BAB 10 - Haechan

4K 683 152
                                        

Haechan menatap bosan layar ponselnya, ia akhirnya melirik Lucas lagi entah yang keberapa kalinya.

"Lucas hyung?"

"Hm." Lucas hanya membalas dengan gumaman. Matanya masih fokus ke layar laptop, sedangkan jarinya sibuk mengetik.

"Aku lapar~"

"Masak saja sendiri. Aku sibuk."

"Tapi aku ingin makanan buatanmu hyung~~"

"Haechan, ku mohon."

"Hyu- Eoh? Hyung mau kemana?" Haechan bingung melihat Lucas yang tiba-tiba beranjak dan berjalan keluar dari apartemen.

Haechan menyusul Lucas. "Hyung tidak ingin mengajakku?"

"Aku butuh waktu sendiri."

"Hyung-"

"Ku mohon, Haechan. Pikiranku sangat kacau, aku perlu menenangkan pikiranku."

Saat Lucas hendak menekan tombol lift, Haechan menarik tengkuk Lucas dan melumat bibir Lucas dengan sedikit menuntut.

Haechan yakin Lucas pasti tidak akan mengabaikannya lagi jika sudah begini. Haechan hafal betul, biasanya jika Lucas sedang stres, Lucas sering  menciumnya seperti ini untuk melampiaskan rasa stresnya.

Tapi Haechan salah, Lucas malah menarik kembali kepalanya ke atas dan mengacak pelan rambut Haechan. "Maaf, aku butuh waktu sendiri." Tak lama kemudian pintu lift  terbuka dan Lucas pun masuk.

Haechan bengong sendiri melihat perubahaan sikap Lucas.

Tidak, tidak biasanya Lucas seperti ini.

Haechan memegang dadanya, rasanya sesak sekali diabaikan Lucas seperti tadi. Tapi dia harus menahannya. "Bersabarlah sedikit lagi dan Lucas hyung pasti akan kembali seperti semula." Gumam Haechan.
.

.

.
Sore itu Mark duduk didekat jendela, ia berencana menunggu Jungwoo keluar dan duduk di balkon seperti kemarin-kemarin.

Mark melirik jam tangannya, kurang lebih sudah 4 jam dirinya duduk disitu dan Jungwoo belum juga menampakkan batang hidungnya.

Mark menghembuskan napasnya. Sepertinya Jungwoo tidak akan keluar. Saat Mark hendak berdiri, ekor matanya menangkap sosok Jungwoo.

"OH NICE!" Teriak Mark secara reflek. Dirinya kemudian beranjak dan berjalan keluar rumah.

Tangannya menggenggam sebuah gumpalan kertas, ia kemudian melempar gumpalan kertas tersebut ke atas balkon tempat Jungwoo duduk.

Jungwoo mengernyit melihat sebuah gumpalan kertas didekat kakinya, ia kemudian menengok kebawah, tepat saat itu juga Mark tersenyum ke arahnya.

Karena penasaran, Jungwoo membuka gumpalan kertas tersebut.

Hai, namaku Mark. Sebenarnya aku penasaran, kenapa kau selalu duduk disana dan melamun? Kau selalu membuatku penasaran dengan sosokmu. Aku ingin berteman denganmu, Kim Jungwoo. Apa kita bisa menjadi teman?

Jungwoo mengangkat satu alisnya. Bagaimana bisa Mark tau namanya?

Jungwoo pun kembali menengok ke bawah, melempar kertas tersebut ke arah Mark dan beranjak masuk kedalam kamarnya.

Mark menggaruk tengkuknya. "Gagal lagi."

Tapi kemudian ia tersenyum. "Aku tidak akan menyerah."
.

.

.
Lucas melangkahkan kakinya dengan pasti memasuki club malam. Bau alkohol, bau asap rokok serta musik yang memekakan telinga menyambut Lucas begitu dirinya masuk kedalam club  malam tersebut.

MAYBE - caswoo (Lucas x Jungwoo)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang