comment or hit the star button
사랑해
KAMU SEDANG MEMBACA
De'Lullabhee (Suho - D.O - Chanyeol FF)
FanfictionHan Ah-Reum POV "Kim Jun-Myeon. Bagaimana aku menjelaskan apa artinya dia bagiku? Mungkin terbaik dari yang terbaik, my hero, my "not just an oppa", my ramyeon , my candybar, my aiseukelium, well, technically dia adalah mentor sekaligus babysitterku...
