8. Diluar Dugaan

364 73 81
                                        

Aku seakan terhipnotis oleh sifatmu yang baru ku tahu. Sifatmu ini berhasil membuatku sejenak menghilangkan sifat ketus ku terhadapmu dan aku pun untuk pertama kali merengek seperti bayi di hadapanmu. Ahh ada apa dengan diriku ini. Ini membuatku bingung.

-Lina Naladhipa-

Setelah membaca pesan dari Fadli. Rizky langsung menghampiri Lina dan Mamanya. Setelah sampai diruang tamu Rizky melihat Mamanya masih asik ngobrol bersama Lina. Entah apa yang mereka bicarakan sampai tertawa seperti itu.

Ternyata lo manis ya kalo senyum, sopan lagi. Coba aja lo kayak gini setiap hari sama gue.

"ekhem"

Lina menengok ke belakang saat mendengar suara deheman seseorang dan ternyata tidak lain dan tidak bukan orang itu adalah rizky. Tanpa sengaja mata Lina bertemu dengan mata coklat milik Rizky.

Seketika Lina mendadak salah tingkah akibat tatapan Rizky. Sebisa mungkin ia mencoba untuk dapat menguasai diri.

Sementara Damara yang tengah memperhatikan Lina dan Rizky mulai senyum-senyum sendiri melihat kedua anak muda yang berda di depannya. “Ekhem...Ekhem Mama masih ada disini lohh” ucap Damara seraya tersenyum.
Mendengar ucapan Damara Sontak Lina langsung memutuskan pandangannya.

Sedangakan Rizky hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar ucapan Mamanya sambil berjalan menghampiri ke dua wanita cantik itu.

“Yaudah Tante tinggal dulu ya Lina.” ucap Damara sambil mengelus puncak kepala Lina. Kemudian melangkah meninggalkan Rizky dan Lina menuju dapur.

Setelah yakin hanya dirinya dan Rizky yang berada di ruang tamu Lina langsung menatap Rizky dengan tajam seolah berkata 'Cepet anter gue pulang! kalo nggak gue bunuh lo!'. Melihat Lina menatapnya tajam Rizky mengabaikan Lina begitu saja seolah Lina tidak ada di hadapannya.

Sebenarnya Rizky tidak benar-benar mengabaikan Lina melainkan dia berusaha untuk tidak tersenyum melihat gadis yang di depannya ini. “Tuh mata biasa aja, takut gue liatnya. Udah mau keluar aja dari tempatnya.” Kekeh Rizky akhirnya yang sudah tidak tahan menahan senyumnya.

“Bodo!” ucap Lina memutar matanya malas. “Cepetan anter gue pulang! s.e.k.a.r.a.n.g ucap Lina menekan kata sekarang. Kemudian Lina bangun dari duduknya.

“Yeyy marah mulu lo” ucap Rizky kemudian bangun dari duduknya. Rizky tersenyum menatap Lina tangannya terulur membelai rambutnya. “Yaudah ayo gue anter pulang.” 

Lina terdiam tidak menjawab ucapan Rizky. Tampak memikirkan perlakuan Rizky barusan.

Melihat diamnya Lina, Rizky tersenyum tipis. “Yaudah ayo buruan, kalo nggak gue tinggal”

Baru saja melangkahkan kakinya menjauh, sebuah tangan menahan lengannya. Diam-diam Rizky tersenyum senang sebelum akhirnya memasang wajah biasa saja kembali menatap Lina. “Gue mau pamit dulu sama nyokap lo, nggak sopan tau masa nggak pamit."

"Langsung aja yuk, Mama lagi sibuk tuh" kata Rizky

"Ihhh Rizkyyyy ayoo anterin ke nyokap lo ,ya... yaa...yaaa." Sambil memasang puppy eyes dan merengek seperti anak kecil di depan Rizky. Siapapun yang melihat Lina sekarang pasti tida ada yang berani menolak permintaannya.

Tanpa Lina sadari ia menghilangkan image jutek yang selalu ia perlihatkan dihadapan Rizky.

Rizky mengeryitkan kening berusaha mencerna perkataan Lina. Ia tidak menyangka ternyata gadis yang ia kenal selalu bersikap jutek padanya, sekarang merengek seperti anak kecil di hadapannya.

Complicated LOVEWhere stories live. Discover now