BAB 16 - Maaf

4.2K 656 96
                                        

Pagi ini Jungwoo sedang membersihkan ruang tamu, sebelum akhirnya suara bel rumah menginterupsi kegiatannya.

Jungwoo kemudian berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu.

"Hai."

Jungwoo hanya menatap datar sang tamu yang tak diundang.

"Untuk apa kau datang lagi? Bukankah sudah berapa kali kuberitahu untuk tidak menemuiku lagi?"

"Jungwoo, dengarkan dulu penjelasanku."

"Aku tidak mau. Pergilah!" Ucap Jungwoo kemudian membanting pintu.

Lucas hanya memejamkan matanya. "Sabar Lucas.. Sabar.." Gumamnya pada dirinya sendiri.

Keesokan harinya pun sama, tapi kali ini Lucas datang membawa bunga.

"Untuk apa membawakanku bunga? Kau pikir ini tempat pemakaman?"

"Jung-"

BLAM!

"Woo.." Lucas menggaruk tengkuknya. "Kenapa anak itu hobi sekali membanting pintu?"

Tapi tampaknya Lucas masih belum menyerah. Pada saat hari menjelang sore, ia kembali datang. Membawa eskrim.

"Untuk apa membawakanku eskrim?"

"Aku tau anak kita menginginkan eskrim."

"Anak kita?" Tanya Jungwoo.

Lucas mengangguk dan tersenyum.

"Dalam mimpimu!"

BLAM!

Lucas mengusap dadanya. Kebetulan sekali saat itu Chenle berdiri dibelakangnya.

"Hyung, ditolak lagi?" Tanya Chenle.

Lucas hanya mengangguk, memberikan eskrim yang ia pegang kepada Chenle, dan berlalu meninggalkan kediaman Nakamoto.

Keesokan harinya Lucas kembali datang tetapi membawa beberapa pasang pakaian bayi. Ia berpikir mungkin Jungwoo akan sedikit luluh melihatnya membawa pakaian bayi.

Tapi ia salah, lagi-lagi Jungwoo menolak dan membanting pintu.

Jungwoo kini duduk termenung dikamarnya. Ia kemudian mengusap perutnya. "Sayang.. Eomma takut.." Ya, Jungwoo benar-benar takut saat ini.

Lucas yang sering datang membuatnya merasa sangat takut. Takut jika Haechan akan datang dan melukainya atau melukai anaknya. Otak Jungwoo kembali memutar memori-memori saat Haechan memperlakukannya dengan kasar serta kata-kata menyakitkan yang ia ucapkan.

Jungwoo memejamkan matanya. Mencoba menetralkan rasa sesak yang ia rasakan akibat mengingat semua perbuatan Haechan padanya.

Haechan, pemuda yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu sudah membuatkan trauma tersendiri untuknya.

Berbeda lagi dengan Lucas. Jungwoo benar-benar membenci Lucas karena merasa terkhianati oleh pria bajingan tersebut. Jungwoo benar-benar menyesal sudah membiarkan Lucas menyentuhnya, Jungwoo benar-benar membenci Lucas karena sudah membuatnya sengsara seperti ini, tetapi disisi lain Jungwoo sudah terlanjur sangat menyayangi bayinya. Bayi yang ia kandung bagaikan kekuatan tersendiri untuknya. Ya, bayi dari hasil perbuatannya dengan lelaki yang kini sangat ia benci.

Jungwoo kembali mengusap perutnya. "Kuharap dia tidak akan menganggangguku lagi.." Gumam Jungwoo.

Tok tok tok

"Masuklah." Perintah Jungwoo.

Pintu terbuka dan menampilkan sosok Chenle. "Hyung, ada yang ingin bertemu denganmu."

MAYBE - caswoo (Lucas x Jungwoo)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang