.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi hari di konoha citi,burung burung berkicau menyambut hangatnya mentari,begitu juga naruto dan hinata yg sudah bersiap pergi ke suatu tempatTerlihat naruto yg menenteng sekeranjang buah-buahan segar,mereka lalu pergi setelah berpamitan ke pada neji
Kalian mungkin bertanya mengapa naruto dan hinata tdk pergi sekolah, sudah dua hari ini naruto dan hinata ijin tdk masuk sekolah
Alasannya mungkin karna mereka ingin menjaga ayahnya hinata,tapi mungkin alasan teselubung lainnya adalah ada tugas yg blm di kerjakan naruto
Mereka berdua sampai di senju hospital.sepanjang jalan hinata dan naruto di sapa oleh pasyen pasyen yg mengenal mereka
Kadang - kadang mereka berhenti untuk menyapa anak - anak yg berada di ruangan khusus penanganan anak
Saat mereka sampai dan membuka pintu kamar 586, terdapat tamu yg tengah berbincang bersama hyuga hiashi atau ayah hinata
Hinata langsung membeku saat melihat mitsuki kolega ayahnya, dan juga sebagai salah satu tersangka
Sedangkan naruto dengan enteng mengandak sekerajang buah di atas nakas,sebelah tempat tdr hiashi hyuga
"hinata" panggil mitsuki saat menyadari keberadaan hinata
Tanpa di komando,kaki hinata mendekat ke arah mitsuki
"halo mitsuki-san,apa kabar" tanya hinata basa -basi
"kabar ku baik,kau" jawap mitsuki lalu bertanya kembali ke pada hinata
"aaaa tentu,kabar ku baik" jawap hinata lg, dia ingin melihat apakah ekspresi mitsuki berubah
Mitsuki tersenyum lalu menjawap "wahhhh syukurlah"
Hinata mengerutkan alisnya saat mendapatkan ekspresi yg tdk di inginkannya, hinata mengira mitsuki akan tersenyum masam, tapi malah senyum manis yg di dapatkannya
Mitsuki melihat jam tangannya lalu memberi salam ke pada hiashi " maaf aku ada rapat,aku pergi dulu ja ne"
Mitsuki lalu pergi dari ruangan itu, hinata lalu mendekati naruto setelah kepergian mitsuki
"hinata apa yg kau cari dari mitsuki tadi" tanya naruto lalu memotong apel dengan pisau yg di dapatkannya tadi
"ekspresi" jawap hinata singkat lalu duduk di sofa dekat tempat tdr pasyen
Naruto lalu memberikan buah yg sudah dia kupas dan potong ke pada hiashi. setelah itu naruto pergi mengembalikan pisau yg tadi dia pinjam
"tou-san"panggil hinata lalu mendekati temoat tdr pasyen
Hiashi yg tengah bersandar ke sandaran tempat tdr,menatap hinata
Hinata duduk di kursi sebelah tempat tdr pasyen,lalu dia menatap hishi hyuga
"apa tou-san tdk memiliki musuh"tanya hinata lalu merebahkan kepalanya ke tepat tdr pasyen
Hiashi lalu mengelus puncak kepala hinata, dengan suara serak seperti orang tua dia bilang " hinata dalam dunai bisnis kau akan banyak memiliki musuh,apa lagi jika musuh dalam selimut"
"tapi karna kau memiliki bayak musuh, kau akan lebih kuat dan waspada terhadap serangan dadakan,seperti sekarang"
Hinata mendengarkan dengan baik kata-kata ayahnya
"hinata walaupun kita memiliki bayak musuh, tapi kita jangan beburuk sangka, boleh waspada tapi jangan seuzon"ucap hiashi lalu mengambil potongan buah apel di atas piring
Hinata sedikit merenungkan apa kata kata haiashi, lalu mengangguk mantap. Di lain tempat naruto baru saja kembali dari dapur rumah sakit, dia lalu melewati sebuah lorong yg agak sepi, saat melihat sebuah mesin penjual minuman otomatis, Naruto lalu berhenti dan mencari uang di dalam saku bajunya
"terimakasih kau sudah melakukan yg terbaik,kita tinggal menunggi hasilnya" ucap sebuah suara yg terdengar seperti suara mitsuki
Naruto lalu mendekat ke arah sebuah ruangan yg tdk di ketuhinya, dia menempelkan kupinya ke dinding
"ah hiashi dia beruntung sekali bisa selamat dari kecelakaan itu" ucap mitsuki
Naruto semakin yakin itu mitsuki saat mengintip dari lubang kunci
"oh baiklah jiraya sampai jumpa" ucap mitsuki datar, lalu mematikan telponnya
Saat naruto melihat mitsuki akan keluar,dengan bodohnya naruto memilih bersembunyi di sebelah kiri pintu, dan beruntungnnya lg pintu itu di buka keluar bukan di tarik ke dalam
Mitsuki berjalan ke arah yg berlawanan dari persembunyian naruto, setelah mitsuki hilang dari pandangan naruto langsung bergegas ke kamar inap hiashi
"hinata" teriknya saat membuka pintu kamar 586, hinata dan hiashi langsung terkejut mendengar seruan naruto
"nani" ucap hinata dan haishi berbarengan
Naruto yg ngos - ngosan habis berlari maraton naik tangga, sampai dia lupa ternyata lif ada
Naruto langsung duduk di sofa, mukanya tampak pias membuat hinata kawatir
"naruto kau knp,apa kau sakit" tanya hinata lalu duduk di sebelah naruto, naruto hanya melirik lalu kembali mengatur nafasnya yg memang masih terputus - putus
"aku ketemu suster yg membawa jarum tadi, lalu tanpa pikir panjang aku lari" jawap naruto setelah mengatur nafasnya
"ohhhh yasudah aku membantu otou-san dulu" ucap hinata lalu meninggalkan naruto
Naruto menyandarkan badannya lalu menengadah ke atas "maaf hinata lain kali aku akan menceritakannya " ucap naruto dalam hati
Naruto lalu memperhatikan hinata yg tengah berbicara ke pada hiashi selaku ayahnya hinata. Naruto tersenyum hangat saat mengingat kebersamaannya bersama minato ayahnya sendiri, naruto merindukannya
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai apa kabar ada yg kangen,karna author kadang ada paketan kadang enggak jadi sabar ya,author tau cerita author memang enggak pantas di tunggu tapi mudahan ada yg mau nunggu dadahGomen
A.A

KAMU SEDANG MEMBACA
Politik,judi,dan Cinta
FanfictionHinata dan naruto mencoba mencari tau kebenaran dari sebuah kecelakaan yg di alami oleh ayah hinata. Di bantu dengan dua uciha kece yaitu sasuke dan itaci membuat mereka semakin mendekati titik terang, di dalam cerita ini naruto adalah cewek bukan c...