DUA BELAS

49 3 0
                                    


“ Pagi Fik..”

Pandangan Fika mengarah ke sumber suara. Ternyata itu Raka, sahabatnya. Sebelumnya Raka tidak pernah seperti ini.

“ Hmm..” balasan singkat dari Fika membuat Raka menyatukan alisnya.

“ Cuek banget.” Ketus Raka.

“ Gimana kesehatan Lo?.” Lanjutnya.

“ Lo kira Gue ga waras, gila gitu?”

“ Ya mungkin gegara mikirin Reno Lo semakin ga waras hahaha.”

Setelah mengucapkan hal aneh itu Raka langsung berlari menjauh dari Fika. Ia takut di hajar oleh Fika.

“ Dasar bangsat!!. Apaan sih pagi pagi uda bahas setan aja!” 

Benda pipih yang ada di saku Fika bergetar pertanda bahwa ada pesan masuk. Fika langsung melihatnya. Siapa yang mengirim pesan? Ini kan jam sekolah. Huft.

Gue mau ngomong sama Lo . Pulang sekolah Gue tunggu di halaman belakang sekolah. Please dateng 😊

Apa an? Mau ngasih alasan apa lagi? Bosen gue denger omongan Lo yang hanya omong kosong doang. Batin Fika tanpa membalas pesan dari Reno.

Setelah menerima pesan, Fika melihat aplikasi instagram miliknya. Dilihatnya instastory milik sahabat nya Mala.

“ gue Rindu sikap lo yang dulu.” Ucap Fika monolog.

Rindu. Siapa. R nya kok di caps si. R? Siapa ya, Pacar Mala? Tapi Mala ga pernah cerita kalau dia punya pacar.

Fika langsung berlari kecil menuju kelas nya untuk segara menanyakan tentang instastory milik sahabat nya itu.

“ La Lo punya pacar. Wah gini ya Lo. Ga pernah cerita ke Gue.” Sembari mendorong kepala Mala pelan.

“ Ihh Lo jadi cewek kasar banget si.” Kesal Mala.

“ Hehe mangap deh mengap.”

“ Lantas R itu siapa?.” Lanjut Fika.

“ Raka.”

Hanya satu kata yang di keluarkan Mala akan tetapi malah membuat mata Fika membelalak.

“ What?” Ucap Fika kaget.

“ Iya Raka. Gue heran kenapa dia ga kek dulu lagi.” Nada Mala seakan terdengar seperti orang yang tak punya tenaga untuk berbicara.

“ Hmm bentar. Cerita in dulu gimana Lo sama Raka bisa sahabatan sampai sekarang ini.”

FLASHBACK ON

Masa Orentasi Siswa SMPN 1 sudah di mulai hari ini dan akan berlangsung 2 hari kedepan. Siswa siswi SMP sudah bediri dengan rapi di lapangan utama sekolah. Upacara bendera pembukaan MOS akan dilaksanakan.

Terlihat seorang siswi datang terlembat dan berjalan begitu cepat ke kelas untuk menaruh tas nya.

Di sisi lain terlihat 5 orang siswa ingin menjahilinya. Ketika siswi itu berjalan. Brukkk suara tubuh yang jatuh di lantai itu terdengar begitu jelas.

Kaki dari salah satu siswa itu telah sengaja menjatuhkan tubuh seorang siswi yang tlah berjalan didepannya. Sontak tawa dari 5 orang tadi meledak, sedangkan siswi tadi masih terduduk merintih kesakitan.

“ Kau baik baik saja?” Ucap seorang siswa yang tlah melihat kejadian itu dan langsung berjalan untuk membantu siswi tadi.

Siswi tadi menggeleng lemah.

“ Sini aku bantu.” Sembari mengulurkan tangan kehadapan siswi tersebut.

Siswi itu mendongak melihat wajah siswa yang ingin membantunya. Dan langsung meraih tangan siswa tersebut.

