03.

29 12 0
                                    

   Keesokan harinya,hari minggu yang seharusnya dihabiskan Celine dirumah dengan merapikan kamar dan hal hal lain yang dilakukan wanita saat libur malah berubah menjadi memilih milih gaun pengantin.

   "Pilihan yang menyulitkan"Bisik Celine pelan sambil menggaruk belakang telinganya.

   "Bagaimana sayang uda dapat yang cocok?"Eria datang dan menepuk lembut bahu Celine.

   "Ah belum tante"

   "Tante uda suruh pengurus perusahaan tante yang di inggris untuk mengimporkan beberapa gaun rancangan desainer ternama jadi pilihlah yang kamu suka. Take your time"Dukung Eria

   Sedangkan Teo hanya duduk di sofa panjang coklat melihat Celine yang kebingungan menyilangkan kakinya dan melipat kedua tangan di dada.

   "Teo,kamu ini gimana sih bantu dong Celinenya"

   Dengan desahan kecil Teo bangkit dari posisi nyamannya dan berkeliling melihat deretan gaun gaun mewah itu.

   "Coba kamu pakai yang itu"

   Teo berkata sopan pada Celine karena mamanya berada disana juga kalau tidak dia akan berkata seperti biasanya. Celine yang tak heran langsung pergi ke ruang ganti di temani pelayan yang membawakan gaun pilihan Teo.

   Sepuluh menit kemudian Celine keluar dengan memakai gaun putih dengan untaian ekor gaun tersebut yang panjang.

   "Bagaimana? "

   "Hmm.. Gak bagus.Ganti coba yang itu" Teo menunjuk gaun yang lain.

   "Uh? "Celine menunjukkan wajah kagetnya karena memakai gaun gaun ini bukanlah hal yang mudah.

   Lima belas menit kemudia Celine keluar dengan memakai gaun yang lain. Dan tidak bertanya pendapat Teo. Namun Teo spontan memberikan komentar.

   "Terlalu tertutup.Gimana kalau yang itu? "Katanya sambil tersenyum

   "Lagi?? "
  
   Keluhan Celine yang disengaja Teo membuat pria bertubuh tinggi ini tertawa kecil. Sudah lebih dari 10 gaun yang dicoba Celine namun Teo terus saja menyuruhnya mencoba yang lain. Gaun gaun yang telah dicoba Celine sebelumnya sangat cocok ditubuh gadis degan postur tubuh langsing itu. Namun kejengkelan Teo membuat seakan gaun itu jelek saat dipakai Celine.

   Beberapa menit kemudian untuk yang kesekian kalinya Celine keluar dengan memakai gaun rancangan Amsale Aberra. Dengan wajah yang dipenuhi emosi yang meluap.

   "Aku milih yang ini.Bahannya halus dan tidak terlalu tertutup"Kata Celine sambil menutup rapat giginya dan meninggikan alisnya tanda kegeramannya.

   "Terlalu terbuka, ganti ganti" alasan Teo

   "Memangnya yang akan pakai gaun ini kamu? Kerna aku yang akan memakainya,aku memilih yang ini"

   Celine mencondongkan wajahnya ke Teo untuk menegakkan pendapatnya begitu juga dengan Teo yang gak mau kalah dengan argumennya. Pelayan yang melihat mereka hanya menggeleng kepala tanda heran akan kedua calon pasangan ini.

   "Sudah-sudah yang ini cocok kok. Yang ini saja,tante akan kirimkan kerumahmu"Mama Teo memberikan pendapat untuk melerai mereka.

   Urusan mereka akan gaun pengantin sudah selesai.Pilihan Celine jatuh pada gaun putih nan mewah itu. Terlihat sangat cantik ketika Celine mencobanya tadi.

   Sekarang mereka pergi menuju tempat penjualan berlian untuk memilih cincin yang akan dipakai saat pernikahan nanti. Untuk urusan ini Eria Burnes menyerahkannya pada mereka berdua. Diantar supir pribadi keluarga Burnes menggunakan mobil Hyundai Sonata kepunyaan Teo, saat perjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua.

   Teo hanya duduk dengan posisi kesukaannya sambil menutup mata entah dia tidur atau hanya memejamkan mata saja.Sedangkan Celine melihat lihat pemandangan selama perjalanan.

   Kriingg kring

   Hp Celine berbunyi dia segera mengrogoh tas pink kecilnya di saat bersamaan deringan hp Celine membuat Teo membuka matanya.

   "Hallo? "

Jangan lupa tinggalkan Vote n commentnya ya 😋

MarriedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang