5 Mei 1995.
Dalam tangisan sang cakrawala malam, ia berlari. Memacu kedua kakinya agar bergerak cepat, sembari membawa bayi mungil dalam dekapannya.
"Bisakah aku memohon bantuanmu lagi, Park Jimin?"
Kilas memori Jimin beberapa menit yang lalu kembali teringat di pikirannya.
"Tolong buatlah perjanjian. Gunakan darahmu sebagai jaminan perjanjian dengan sang iblis. Ini demi kelangsungan hidup Lucy."
Dan kini Jimin sampai di gerbang masuk kediamannya sendiri. Dengan cepat,ia membuka pintu rumahnya secara kasar dan kembali menutupnya.
"Kuharap kau bergerak cepat sebelum para pemburu menemukan keberadaan putriku."
Setelah meletakkan malaikat kecil itu diatas sofa dengan lembut ia segera bergerak ke dapur. Dan kembali lagi ke ruang utama dengan sebilah pisau dan beberapa buah lilin di tangannya.
Tanpa pikir panjang, ia segera mengiris tangannya secara memanjang sehingga darahnya mulai mengalir mengotori lantai. Dan dengan darah miliknya,Jimin menggambar suatu pola berukuran besar di atas lantai.
Pentagram darah.
Ia segera meletakkan beberapa lilin diluar pentagram, sebagai penerangan saat prosesi berlangsung.
Setelahnya,ia kembali ke sofa. Membawa bayi mungil itu ke dekapannya. Kakinya kembali bergerak mendekati pentagram. Menggumamkan sepenggal mantra hingga selesai, lalu berucap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blood, Sweat, and Tears [ON GOING]
VampirosDemi dirinya, aku rela mengikat perjanjian kepada sang iblis. Demi cerianya, aku rela memberikan darah ku. Mengeluarkan keringat, sebagai bentuk perjuangan ku. Serta meneteskan air mata, untuk berada di sisinya. @Cover edited by Dearmypsyche
![Blood, Sweat, and Tears [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/116241664-64-k112831.jpg)