“ Terima kasih.” Ucap nya dengan senyum mengembang di wajahnya.

“ Tapi aku harus buru-buru turun. Upacara akan segera di mulai. Sekali lagi terima kasih untuk bantuannya.” Siswi itu langsung berlari kecil menuju lapangan utama.

“ Apa ini? Nama, Mala Putri Devi. Apa ini miliknya? Hei tunggu ini milik mu tertinggal.”  Siswa itu berteriak berusaha agar suara nya terdengar oleh Mala.

Punggung Mala semakin jauh. Tidak mungkin juga ia mencarinya di lapangan utama. Yang mengikuti MOS kan ada banyak siswa. Ia berniat menyimpannya dulu di saku celananya.

Upacara bendera tlah usai. Kini siswa dan Siswi berhamburan untuk mencari kelasnya masing masing. Berusaha untuk mencari satu persatu kelas yang tercantum nama nya di daftar kelas tersebut.

“ Ahh ini kelas ku. Gugus Apel.”
Mala langsung memasuki kelasnya dan memilih tempat duduk. Ia duduk di meja yang jaraknya dekat dengan pintu.

Mala menepuk dahinya. Sepertinya ia lupa akan sesuatu. Iya benar, ia baru sadar bahwa ia tidak memakai Kartu Tanda Pengenalnya. Ia mencari di dalam tas nya. Ia berharap bahwa kartu itu ada di sana, tapi sayangnya tidak ada.

“ Apa kau mencari ini?”
Suara tersebut spontan membuat jantung Mala mau copot.

“ Aaahhh ya benar ini milik ku. Dimana kau menemukannya?.” Mala langsung meraih kartu itu.

“ Kau meninggalkannya di lantai tadi saat kau terjatuh.”

“ Terima kasih ya.”

“ Oh ya namaku Mala. Nama mu siapa?” Lanjut Mala dengan mengajukan tangan nya ke hadapan siswa tersebut.

“ Namaku....”

“ Selamat pagi...” Kini Guru tlah masuk ke dalam kelas.

Siswa tadi yang ingin berkenalan dengan Mala kini sudah duduk di kursinya.

Seperti biasa yang terjadi saat MOS guru memulainya dengan perkenalan siswa siswi. Mala ditunjuk sebagai yang pertama untuk berkenalan. Ia berdiri dan langsung melangkahkan kakinya untuk ke depan kelas.

“ Ayo perkenalkan dirimu nak.”

Mala mengangguk dan langsung mengeluarkan suara nya.
“ Perkenalkan nama saya Mala Putri Devi. Hobby saya membaca Novel. Cita cita saya ingin menjadi pengusaha.”

Sontak tepuk tangan terdengar setelah Mala memperkenalkan dirinya di depan.

“ Sekarang Kamu.” Guru itu menunjuk siswa yang tadi ingin memperkenalkan dirinya kepada Mala.

“ Nama saya Raka Saputra Firmansyah...”

“ Ohh jadi nama nya Raka.” Gumam Mala sambil mengangguk nganggukan kepala nya paham.

Setelah semua siswa berkenalan di depan kelas. Kini guru mulai mengatur tempat duduk.

Mala dan Raka ternyata disuruh untuk duduk sebangku. Kini mereka bersaut senyum.

FLASBACK OFF

“ Hahaha jadi karena kartu pengenal, satu gugus, dan satu bangku La.”

Mala terkekeh sebentar karena ucapan dari Fika.

“ Cerita masih panjang Fik, ngapa Lo putusin sih. Ah Lo itu.”

“ Hehe sorry. Yaudah lanjutin.”


.

.

.

.

.

.

Selamat malam semua nyaa
hihi ganggu waktu belajar kalian yaa
Maaf yaa 🙏

Author pingin tau. Dari cerita yg author buat. Kalian paham ga sih sama cerita nya?

Tolong saran nya yaa kalau author kurang kata atau apalah 💞

Oke terima kasih 💕💕

Cintaku atau SahabatkuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang