BAB 10 , "Kabar gembira buat rafa"

2.2K 102 6
                                        

-
-
-

"Datang lah jika ingin datang , dan pergilah jika kau ingin pergi,  namun ingatlah jalan kembali. Disini aku adalah tempat untuk kamu kembali. "


Telah sepekan setelah kejadian naas  yang dialami oleh wahyu ,  zafira dan rafa kembali memulai aktifitas nya seperti biasanya .  wahyu masih di bebas tugaskan dalam waktu beberapa minggu kedepan. karna keadaan wahyu yang belum sangat pulih zafira harus tinggal di mes wahyu hingga beberapa waktu kedepan.


*mess wahyu*

"bg gue mau berangkat kerja dulu, sarapan udah gue siapin di meja nakas lo . loe jangan banyak gerak dulu, kalau ada apa-apa segera hubungi gue atau rafa. "  ujar zafira 


"ya dek , sekalian kalau loe lewat depan mes rafa suruh dia ke sini ya, gue ada perlu sama dia."

sahut wahyu


"ok bg ,  abg gue yang paling cakep , cepat sembuh ya .. gue kangen bawel loe . "  ujar zafira sambil memeluk wahyu .


"uh thayankkk adek gue yang paling cantik, imut , and super bawel ya, ya ,  gue bakalan cepat sembuh demi loe. udah ah pake acara drama-drama aja pagi-pagi gini.  loe hati-hati di jalan ya . " ujar wahyu memperingati fira


"ok bg , gue pergi dulu ya, asalamualayqum"   zafira menyalami tangan wahyu dan berlalu pamit.

***

 sesampainya di depan mess rafa,  fira di sungguhi pemandangan yang sangat menggiurkan . Dengan menahan rasa gugup yang kian mendera , fira kembali melanjutkan langkah nya yg sempat terhenti. di depan nya ada rafa yang di baluti baju kaos putih yang di penuhi keringat dan celana olahraga pendek , rambut nya yang cepak terlihat basah oleh keringat , menambah kadar ketampanan nya berkali lipat di mata fira. perlahan zafira mendekat menghampiri rafa.


"fa, loe di suruh bg wahyu ke mess , katanya ada yang mau di omongin sama loe ."  ujar fira dengan menghindari tatapan rafa.

Rafa yg iseng pun perlahan mendekati fira.

"dimana pun kalau ingin bicara sama orang itu ,  mata nya di tatap , jangan buang muka gitu , nggak sopan nama nya , ngerti ." ujar rafa mendekati wajah fira .

fira yang gugup pun kembali mengatur napas dan detak jantung nya, wajah rafa yg semakin dekat membuat zafira semakin gugup dan menutup mata nya .


"ngerti ,"  fira menjawab dengan suara yg sangat kecil nyaris seprti gumaman.

sedetik...

dua detik...

tiga detik.....

Hingga Nanti Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang